BudayaEkonomiHukumInternasionalKepolisianNasional

Anies Siap Sidak Istana Menjadi Viral. Maknanya Apa?

95

Berita Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan sidak ke istana menjadi trending topic. Kenapa demikian?

Menjadi menarik, ketika Anies dihadapan wartawan menyebut, membentuk tim untuk merazia gedung tinggi yang diduga menggunakan air tanah tanpa izin. Anies menegaskan tidak akan ragu menegakan aturan terhadap gedung-gedung yang melanggar.

Tim pengawasan dari Pemprov DKI akan memeriksa tiga hal di gedung itu. Pertama adalah memeriksa lokasi sumur resapan mereka, kedua memeriksa pompa air tanah, ketiga memeriksa instalasi pengelolaan air limbah mereka.

Ada 80 gedung yang rencananya akan didatangi mulai hari ini sampai tanggal 21 Maret.

Pengelolaan air di Istana Negara termasuk salah satu yang dibidik. Namun Anies menambahkan dirinya akan menyampaikan perihal ini terlebih dahulu.

“Kami ingin menegaskan pada semua pesan yang jelas bahwa penegakan aturan di DKI bukan hanya pada mereka yang kecil dan lemah. Penegakan aturan juga pada mereka yang kuat dan besar,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (12/3/2018).

Inspeksi untuk memeriksa pemakaian air tanah dan pengelolaan limbah dilakukan pada semua gedung di ibu kota, baik milik pemerintah maupun swasta. “Tahapannya [sekarang] Jalan Sudirman-MH Thamrin dulu. Semua yang ada di jakarta akan diperiksa. Semuanya di jakarta apapun [status gedungnya],” ujar Anies.

Anies menjelaskan inspeksi itu untuk menghentikan praktik pelanggaran di pemakaian air tanah dan pengelolaan limbah yang selama ini dilakukan oleh pemilik dan pengelola gedung-gedung di Jakarta. Dia menuding praktik pelanggaran tersebut selama ini didiamkan oleh Pemprov DKI era sebelumnya.

Dia beralasan, jika pengambilan air tanah berlebihan tak dikendalikan, akan berdampak pada percepatan penurunan muka tanah di ibu kota. Sedangkan pengelolaan air limbah yang tak sesuai peraturan dapat menyebabkan fungsi gorong-gorong di DKI Jakarta tak optimal.

“Yang penting begitu semua (aturan) diikuti, maka perusakan lingkungan akan hilang. Langkah kita menghentikan perusakan,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Saya minta semua pengguna perhatikan gedung-gedung anda. Bila merasa belum sesuai prinsip sustainable development, tegur pemiliknya sebelum ditegur Pemprov DKI,” kata Anies yang dalam beberapa riset termasuk nama yang bisa menyaingi Jokowi.

Menurut survei Alvara, Agus Harimurti Yudhoyono 17,2 persen, Gatot Nurmantyo 15,2 persen, Jusuf Kalla 13,1 persen, Anies Baswedan 9,3 persen, dan Muhaimin Iskandar 8,9 persen adalah lima tokoh yang dianggap paling cocok menjadi Cawapres pada Pilpres 2019 mendatang.

Terdapat tiga nama lain, yang berada di Anies, Muhaimin, dan AHY. Mereka di antaranya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas