0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Ekonomi

KSAL kedua Asal Tatar Sunda, Laksamana Ade Supandi

46Views

Bersama KSAL yang baru, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji

MATRANEWS.id – Sekitar 55 tahun silam, tepatnya pada 17 Juli 1959 Laksamana RE Martadinata dilantik oleh Presiden Sukarno sebagai Menteri/Panglima Angkatan Laut (Menpangal) menggantikan Laksdya R. Soebijakto.

RE Martadinata merupakan salah satu pimpinan Angkatan Laut yang membawa kemajuan bagi pembangunan matra laut pada masanya.

Kesamaan antara Laksamana RE Martadinata dan Laksamana TNI Ade Supandi, keduanya sama-sama putra Pasundan, yang disebut Tatar Sunda. RE Martadinata dibawah pimpinan Bung Karno fokus membangun Bangsa ini dari maritim.

“Tiap KSAL menghadapi tantangan yang berbeda di setiap masa jabatannya,” ujar Laksamana Ade Supandi, yang baru saja dari tentara beralih menjadi orang sipil.

Mantan KSAL yang dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) di Istana Negara Jakarta, Rabu (31/12-2014), pensiun pada 1 Juni 2018 lalu. “Sekarang, saya lagi mengurus desertasi,” ujar mahasiswa S3 IPB Bogor ini.

Ade Supandi mengaku, lagi sering bolak-balik Jakarta-Bogor, sibuk menulis dan baca buku dalam kaitan menyelesaikan tugas akademis.

Tatkala “ditodong” pertanyaan perkembangan politik tanah air, termasuk ditanya-tanya soal Wapres dan situasi Pilpres 2019. Ia hanya menjawab singkat, “Prihatin.”

Loh?

Ternyata, jawaban prihatin itu dalam konteks, menanggapi kecelakaan laut yang banyak terjadi belakangan.

Kalimat prihatinnya itu, bukan jawaban, berkait situasi ekonomi atau politik yang “suhu”nya meninggi. Akan tetapi, jawaban singkat, menanggapi musibah tenggelamnya kapal penumpang yang membawa korban manusia.

“Kapal laut, sesungguhnya sama-sama rigid soal keamanan dan cuaca buruk, tapi untuk aspek keamanan memang lebih ketat di penerbangan,” ujar Ade Supandi, yang ternyata desertasinya juga meninjau “kecelakaan laut.”

ASUP alias Ade Supandi menyebut, over capasity di kapal, ditambah usia kapal yang lawas, akan berakibat buruk tatkala kondisi cuaca dan perairan labil. “Jadinya, ya terjadilah hal yang tidak diinginkan, yakni kecelakaan laut,” ujar pria yang sering disebut sebagai KSAL kedua asal Tatar Sunda.

Dalam kacamata positif, Ade Supandi menekankan situasi saat ini kita boleh bangga, kita merupakan negara maritim yang makmur.

Di tengah lalu lintas perairan khususnya, di negara yang sudah makmur itulah. “Kelaikan angkutan laut, diperlukan sarana yang memadai, keselamatan barang dan orang menjadi prioritas, jangan hanya diperhatikan saat momentum lebaran, misalnya,” kata Ade mengingatkan.

“Nanti deh, kita kopi darat, ngobrol santai. Jangan di udara semacam ini,” pria yang sedang berasyik bersama sang istri tercinta, berlibur di desa, saat di wawancara lewat Whatsapps.

sumber: ANTARANEWS.co.id

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas