Staf Khusus Presiden “Ancam” Mantan Komisioner HAM

  • Redaksi
  • 28 ago
  • 0

“Saya kepala suku dan dia harus menghadap ke saya,” papar Lenis Kogoya terhadap Natalius Pigai

Kunjungan Jokowi ke Papua dikritik tak bermanfaat, hanya habiskan APBD. Itu salah satu ucapan kencang dari mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. “Ketika saya kritik itu, itu kritik berdasarkan fakta di lapangan,” kata Pigai yang menilai saat ini Presiden Jokowi tidak memilih orang-orang yang berkompeten untuk membantu dalam menyelesaikan persoalan Papua.

Menurut Pigai, kebijakan pemerintah kerap tak menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh orang Papua. “Saya kasih pesan ke Jokowi, bahwa jangan dengar orang-orang yang tidak berkualitas, tidak kompeten untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua,” tuturnya. Ia pun mengkritik kedatangan Jokowi ke Papua sebanyak empat kali di Tanah Papua selama dua tahun masa kepemimpinannya merupakan hal yang sia-sia. Sebab, kunjungan tersebut tidak membawa dampak apa pun bagi warga Papua.

Natalius Pigai Sebagai Pengkritik Jokowi

“‎Natalius saya mau sampaikan, saya kepala suku Papua. Stop bicara mulai dari detik ini. Saudara Natalius selalu keluarkan kata-kata yang fitnah, lambang negara yaitu Presiden,” ujar Lenis yang mengaku sangat marah mengingat kritikan-kritikan yang dilontarkan Natalius bukan bersifat membangun, tetapi lebih ke arah fitnah‎ dan hal tersebut jauh dari budaya orang Papua yang ramah serta menjunjung tinggi keberagaman.

‎”Saya mau sampaikan bahwa tidak ada budaya di Papua untuk kekerasan dan kritik fitnah ke presiden. Jadi saudara Natalius stop bicara, kalau tidak mau dengar lagi, saya cari dia, saya kepala suku dan dia harus menghadap ke saya,” papar Lenis, yang mengimbau kepada Natalius untuk pulang ke kampung halamannya ‎dan mencoba masuk ke daerah pedalaman serta rawan di Papua, agar dapat memahami apa yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.

Lenis Kogoya, geram terhadap mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia yang juga berasal dari Papua, Natalius Pigai. Jokowi hadir bahkan sampai ke pelosok-pelosok yang rawan. “Natalius tidak punya hak untuk mengkritik Presiden,” ujar Lenis yang tampak terlihat tidak bisa menahan emosinya. “Saya sudah sangat marah, kepala suku provinsi sudah sangat marah,” katanya tegas.

Staf khusus Papua yang merupakan kepala suku

baca juga: majalah MATRA cetak (print)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width