• Homepage
  • >
  • Nasional
  • >
  • Momen KSAL Langsung Dari Kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018

Momen KSAL Langsung Dari Kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018

  • Redaksi
  • 21 ago
  • 0

Semoga, “Melalui perhelatan skala international ini melahirkan banyak ide tentang kemaritiman.”

Kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 berlangsung dari 4 – 9 Mei 2018 ini, mengambil tema “Cooperation to Respond to Disasster and Humanitarian Issues”. Jumlah yang hadir sekitar 50 negara, dengan diantaranya 17 negara kirimkan aset kapal perang untuk ikuti latihan di perairan Lombok.

“Bukan latihan perang, tapi mengundang Angkatan Laut negara-negara sahabat untuk bekerja sama dalam menangani bencana alam dan membantu masalah-masalah kemanusiaan,” ujar Laksamana Ade Supandi, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) di tengah peninjauan lokasi kegiatan di Lombok Utara.

KSAL di tengah laut bersama koleganya berbicara serius, tak hanya bicara soal tugas pokok TNI AL di negara kita yang terdiri dari ragam pulau-pulau. Output dari latihan multilateral ini, menjadikan Indonesia tak hanya disambangi banyak wisatawan mancanegara. Tapi, juga akan datang para tentara dan militer dari luar negeri.

Latihan bersama yang melibatkan banyak negara ini, salah satu tujuannya untuk membangun kepercayaan Angkatan Laut kita di negara-negara dunia, khususnya yang berkaitan dengan permasalahan keamanan maritim.

Pelayaran kebangsaan yang ada dalam kegiatan tersebut. “Merupakan kegiatan penting dalam bentuk latihan non-perang dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional untuk mendapatkan dasar bangunan kuat yaitu kepercayaan, kepercayaan antar negara dan antar angkatan laut,” ujar Ade Supandi, pria lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI angkatan ke-28 tahun 1983 ini.

Menurut KSAL, selama pelaksanaan Komodo Exercise 2018, kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi penandatanganan prasasti, pembangunan infrastruktur atau Engineering Civic Action Programme (Encap), bakti kesehatan atau Medical Civic Action Programme (Medcap), parade kota, program budaya, pameran maritime, fleet run, fun bike, program kuliner, hingga transplantasi terumbu karang, dan sailing pass.

Sebuah momen yang demikian jarang terjadi, di mana masyarakat umum, bisa menaiki kapal induk dari berbagai angkatan laut di dunia.

Untuk itu KSAL berharap, momentum ini dimanfaatkan dengan baik bukan saja untuk Angkatan Laut. Tapi, lebih jauh lagi, adalah untuk promosi destinasi pariwisata, juga sebagai wahana pembelajaran bagi generasi muda mengenai dunia Maritim. Karena kita semua dapat berinteraksi secara langsung dengan delegasi dari negara-negara yang masing-masing membawa kapalnya.

“Dalam kegiatan ini, memang para generasi muda akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi kapal-kapal yang ada,” ujar Ade Supandi.

Masih menurut orang nomer satu di TNI-AL itu, dalam menggelorakan semangat cinta bahari, masyarakat juga akan diberikan kesempatan merasakan berlayar bersama kapal TNI AL. Semoga, “Melalui perhelatan skala international ini melahirkan banyak ide tentang kemaritiman sebagai bagian dari potensi industri pariwisata kita”.

baca juga: majalah eksekutif terbit sejak 1979 – klik ini

Ekslusif Untuk Majalah MATRA

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Be designer for your site
Background Pattern
                       
Background Image
           
Skins
           
Page Width
Full Width Boxed Width