Ekonomi

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?
2.16KViews

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan? Apa Beda Antiseptik & Disinfektan? Apa Beda Antiseptik & Disinfektan? Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

MATRANEWS.id —  Dalam literasi disebutkan, sama-sama digunakan secara luas sebagai cairan pembersih baik dalam dunia kesehatan maupun penggunaan sehari-hari.

Keduanya terbuat dari bahan kimia yang dikhususkan sebagai zat pembersih dan pembunuh kuman.

Hanya saja, memang, banyak orang berpikir bahwa antiseptik dan disinfektan adalah cairan yang sama. Padahal, keduanya berbeda baik dari bahan pembuatnya hingga penggunaannya.

Antiseptik, dilansir dari Healthnews, merupakan zat yang dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.

Penggunaan antiseptik aman pada jaringan hidup seperti pada permukaan kulit atau membran mukosa.

Tidak jarang, antiseptik juga digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh.

Beberapa kegunaan antiseptik antara lain adalah sebagai berikut:

1. Bahan pembersih dalam mencuci tangan. Profesional medis menggunakan antiseptik untuk scrub tangan dan gosok di rumah sakit.

2. Membasmi kuman pada selaput lendir. Antiseptik dapat diterapkan pada uretra, kandung kemih, atau vagina untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Mereka juga dapat membantu mengobati infeksi di area ini.

3. Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik diterapkan pada kulit sebelum segala jenis operasi untuk melindungi terhadap mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada pada kulit.

4. Mengobati infeksi kulit. Anda dapat membeli antiseptik generik untuk mengurangi risiko infeksi pada luka ringan, luka bakar, dan luka. Contohnya termasuk hidrogen peroksida dan alkohol gosok.

5. Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa pelega tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.

***

Sementara, dilansir dari Pharma Guideline, cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup.

Pada umumnya, disinfektan digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri.
Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Untuk mempermudah dalam mengetahui perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

Berita Menarik :  "Bocoran" Pembicaraan Adian Napitupulu Bersama Jokowi, Soal Garuda dan BUMN

*Dokter akan mengoleskan cairan antiseptik pada badan pasien sementara alat-alat operasi disterilkan menggunakan cairan disinfektan.

Disinfektan, pada umumnya, banyak ditemukan dalam produk pembersih lantai, dapur, dan pembersih rumah tangga lainnya.

Produk yang paling umum ditemukan adalah produk pembersih kerak dan pemutih yang mengandung alkohol.

Di sisi lain, perlu Anda ketahui bahwa beberapa mikroorganik mungkin bersifat resistansi terhadap cairan disinfektan sehingga beberapa mikroba tidak terbunuh secara keseluruhan.

Akan tetapi, disinfektan tetap berfungsi sebagai cairan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan tidak membahayakan untuk kesehatan.

Keduanya, baik antiseptik maupun disinfektan mengandung bahan kimia yang disebut biosida. Hidrogen peroksida adalah contoh bahan umum dalam antiseptik dan disinfektan.

Namun, antiseptik biasanya mengandung konsentrasi biosida yang lebih rendah daripada disinfektan. Sebagai contoh, fenol dapat digunakan sebagai antiseptik jika konsentrasinya 0,2 persen tetapi untuk menggunakannya sebagai disinfektan konsentrasi yang dimilikinya harus 1 persen.

Oleh karenanya, cairan disinfektan lebih beracun dibandingkan dengan antiseptik. Sangat tidak disarankan untuk mengaplikasikan disinfektan pada permukaan kulit atau jaringan hidup lain karena dapat menyebabkan iritasi dan reaksi berlebih seperti ditulis pada laman Pharma Guideline.

