Nasional

Permohonan Maaf Panglima Angkatan Bersenjata Australia

394

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan telah mendapatkan surat dari Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Marsekal Mark Donald Binskin, yang berisi permintaan maaf terkait adanya kasus pelecehan Pancasila yang dilakukan salah satu anggota anggota Australian Defence Force (ADF).

“Saya berterima kasih atas niat baik Panglima Australia Marsekal Mark Binskin yang telah menyampaikan permohonan maaf dan kemudian mengganti kurikulum Australian Defence Force serta mengadakan investigasi,” katanya di Jakarta, Kamis (5/1).

Gatot menjelaskan, isi surat Marsekal Mark Binskin kepada Panglima TNI terkait empat hal, yang berisikan permohonan maaf, perbaikan kurikulum, akan melaksanakan investigasi, dan akan mengirimkan Chief of Army Australia untuk datang meminta maaf serta klarifikasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat dan kepada Panglima TNI.

“Saya dengan Marsekal Mark Binskin adalah sahabat, dia adalah teman baik saya, dan beliau sudah mengirim surat kepada saya terkait permohonan maaf tersebut,” ucapnya. “Terlalu menyakitkan dan tidak perlu saya jelaskan di sini, tentang tentara yang dulu, tentang Timor Leste dan tentang Papua yang terus minta merdeka serta Pancasila yang dipelesetkan menjadi Pancagila dengan lima silanya yang tidak benar,” kata Panglima TNI.

Terkait dengan penangguhan kerja sama militer dengan Australia, Panglima TNI menjelaskan kebijakan TNI ini menunggu sampai adanya hasil investigasi dan penyelesaian serta klarifikasi dari pihak militer Australia. “Saya sampaikan bahwa, untuk sementara kerja sama di bidang pendidikan militer dihentikan dulu dan akan kita evaluasi.

Saya tidak akan ke Australia, tapi menunggu dari hasil investigasi,” katanya. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menangguhkan sementara kerja sama militer dengan Australian Defence Force (ADF) sejak pertengahan Desember 2016. Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap masalah dengan Australia bisa segera diselesaikan dengan baik sehingga tidak akan mempengaruhi latihan bersama militer Indonesia dan Australia di masa mendatang.

“Ini masalahnya biar di-clear-kan dulu lah, karena masalah itu meskipun di tingkat operasional tapi juga masalah prinsip,” katanya. Presiden menuturkan mendapat laporan langsung dari Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Riyacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Saat ini masalah itu saya sudah perintahkan untuk ditangani oleh Menhan dan Panglima TNI. Saya kira hubungan kita dengan Australia ya masih dalam kondisi yang baik-baik saja, hanya mungkin di tingkat operasional ini yang perlu disampaikan agar situasinya tidak panas,” imbuh Presiden.

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »