• Homepage
  • >
  • Ekonomi
  • >
  • Sepakat Energi Baru Dan Terbarukan Harus Kita Kembangkan

Sepakat Energi Baru Dan Terbarukan Harus Kita Kembangkan

  • Mistqola
  • 10 ago
  • 0

Oleh Dr. Kurtubi,  Komisi VII DPR RI.

Energi Terbarukan (renewable energy) seperti geothermal bisa dalam kapasitas kecil hingga sedang yang per unitnya bisa  (15MW, 25MW, 50 MW, 100 MW, 150MW).

Listrik yang dihasilkan relatif bersih, tidak mengasilkan pollutant selain listriknya stabil, sehingga bisa menjadi base load. Cuma biaya explorasi dan exploitasi-nya relatif mahal, tergantung lokasi dan kedalaman sumur yang harus dibor.

Sehingga, biaya pokok produksi listrik dari geothermal menjadi relatif mahal, namun secara sadar tetap harus kita kembangkan karena geothermal tidak bisa diexport.

Harap dimaklumi, meskipun  potensi geothermal di tanah air yang besarnya sekitar 26.000 MW, seluruhnya berhasil kita kembangkan ditambah dengan ET yang lain (tenaga surya, angin, biomas, biogas, arus laut) ini BELUM CUKUP.

Pasalnya, untuk bisa nenjadi negara industri maju di tahun 2045 pembangkit yang kita butuhkan saat itu minimal 450.000 MW. Padahal jumlah “seluruh” pembangkit yang kita punya saat ini, baik milik PLN maupun IPP hanya sekitar 65.000 MW (dimana sekitar 60% nya PLTU Batubara dengan biaya pokok produksi yang relatif ‘murah’ – maaf, namun PLTU kurang bersih karena menghasilkan debu, NOx, CO2,).

Selain itu, suatu saat akan habis karena termasuk unrenewable. Dengan konsumsi listrik kita saat ini sekitar 1000 kwh percapita atau sekitar 1/5 nya Malaysia, 1/3 nya Thailand dan 1/2 nya Vietnam), kita sangat tertinggal.

Fakta ini yang mengharuskan bangsa besar yang akan berpenduduk sekitar 300 juta di saat 100 tahun kemerdekaannya, untuk harus memanfaatkan jenis ENERGI BARU yang bernama PLTNuklir.

Guna menunjang proses INDUSTRIALISASI agar income percapita dan konsumsi listrik percapita setara dengan negara industri maju. Ciri dari PLTN: menghasilkan listrik yg STABIL dan dalam kapasitas besar sangat cocok menjadi penopang industrialisasi.

Sekaligus sejalan dengan keinginan dunia akan energi yang bersih, lingkungan dan udara yang sehat serta harapan hidup (life expectancy) yang lebih panjang.

Soal reaktor nuklir ini, terkait dengan dimulainya pembangunan PLTN di Bangladesh, Kamis(30/11/2017). Kita tertinggal dengan Bangladesh.

(Mistqola)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width