Apa Yang Terjadi Seandainya Pilot Susi Air Dieksekusi KKB

TNI-Polri Masih Mengedepankan Pendekatan Soft Approach

MATRANEWS.id — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah mengancam akan menembak mati pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens, pada tanggal Awal Juli ini.

Ancaman tersebut dilontarkan oleh KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya melalui media sosial, sebagai upaya untuk membebaskan dirinya.

Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda Julius Widjojono, menegaskan bahwa kelompok tersebut harus menyadari konsekuensi dari tindakan mereka.

Julius menjelaskan bahwa jika ancaman tersebut terealisasi, kelompok KKB akan menghadapi konsekuensi serius, terutama dari negara-negara yang mendukung kemerdekaan Papua.

Menurutnya, apabila KKB benar-benar menembak Philips, hal itu akan mempermudah operasi penumpasan kelompok separatis teroris tersebut. Operasi tersebut dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif secara strategi.

Namun, Julius menambahkan bahwa pihak TNI-Polri masih mengedepankan pendekatan “soft approach” dalam upaya pencarian Philips.

Mereka tetap berkomunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya dengan harapan agar keluarga tersebut dapat menyampaikan pesan kepada Egianus agar dapat menahan emosi dan menjalin komunikasi dengan aparat keamanan.

Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri, juga menyatakan bahwa pihaknya terus berusaha membangun komunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya.

Tujuannya adalah agar keluarga tersebut dapat membujuk Egianus untuk tidak melanjutkan ancamannya dan bersedia berdialog dengan aparat keamanan.

Semoga situasi ini dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa ada korban jiwa.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda Julius Widjojono

Tinggalkan Balasan