Gaya hidupHukum

Anang Iskandar Mengajak Eksekutif Peduli Bahaya Narkoba

Bersama CEO majalah Eksekutif (S.S Budi Rahardjo) dan Asri Hadi (pemred Indonews)
240

Bersama CEO Majalah Eksekutif (S.S Budi Rahardjo) & Pemred Indonews (Asri Hadi)

MATRANEWS.id — Anang Iskandar terus semangat, seperti taglinenya, yang hingga kini menggelora: “Semangat”.

Menjadi bagian dari eksekutif klub, kumpulan dari orang-orang hebat, Jenderal kelahiran Mojokerto, 18 Mei 1958 itu tak hanya sibuk bercocok tanam dan berkebun di sebuah lahan dekat rumah pribadinya, saat akhir pekan.

Tinggal di kawasan Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Anang Iskandar memang laiknya petani, asyik bertanam beberapa sayuran, cabai, jeruk purut, buah naga hingga singkong. Ia juga beternak ikan dan hewan ternak lainnya.

“Bukan untuk dijual, tapi buat dimakan sendiri sama keluarga,” tuturnya suatu kali, saat mengajak dua petinggi media massa yang juga aktif di NGO bahaya narkoba untuk makan siang di sebuah mall di Jakarta Selatan.

Pria yang di hari ulang tahunnya kemarin, baru saja meluncurkan sebuah buku lagi.

Alumnus Universitas Trisakti Jakarta itu sudah menyelesaikan delapan buku. “Yang terakhir buku mengenai konstruksi hukum, perang melawan narkotika,” ujar mantan Kepala Polda Jambi itu.

Sosok yang mendapat penghargaan Bintang Emas dari majalah MATRA di tahun 2014, berkomitmen hari-hari diisi kegiatan sosial.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Anang Iskandar ini tak hanya aktif menjadi dosen di almamaternya dan mengajar di Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Sibuk menjadi guru dan mengajar di Kampus, tekatnya dalam sosialisasi buku itu adalah, menjelaskan bahwa penyalahguna dijamin rehabilitasi. Sedangkan, pengedar diberantas dan dihukum berat.

Pria yang jago melukis dan mahir mencukur rambut ini terbuka dengan LSM atau pihak manapun yang bekerjasama, untuk terus memberi edukasi ke masyarakat, bahwa Negara berkewajiban mencegah. “Juga merehabilitasi penyalahguna dan memberantas pengedarnya dengan hukuman setimpal,” ujarnya.

Jika selama ini, langkah Anang masih parsial, bersama RIDMA Foundation, LSM yang menjadi bagian dari UNODC, siang itu dirancang agar semua yang dilakukan lebih terprogram dan berkesinambungan.

Tak lain, adalah mengedukasi masyarakat dari Sabang hingga Merauke memahami esensi dari negara-negara di dunia dalam perang melawan narkotika.

AKABRI Kepolisian pada tahun 1982 ini, bahkan mencetak sendiri bukunya yang mensosialisasikan kebijakan global, bahwa penyalahguna ini dicegah, dilindungi, diselamatkan dan dijamin undang-undang untuk direhabitasi.

”Status hukuman rehabilitasi sama dengan hukuman penjara, karena mereka orang sakit,” jelas Anang, mantan Kepala BNN panjang lebar, tentu saja dengan semangat.

baca juga: Majalah MATRA edisi cetak (print) terbaru — klik ini

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas