Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018

  • Redaksi
  • 22 ago
  • 0

“Masih seperti biasa, aktif di kegiatan di TNI AL,” ujar Laksamana Ade Supandi, ketika ditanya kegiatannya jelang Purna Tugas 1 Juni 2018. Wawancara orang nomer satu di Angkatan Laut ini tak repot, bisa dengan lewat teknologi whatsapps. Padahal, beliau sedang repot mengurus banyak hal, sebagai KSAL melakukan kerja-kerjanya.

Malam ini, pria kelahiran Batujajar, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 1960 itu sedang sibuk menjadi penanggung jawab acara bertajuk Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 pada 4 – 9 Mei 2018 di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara Latihan Militer Laut Gabungan tersebut merupakan program dua tahunan yang diadakan secara rutin oleh TNI Angkatan Laut Republik Indonesia dan didukung oleh negara-negara asing. Dari rencana hadir 32 negara, dengan diantaranya 17 negara kirimkan aset kapal perang untuk latihan, bertambah menjadi 50 negara.

MNEK adalah latihan militer bersama dengan melibatkan banyak negara yang telah diadakan sejak tahun 2014. Salah satu tujuannya membangun kepercayaan angkatan laut negara-negara di dunia, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan keamanan maritim.

“Negara-negara peserta latihan ini telah melaksanakan diplomasi bagi negaranya yang menjadi salah satu peran universal angkatan laut di dunia,” ujar Laksamana Ade Supandi, yang merasa bangga TNI AL menjadi bagian dari pagelaran besar dalam bidang militer khususnya di kemaritiman Indonesia.

Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 yang dipusatkan di Pelabuhan Lembar NTB dan mengambil tema ‘Cooperation to Respond to Disaster and Humanitarian Issues’.

(Kerja Sama untuk Menanggapi Bencana dan Permasalahan Kemanusiaan) sesuai dengan kondisi letak geologis Indonesia yang sangat rawan bencana karena terletak pada cincin api (ring of fire) yang berpotensi terjadi bencana gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan tanah longsor.

“Latihan militer bersama MNEK, menjadi sarana tepat bagi TNI AL untuk berlatih bersama dengan angkatan laut negara-negara sahabat sebagai persiapan dalam menangani bencana alam dan permasalahan kemanusiaan di suatu kawasan yang perlu mendapat perhatian semua negara,” papar putra Pasundan yang sangat concern terhadap dunia Maritim.

MNEK 2018 dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan TNI AL serta utusan angkatan laut dari 50 negara sahabat. Masing-masing negara akan mengirimkan kapal perang dan pesawat udara.

Diperkirakan sekitar 5.000 Anak Buah Kapal (ABK) kapal asing berbagai negara akan terlibat dalam kegiatan ini dan mengunjungi kawasan Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok.

Selain latihan militer, MNEK 2018 juga menggelar kegiatan menarik seperti pelayaran kebangsaan, pameran maritim, kirab kota, Mataram Komodo Fun Run dan fun bike, culinary program, culture performance, city tour, spouse program, kemah pesisir, dan marine village, dan transpaltasi terumbu karang.

Tak kalah menarik adalah kegiatan Medcap (Medical Civic Activity Program) berupa pengobatan umum, bedah minor dan penyuluhan kesehatan di Lombok Utara dan Nusa Penida, dan Encap (Engineering Civic Activity Program) berupa bedah rumah di Nusa Penida dan pengerasan jalan di Lombok Utara.

Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) merupakan latihan militer angkatan laut gabungan yang diadakan pertama kali di Batam, Kepulauan Anambas dan Natuna pada 29 Maret – 3 April 2014 dan diikuti oleh 18 negara. MNEK 2014 dalam bentuk Disaster Relief at Sea serta bakti sosial.

Pada tanggal 12 – 16 April 2016, TNI Angkatan Laut menyelenggarakan 2nd Multilateral Naval Exercise (MNE) Komodo 2016 yang diikuti oleh 35 negara.

Acara ini dirangkai dengan International Fleet Review (IFR) 2016, 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016, Naval Workshop, Maritime Exhibition, Engineering Civic Action Program (Encap) dan Medical Civic Action Program (Medcap) di Padang dan Kepulauan Mentawai (Pulau Sipora dan Pulau Siberut).

Untuk mendukung MNEK 2018, Net1 menyediakan 5 site dedicated di area Bali dan Lombok yang cukup mencukupi bagi akses telekomunikasi untuk 30 kapal perang TNI AL.

Net1 Indonesia juga telah memperkuat VPN-IP, Internet/WiFi dan bandwidth di Pulau Gili Trawangan dan Pulau Lombok (NTB) dan Pulau Nusa Penida (Bali), untuk kebutuhan video streaming, koneksi data, dan CCTV guna mendukung kelancaran MNEK 2018.

Untuk mengakomodasi kebutuhan bisa menjangkau kawasan-kawasan yang menjadi area untuk MNEK 2018. Seperti diketahui, Net1 Indonesia yang menggunakan akses 4G LTE dengan frekuensi 450MHz mampu menjangkau seluruh Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Wawancara ekskslusif KSAL Laksamana Ade Supandi di Majalah Eksekutif (print) cetak – klik ini

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width