Angin Adalah Udara Yang Bergerak, Wusssssh

model: Jessica Alba

MATRANEWS.id — Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya.

Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. Apabila dipanaskan,
udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik.

Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun karena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi.

Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi
panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara
dingin ini dinamakan konveksi

Angin adalah pergerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pembentukan arah angin terjadi karena perbedaan tekanan udara di dua tempat berbeda.

Aliran angin berasal dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi menuju ke tempat yang bertekanan udara rendah.

 

 

Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Masuk Angin, Serta Cara Mencegahnya
Ditinjau oleh dr. Alvin Saputra

Banyak yang mempertanyakan apa saja penyebab dan ciri-ciri masuk angin?

Sebenarnya istilah masuk angin itu sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Dalam hal ini, masuk angin bukanlah merupakan suatu jenis penyakit.

Akan tetapi, istilah masuk angin itu sendiri sudah cukup umum digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam menggambarkan kondisi tubuh mengalami keluhan tertentu seperti menggigil, demam, pegal-pegal, perut kembung, hingga sering sendawa.

Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, namun gejala masuk angin ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Untuk itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab dan ciri-ciri masuk angin agar dapat menghindarinya. Langsung saja, berikut adalah penjelasannya.

Penyebab Masuk Angin

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam dunia medis tidak ada yang disebut sebagai masuk angin.

Meskipun begitu, penyebab masuk angin ini seringkali dikaitkan atau disamakan dengan flu-like symptoms. Selain itu, masuk angin ini juga kerap dikaitkan dengan dispepsia atau gangguan pencernaan.

Di kalangan masyarakat sendiri, penyebab masuk angin seringkali dikaitkan dengan aktivitas kehujanan atau terpapar angin dalam waktu lama.

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena faktor cuaca tidak selamanya dapat menjadi penyebab seseorang mengalami masuk angin.

Namun faktor cuaca ini juga bisa menjadi penyebab yang mendorong seseorang mengalami masuk angin secara tidak langsung. Pasalnya, ketika musim hujan, paparan sinar matahari yang mengandung vitamin D pun akan berkurang.

Karena tubuh kekurangan vitamin D, maka daya tahan tubuh akan menurun.

Hal ini akan semakin diperparah dengan kondisi padatnya aktivitas, istirahat yang kurang, asupan makanan dan cairan yang tidak mencukupi, yang pada akhirnya membuat seseorang menjadi lebih rentan lagi terhadap berbagai jenis penyakit.

Ciri -ciri Masuk Angin

Terdapat beberapa hal yang dapat mencirikan seseorang dikatakan mengalami masuk angin. Meskipun definisi dari masuk angin ini dapat berbeda-beda atau bervariasi, namun setidaknya ada beberapa gejala yang dikategorikan sebagai masuk angin, yakni sebagai berikut.

Demam dan menggigil

Keringat dingin bercucuran

Perut kembung

Sering kentut dan bersendawa

Mual dan muntah

Mengalami pilek

Sakit kepala

Nafsu makan menurun

Tubuh terasa lemah dan lemas

Apabila Anda mengunjungi dokter begitu merasakan gejala-gejala di atas, mungkin Anda tidak akan diberi diagnosis masuk angin.

Dalam hal ini, dokter akan memberikan diagnosis yang sesuai dengan gejala yang Anda rasakan.

Cara Mencegah Masuk Angin

Secara singkat, cara utama yang diperlukan untuk mencegah Anda terkena masuk angin adalah dengan cara menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga.

Berkaitan dengan ini, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yakni sebagai berikut.

Mengonsumsi makanan yang bergizi

Mencukupi kebutuhan cairan harian, paling tidak sebanyak 8 gelas per hari

Mencukupi waktu untuk beristirahat, paling tidak dengan tidur selama 7 sampai 8 jam

Tidak lupa berolahraga secara rutin

Membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan juga air mengalir, setiap akan makan maupun sesudahnya, setelah bersin atau batuk, keluar dari kamar mandi, hingga menyentuh hewan

Menggunakan pakaian hangat seperti jaket ketika menghadapi cuaca yang dingin

Mengonsumsi vitamin yang cukup untuk menjaga sistem imun tetap terjaga

Cara Mengobati Masuk Angin

Lantas bagaimana ceritanya jika sudah terlanjur terkena ciri-ciri masuk angin?

Apabila Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda akan diberikan resep obat-obatan yang bertujuan untuk mengobati atau meredakan gejala-gejala yang dirasakan.

Dalam hal ini, pengobatan simptomatik saja sebenarnya sudah cukup.

Selain itu, apabila Anda beristirahat dengan cukup dan terus mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi harian, maka kemungkinan untuk dapat sembuh dengan cepat juga akan semakin besar.

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri masuk angin, penyebabnya, serta cara mencegah dan mengobatinya yang perlu Anda ketahui.

Apabila keluhan yang dialami tak kunjung sembuh dan justru gejala yang dirasakan menjadi lebih parah, maka segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.

Jangan lupa untuk terus menjaga pola hidup yang sehat, karena bagaimanapun juga mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Tinggalkan Balasan