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Biasanya, antiseptik digunakan untuk:

  • Mencuci tangan
  • Membersihkan permukaan kulit sebelum operasi
  • Membersihkan permukaan kulit yang terluka
  • Mengobati infeksi kulit
  • Mengobati infeksi di rongga mulut

Sementara itu, disinfektan, digunakan untuk:

  • Membersihkan permukaan lantai, meja, dan permukaan lain yang sering disentuh
  • Membersihkan kain atau pakaian yang terpapar bakteri dan virus
  • Mensterilkan peralatan medis yang bisa digunakan berulang kali
Berita Menarik :  Yayasan Allianz Peduli Gelar Konser Musik Lifechanger

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Jenis-jenis antiseptik

Ada beberapa jenis antiseptik yang biasa digunakan sehari-hari. Masing-masing biasanya dikemas menjadi jenis yang berbeda, seperti berikut ini:

  • Chlorexidine, biasanya digunakan untuk antiseptik pembersih luka terbuka.
  • Antibacterial dye, yang sering digunakan untuk merawat luka jatuh dan luka bakar.
  • Peroxide dan permanganate, yaitu bahan yang umumnya digunakan dalam obat kumur yang mengandung antiseptik dan pada luka terbuka.
  • Turunan halogenated phenol, yang umumnya digunakan dalam sabun bagi rumah sakit dan prosedur medis, serta cairan pembersih.
  • Povidine iodine, sebagai bahan yang biasanya digunakan sebagai antiseptik untuk membersihkan luka yang terkontaminasi, area tubuh yang akan dioperasi, hingga membersihkan area kulit yang masih sehat.
  • Alkohol. Alkohol dengan konsentrasi 60%-70% lebih efektif sebagai antiseptik jika dibandingkan dengan yang memiliki konsentrasi 90%-95%.

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Jenis-jenis disinfektan

Berikut ini bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai disinfektan beserta kegunaannya:

• Glutaraldehyde 2%

Bahan ini biasanya digunakan sebagai disinfektan alat-alat operasi yang tidak bisa disterilkan menggunakan suhu panas. Bahan ini juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan benda-benda lainnya.

• Chloroxylenol 5%

Bahan ini sebenarnya bisa digunakan, baik sebagai antiseptik maupun disinfektan. Biasanya, chloroxylenol dipakai untuk membersihkan alat-alat medis, dengan cara direndam dengan campuran alkohol 70%.

• Chlorine

Chlorine adalah bahan yang sering kita sebut sebagai kaporit. Selain bisa membersihkan air di kolam renang, bahan ini rupanya juga digunakan sebagai bahan disinfektan untuk permukaan barang-barang.

Berita Menarik :  Bulog Bersikap Proaktif Mengeluarkan Beras Untuk Pencegahan Stunting

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

Efek samping penggunaan antiseptik dan disinfektan

Beberapa jenis antiseptik dan disinfektan yang konsentrasinya kuat, dapat menimbulkan luka bakar di kulit, jika tidak dilarutkan dengan air ataupun cairan lainnya terlebih dahulu. Bahkan, bahan yang sudah dilarutkan pun masih berisiko menimbulkan iritasi apabila dibiarkan menempel di kulit terlalu lama. Iritasi akibat bahan antiseptik ataupun disinfektan, disebut sebagai demartitis kontak.

Jika Anda menggunakan antiseptik untuk membersihkan luka, sebaiknya batasi pemakaiannya hanya untuk luka ringan. Jangan gunakan antiseptik apabila Anda mengalami:

  • Luka di area mata
  • Luka akibat gigitan manusia dan binatang
  • Luka yang dalam atau besar
  • Luka bakar yang parah
  • Luka dengan benda asing yang menancap di dalamnya

Untuk bahan disinfektan glutaraldehyde, efek samping seperti yang disebutkan di bawah ini, dilaporkan juga dapat terjadi:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Sumbatan jalan napas
  • Asma
  • Rinitis
  • Iritasi mata
  • Dermatitis
  • Diskolorasi kulit (perubahan warna kulit)

Baik antiseptik maupun disinfektan, berperan penting dalam upaya pencegahan penyebaran infeksi COVID-19. Selalu sediakan antiseptik di tas ataupun di rumah, agar Anda bisa segera membersihkan tangan setelah menyentuh sesuatu.

Disinfektan juga perlu tersedia di rumah, untuk memastikan bahwa permukaan yang sering kita sentuh, sudah bebas dari virus corona. Anda juga bisa membuat disinfektan sendiri di rumah, apabila bahan ini sulit didapatkan selama masa pandemi.

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan? Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

klik juga: bilik antiseptik ini

Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?Apa Beda Antiseptik & Disinfektan?

 

Konvergensi Majalah MATRA

Tinggalkan Balasan

Translate »