Media Cetak, Ternyata Terus Digemari

  • Redaksi
  • 5 ago
  • 0

Telepon di kantor redaksi majalah eksekutif dan majalah MATRA pada jam kerja terus saja berdering. Sejak tanggal 3 November lalu, para pembacanya bertanya mengenai kapan majalah eksekutif edisi November terbit.

PT Usaha Konvergensi Media yang menangani majalah MATRA dan Majalah Eksekutif di edisi cetak juga digital, menjelaskan, bahwa, majalah eksekutif dan majalah MATRA terbit (print) rutin terbit setiap tanggal 10.

Majalah eksekutif dan MATRA tidak pernah berhenti terbit. Walau, ada periode, sempat “tersedak” ketika transformasi digital dimulai.

Jim Macnamara, seorang Profesor Komunikasi Publik di Universitas of Tecnology Sydney, menyatakan bahwa terjadi revolusi oleh kita dalam menggunakan media dan komunikasi public. Pilihan “revolusi” layak digunakan karena perubahan sosial budaya yang berlangsung cepat dan berkenaan dengan dasar kehidupan masyararat.

Tak dapat dipungkiri, bahwa revolusi ini timbul karena keberadaan media baru (internet) yang bersifat dua arah, yang mempengaruhi masyarakat secara sigifikan (2010). Tak ayal, banyak media cetak yang gugur, ada berpindah ke media internet. Namun, ada pula yang memutuskan berhenti total.

Kini di tengah masyarakat kian akbrab dengan cara berbelanja daring alias online. Pemilihan barang sampai pembayaran dilakukan dengan praktis, dengan hanya gadget di tangan. Hanya dengan menggenggam gadget, orang bisa melakukan banyak hal. Bertransaksi, berdagang, mempromosikan produk, atau menjalin relasi yang begitu luas dengan orang lain.

Majalah eksekutif dan majalah MATRA malah seperti “menggaet” kekangenan, di pecinta print alias media cetak. Gaya bahasa features, dengan data dan investigasi serta liputan lengkap.

Bisa dibeli lewat e-magazine lewat Scoop dan Higoapps. Majalah bisnis pertama versi Museum Rekor Indonesia ini malah semakin eksis saja.

Demikian juga majalah MATRA, banyak tokoh meminta untuk diliput karena bisa memapaparkan gagasan, visinya secara utuh di media cetak, yang juga bisa dibeli lewat digital.

Majalah MATRA dan Majalah Eksekutif mampu memberikan “sesuatu” yang tidak didapatkan di media berbasis telepon bergerak (mobile phone). Tidak terkena dampak “senjakala media cetak”. Memiliki ke-khasan, inovasi dan menampilkan tokoh dan sisi lainnya, termasuk liputan unik, menjadikan banyak perpustakaan sengaja memesan khusus.

Perpustakaan Insititut Pertanian Bogor (IPB) dan Perpustakaan STIE Trisakti, Kampus Bekasi adalah contohnya. Perpustakaan di Universitas terkemuka itu, malah menelpon redaksi dan mentransfer sejumlah uang berlangganan setelah mengisi formulir berlangganan.

Jadi, bukan hanya pribadi dan korporasi yang terus menginginkan majalah eksekutif edisi cetak. Menjadi referensi “pusat kekuasaan” dan pebisnis dan tokoh pemegang keputusan di republik ini. Di tengah laju perekonomian digital bertumbuh, ke khasan untuk memegang majalah cetak tetap ada.

Inovasi yang out of the box memang terus dilakukan semacam majalah eksekutif, untuk melakukan penetrasi pasar. Bertumpu pada inovasi dan kreativitas. Di tengah jurnal-jurnal akademis baru yang berusaha mengupas, transisi besar.

Nielsen meriset sebanyak 5,8 juta penduduk masih membaca media cetak. Di mata pelanggan Jawa Tengah, apalagi di luar pulau Jawa, Koran dan Majalah masih dominan di Makassar, Palembang, dan Medan. Majalah Bisnis semacam majalah eksekutif justru dicari di beberapa lokasi di Indonesia Timur, semacam Manado dan Ambon. Majalah MATRA yang dikenal sebagai majalah Pria, malah kini juga dicari kaum perempuan dan milenial.

Unik, tapi itulah yang terjadi. Revolusi Media abad 21 justru menjadikan media tradisional semacam majalah eksekutif dan MATRA terus eksis.

baca juga: Generasi X,Y dan Z

Klik: eksekutif Desember 2017

www.eksekutif.id
www.matranews.id

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width