Catatan Ambang Tahun Baru: “Bodoh Massal Berkat Gadget”

  • Redaksi
  • 4 ago
  • 0

Oleh: Capt Iwan Wirahadikusuma

Bertahun-tahun yang lalu, waktu baru punya BLACKBERRY dan ikutan grup “ortu” Al Izhar, suatu saat saya shock waktu seorang sobat ’nyeletuk’ di gadget baru saya: “Abis, lama amat sih ngetiknya!”

Itu jamannya sedang terbentuk budaya baru, yaitu ”Satu kalimat pendek terdiri dari singkatan kata-kata.”

Buat saya kontras itu sangat terasa dan terlihat ironis sekali.

Karena sobat ini dan saya adalah sama-sama moderator di milis ALIZ FORUM. Milis paling bebas aktif, seru seram menegangkan yang dicintai oleh seluruh anggotanya.

Tempat member bertempur adu pendapat dan pikiran tanpa dibatasi pagar-pagar tabu dan larangan.

Hanya satu norma yang wajib dipegang teguh: Lakukan komunikasi dengan bermartabat. Tidak boleh ada caci-maki dan atau hina-menghina.

Dan sobat tadi adalah moderator yang galak menerapkan aturan ”No One Liner Policy.” di milis itu.

Beliau membuat autopost NETTIQUETTE yang muncul di milis setiap tanggal satu setiap bulan. Yang memuat aturan antara lain, no one line, no flaming dan lain sebagainya.

Saya takjub bahwa dalam sekejap policy itu berubah total hanya karena munculnya barang ajaib bernama BLACKBERRY.

Dan, lebih takjub lagi menyaksikan bahwa dengan berjalannya waktu dan semakin canggihnya teknologi, sikap dan moral pemakai juga berubah drastis dengan suka-cita.

Sementara tata-tertib di milis Yahoogroups.com sarat dengan nettiquette yang wajib dipatuhi tanpa kompromi, teknologi yang sekarang sudah meningkat dari BB ke WA menyebabkan individu yang sama semakin bebas dari aturan, tata-tertib dan sopan-santun pergaulan.

Kalau di budaya milis flaming dan atau one liner subject to moderation
(artinya posting-postingnya dikendalikan harus disaring dulu oleh moderator sebelum dipublikasikan), budaya WAG bebas dari segala aturan.

Member WAG bebas untuk melabel bahkan melecehkan sesama member kapan saja dia mau. Menyerang pribadi pada saat kehabisan argumen diapresiasi. Memuat kabar bohong atau HOAX bukan perbuatan yang memalukan.

Orang-orang yang sama yang dulu aktif berdebat dan berdiskusi secara intelektual dan penuh dignity di milis, sekarang berubah seragam jadi malas baca dan atau memverifikasi posting yang muncul di WA.

Member berlomba-lomba menjadi orang yang pertama posting atau duluan mengomentari issue hangat yang muncul, tanpa mau bersusah-payah untuk terlebih dahulu mengecek kebenaran beritanya.

Kalau terbukti kelirupun, orang yang sama pantang untuk mengakui, apalagi mengaku salah.

Terlebih-lebih lagi sampai meminta maaf. (Ada yang ingat siapa yang pernah meminta maaf karena memuat berita yang ternyata tidak benar? Atau keburu ngomentar berdasarkan data yang keliru?)

Banyak sekali perubahan sikap dan moral yang sangat ekstrim akibat kemajuan teknologi ini. Tapi, saya tidak bermaksud untuk menilai dan menghakimi.

Ini kontemplasi, menengok kembali ke belakang sejauh mana sebenarnya saya sendiri telah berjalan.

Yang bisa-bisanya membawa kita semua ke posisi dan keadaan seperti judul tulisan ini: ”BODOH MASSAL BERKAT GADGET”

Untuk kalangan seperti kita, sungguh sangat memalukan.

Pendidikan dan pengalaman hidup yang mahal, susah dan lama, dalam sekejap menjadi obsolete akibat gadget seukuran telapak tangan atau bahkan lebih kecil lagi!

Masya Allah!

Pamulang, 28 Desember 2017.
Di ambang tahun yang baru

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width