• Homepage
  • >
  • Ekonomi
  • >
  • Kembangkan Potensi Lobster dan Wisata di Lombok Timur; Kurtubi: “Perlu Moda Transportasi Udara”.

Kembangkan Potensi Lobster dan Wisata di Lombok Timur; Kurtubi: “Perlu Moda Transportasi Udara”.

  • Redaksi
  • 20 ago
  • 0

Elong merupakan Desa di Jerowaru, yang merupakan sebuah kecamatan yang terletak di ujung selatan Telong Lombok Timur.

Jerowaru juga dikenal dengan sebutan “Sekaroh” karena potensinya dalam pengembangan budidaya perikanan laut, salah satunya adalah lobster.

***

Setelah beberapa waktu lalu sempat mengadakan pelatihan tentang budidaya lobster bekerja sama dengan BBIL (Balai Bio Industri Laut), LIPI di Lombok Utara dengan Kementerian Ristek Dikti RI, dimana para pesertanya adalag para nelayan Telong Elong, tanggal 26 Desember 2017 ini Anggota DPR RI, Kurtubi mengunjungi Desa Telong Elong tersebut.

Politisi NasDem ini menyaksikan secara langsung bagaimana proses pembesaran lobster hasil tangkapan laut dilakukan oleh para nelayan.

Para nelayan umumnya sudah mampu melakukan pembesaran dengan baik, teknologi sederhana mengenai treatment air untuk mengkondisikan air tetap terjaga kualitasnya telah dilakukan nelayan.

Demikian juga dengan perlakukan karantina pada lobster yang baru datang agar bisa adaptasi dan meminimalisir penularan penyakitpun telah dilakukan.

Sayangnya, para nelayan belum mampu mengatasi jika lobster terkena “penyakit susu” yaitu warna putih pada permukaan perut lobster yang bisa menyebabkan lobster mati dengan penularan yang cepat.

Menanggapi permasalahan penyakit ini, Kurtubi telah menyampaikan agar LIPI sebagai lembaga riset Pemerintah segera melakukan penelitian dan mendesiminasikan penelitiannya ke masyarakat nelayan.

Selain itu, nelayan juga mengeluhkan tentang keterbatasan nelayan dalam hal pemasaran lobster, karena keterbatasan packaging dan transportasi maka nelayan lebih memilih menjual tangkapan ke pedagang yang lebih besar dengan resiko harga yang lebih murah.

Para nelayan berharap, ada uluran Pemerintah untuk membantunya dalam pembinaan dan pemasaran.

Selama ini nelayan mendistribusikan hasil tangkapan laut dengan jalur darat dan laut, hal ini dinilai sangat tidak efisien karena memerlukan waktu yang lama dengan resiko rusaknya lobster atau mati.

“Kami berharap agar Pemerintah bisa menghidupkan Bandara Rambang di Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur, Lombok timur, agar distribusi komoditas lobster ke luar daerah bisa lebih cepat dan efisien,” ujar mereka.

Bandara Rambang merupakan bandara pertama yang dimiliki Lombok yang dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1936.

Bandara ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kecamatan Labuhan Haji yang juga sebagian besarnya adalah nelayan serta berbatasan langsung dengan Desa Pijot Kecamatan Keruak.

Para Nelayan berharap akan ada pesawat kecil jenis twin otter yang bisa beroperasi melayani penerbangan Lombok Timur ke Denpasar, maka komoditas lobster bisa cepat dieksport ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan Korea melalui Denpasar.

Menanggapi aspirasi nelayan tersebut, Anggota Kopmisi VII DPR RI menyatakan, bahwa sebagai kawasan dengan potensi lobster yang luar biasa Telong Elong dan Kawasan Jerowaru ini harus dikembangkan.

Tidak saja dari sisi komoditas lobsternya saja tetapi dari sisi keindahan alamnya juga menyimpan sejuta pesona pariwisata yang eksotis (Pantai Surga, Sungkun, Kaliantan, Cemara, Gili Sunut dan Tanjung Ringgit adalah tempat-tempat yang senantiasa dikagumi oleh siapapun yang memandang).

“Oleh sebab itu jika bandara Rambang bisa dihidupkan kembali dan ada pesawat twin otter yang beroperasi disana maka tidak saja mempercepat distribusi lobster siap konsumsi untuk dieksport tetapi juga akan berdampak pada meningkatnya arus wisatawan masuk dan menghabiskan uangnya di Lombok Timur ini”, Kurtubi menekankan.

Nelayan lobster di Lombok Timur menginginkan agar hasil lobster yang nenenuhi syarat expor, bisa diangkut dengan pesawat kecil Twin Otter dari Lombok Timur ke Denpasar. Bisa diexport ke Hongkong dan negara lain, dalam keadaan fresh.

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width