Rabu, Agustus 21, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Ekonomi

Air Kemasan Unik

Oleh: Fudji Wong Founder & CEO FujiRO

429Views

MATRANEWS.id — Inspirasi bisnis bisa muncul dari mana saja. Termasuk saat sedang menikmati hobi. Fuji Wong misalnya, bermula dari mengantarkan tamu asing memancing, kebetulan saat itu relasinya membawa alat portable drinking water, dia kini dikenal sebagai pemain bisnis mesin penjernih air minum merek FujiRO dan depo air minum isi ulang FujiRO.

Saban hari, ruko yang dipasang papan nama bertulisan FujiRO Bukan Air Minum Biasa itu tidak pernah sepi didatangi pengunjung.

Fuji dikenal sebagai Fishing Coordinator Indonesia. Dia berperan mengoordinasi para konglomerat atau kaum berduit yang memiliki hobi memancing di laut. Kliennya tidak hanya the haves dari Indonesia, melainkan juga kalangan ekspat (orang asing). Bayangkan, sekali memancing setiap klien harus merogoh kocek Rp 35 juta per jam.

Dari olahraga dan hobi memancing ini, Fuji menjalin relasi dengan banyak orang penting.

Nah, suatu ketika dia sedang melayani klien asal Jepang, Naomi Fuji Hiro yang membawa alat portable drinking water yang berfungsi untuk menyaring air hingga layak langsung diminum.

Pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, tahun 1968 ini pun berusaha mendapatkan suplai mesin penjernih air dengan kualifikasi jempolan. Ia merakit sendiri mesin tersebut dan diberi merek FujiRO.

Sejak awal, dia sadar mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual, sehingga merek mesin tersebut langsung dipatenkan. Nama FujiRO diambil dari nama depannya sendiri dan dikombinasi dengan kata RO yang kepanjangan dariReverse Osmosis, yaitu teknologi penjernihan air.

Tahun 2003 sertifikat hak paten FujiRO resmi dikantongi Fuji dari Depkumham RI. Guna memperoleh mesin yang berkualitas, Fuji menyempatkan diri survei ke pabriknya secara langsung di luar negeri, sekaligus order barang dalam jumlah besar.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mesin dan membran, dia memilih produk Amerika Serikat, lalu alat filter dia lebih suka buatan Taiwan, sedangkan casing-nya dari Korea.

Target pasar yang dibidik FujiRO adalah segmen ritel dan korporat. Kemasan FujiRO mulai menjadi perhatian banyak orang. Selain diteguk habis, botolnya pun dikoleksi. (*)

#

Ketika Air Menjadi Mahal
1. Zaman sekarang unik, air yang mencari orang. Bukan orang mencari air. Dahulu orang di desa mencari air, mengambil air di sungai maupun di mata air.
Sekarang, air yang mencari orang?
Kok bisa? Ya, bisa saja. Buktinya seorang Ibu Rumah tangga ketika air galonnya habis, apa yang dilakukan? Dia akan angkat telepon dan minta dikirim airnya bukan?
Nah, kemudian airnya datang menghampiri Ibu tadi. Nah bagaimana Ibu tahu nomor kenal air tersebut ? Nah simak hasil pengamatan dari Fudji Wong.
2. Air zaman sekarang ini KEREN ga cukup disebut air minum, tetapi: Air Energy, Air Bio, Air Hexagonal, Air Alkali, dll.
3. Air zaman sekarang ini seperti Motivator, yang selalu punya motto: air kesehatan, bukan air minum biasa, air menakjubkan, think what you drink,
air minum orang pintar, air minum orang bejo dll.
4. Air zaman sekarang seperti foto model, sering sekali difoto dan tampil sebagai brosur, poster yang terpampang di desa hingga ke restoran/hotel/kafe papan atas.
5. Air zaman sekarang seperti artis/selebritis, yang kerap kali masuk media cetak, elektronik radio hingga televisi.
6. Air zaman sekarang ini seperti pilkada, yang mempunyai tim sukses, bahkan memiliki SPG (sales promotion girl) dll.
7. Air zaman sekarang seperti peragawati, yang baju dan kemasannya aneka bentuk yang warna warni.
8. Air zaman sekarang ini seperti tour guide yang sering bepergian ke sana sini.
9. Air zaman sekarang ini tidak GAPTEK (gagap teknologi) tidak mau sekadar direbus, tetapi diperlukan teknologi tinggi dan terkini.
10. Air zaman sekarang naik mobil, bukan hanya dipikul saja. Bahkan kadang naik mobil besar, yang nilainya ratusan juta.

Nah ! untuk itulah makan biaya yang tidak sedikit, dan akhirnya Air Minum zaman sekarang menjadi mahal!

baca juga: majalah MATRA edisi terbaru — cetak/print — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »