Disrupsi Digital Peluang Generasi Muda Ke Depan Ber-Inovasi.

  • Redaksi
  • 4 ago
  • 0

Yang menarik dalam paparan seminar itu, pembicara menyampaikan dengan gaya pendekatan kekinian (istilah sekarang yang sedang trend; red).

Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada besarnya peluang inovasi didunia digitalisasi. Berbagai bidang profesi kedepan akan sangat bergantung dengan dunia digital teknologi, dimana hal itu juga berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Siap atau tidak masyarakat mensiasati kemajuan teknologi ini.

Jawabannya, tentu seberapa jauh kepekaan masyarakat dalam mengantisipasi hal ini. Salah satu cara tentu melakukan edukasi ke dalam masyarakat umum terutama generasi muda, khususnya mereka yang mempelajari dan mengerti akan dunia Informatika Teknologi. Agar, antusiasme pentingnya teknologi makin banyak diminati oleh kalangan masyarakat umum dalam mensiasati solve problem ke dalam industri bisnis berbagai profesi.

Kaitan dengan hal tersebut, Eva Noor, CEO- Xynexis Internasional dalam acara seminar IT Security Research & IT Bussiness–STMIK Rosma, Karawang Jawa-barat memaparkan tentang distrupsi digital bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

“Dilihat dari berbagai peluang dan kesempatan, generasi muda memiliki peluang baru dalam berinovasi kedepan lewat sebuah aplikasi dunia teknologi,” para Eva Noor tentang digital bisnis di Indonesia, yang makin tinggi jumlahnya.

Mengenai bisnis model yang banyak berubah, menurut Eva, sekarang adalah kesempatan baik bagi anak muda mengembangkan dan fokus pada skillset yang relevan untuk masa depan.

Hal itu yang dipaparkan Eva Noor di dalam kuliah umum pada seminar yang diselengarakan di Hotel Mercure Karawang Jawa barat (3/12/2017).

Walau secara umum Inovasi disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, dan secara umum orang berpandangan menjadi pengganggu atau merusak pasar yang sudah ada. Namun, pada akhirnya inovasi itu dapat menggantikan teknologi terdahulu tersebut.

Masih menurut Eva, inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.

Dalam paparan, disebutkan salah satu contoh dari Inovasi Disruptif (disruptive innovation) adalah Wikipedia.

Wikipedia merupakan salah satu contoh inovasi disruptif yang merusak pasar ensiklopedia tradisional (cetak).

Kalau dilihat, saat ini jarang sekali ditemukan ensiklopedia edisi cetak dijual di toko buku. Semuanya sudah beralih ke Wikipedia. Dari sisi harga ensiklopedia tradisional (cetak) bisa jutaan, sekarang malah informasi bisa didapat secara cuma-cuma lewat Wikipedia.

Makanya disebut “disruptif” atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “mengganggu”.

Untuk menciptakan sebuah inovasi tentu tidaklah mudah, oleh karena itu penting generasi yang mendalami bidang teknologi dibangku kuliah diberi wawasan dari dunia luar kampus agar antusias dan skilset mereka bertambah.

Itu pula yang dilakukan para aktivis mahasiswa STMIK – Rosma Karawang membuat seminar khusus guna menambah wawasan luar yang belum tentu didapati dibangku kuliah.

Hal ini yang diungkapkan Muhamad Fajar Sidik selaku BEM (Badan eksekutif Mahasiswa) STMIK Rosma dan Ketua HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika ) ; Muhamad Alharbi.

Bagi mereka selain mengangkat eksistensi dan kredibelitas kampus, kegiatan ini pun sangat berguna untuk perbandingan apa yang terjadi di luar kampus dalam dunia IT secara umum.

Seminar dan workshop ini juga dirasakan manfaatnya sebagai ajang pembuka jendela pengetahuan dalam menambah wawasan berinteraksi dari berbagai ancaman cyber war di dunia maya.

Kurangnya talent untuk area cyber security menjadi sebuah alasan pentingnya sebuah edukasi dan pengenalan adanya banyak profesi yang dibutuhkan dalam dunia cyber security.

Masuk dalam pembahasan, bahwa sudah sejogjanya hal itu dilakukan mulai dari awal kuliah karena dari hasil survey yang telah dilakukan Xynexis di 5 kota besar Indonesia. Bahwa, hampir 60 persen mereka tidak tahu apa itu profesi di cyber security.

“Jika sebagian peserta antusias untuk punya start up dan sebagian mau menjadi Security Professional maka bagus sekali. Karena pemerintah punya wadah program untuk itu,” ujar Eva Noor.

Ada program 1000 start up untuk generasi muda yang ingin wirausaha dan ada program Born to Protect untuk generasi muda yang tertarik masuk ke dunia cyber security.

Menjadi catatan, seminar tentang IT Security Research & IT Bussines–STMIK Rosma, Karawang Jawa-barat yang dikomandoi oleh Tanto Hermanto sebagai ketua pelaksana.

Acara itu menghadirkan tiga pembicara luar kampus seperti Eva Noor–CEO PT Xynexis International mengupas tentang Building Cybersecurity Talent, Andi Maulana – Konsultan Open BSD yang berbicara tentang Social Engineering serta Ridho Maland – DracOS dengan paparan seputar Mobile Hacking.

Yang menarik dalam paparan seminar itu, pembicara menyampaikan dengan gaya pendekatan kekinian (istilah sekarang yang sedang trend; red).

Dimana, salah satu pembicara membahas dunia IT yang cukup njelimet , kemudian dijelaskan dengan santai penuh canda disertai gimik gimik menyesuaikan pasion anak muda sehingga suasana menjadi nyaman dan mudah dimengerti para audiens yang ikut dalam acara tersebut.

Acara yang berhasil memenuhi target peserta sebanyak 150 lebih peserta yang hadir bukan hanya dari kalangan mahasiswa STIK – Rosma, ada juga dari kalangan pelajar sekolah menengah dan SMP bahkan yang sudah bekerja di dalam kota Karawang maupun mereka yang datang dari luar Karawang.

Antusiasme ini yang dinilai sangat positif. Ke depan, STMIK Rosma akan membuat kegiatan serupa yang mungkin saja bersinergi dengan kampus lain di luar Karawang, bahkan instansi atau perusahaan-perusahaan.

Maksudnya, tentu saja agar bisa bersinergi dalam pengembangan SDM yang ada.

Bagi STMIK Rosma sendiri kegiatan worshop dan seminar adalah kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan dari berbagai bidang akademik yang ada. Demikian penjelasan, Yudin Wahyudin SE. MM, MOS, Purek III bidang kemahasiswaan mewakili kampus saat seminar diselenggarakan (3/12/2017) di Karawang Jawa Barat.

(Beng)

baca juga: majalah eksekutif edisi terbaru, tentang generasi Alpha

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width