Nasional

Asep Chaerudin : “Keamanan Siber Juga Menjadi Tanggung jawab Bersama sebagai Anak Bangsa”.

109Views

MATRANEWS.id — Simposium CIIP- ID Summit yang diselenggarakan pada hari Rabu hingga Kamis, tanggal 19 -20 September 2018, menurut Marsekal Muda TNI (Marsda) Asep Chaerudin , MA,SS – Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, sangatlah positif.

“Karena salah satu sektor yang menjadi tanggung jawab BSSN sesuai pepres No 53 yaitu terkait dengan koordinator keamanan negara menjadi sebuah tanggung jawab nasional dibawah BSSN,” ujar Asep.

“BSSN juga membantu meng-organize dari pihak pihak yang mengganggu dari kelancaran infrastruktur kritis ini,” ujar Asep Chaerudin disela sela simposium CIIP-ID summit di Seminyak-Bali (19/9/2018).

Menurut Asep Chaerudin, Infrastruktur strategis adalah sebuah infrastruktur yang perlu dijaga terhadap segala gangguan yang datang. Bila infrastruktur strategis mengalami sebuah masalah tentu akan berdampak luas pada kepentingan keamanan nasional.

BSSN merupakan sebuah lembaga yang langsung berkoordinasi dibawah presiden selevel dengan kabinet. Koordinasi dilakukan dengan semua kementrian didalam kabinet termasuk pada industri kritis nasional dan swasta nasional.

Di dalam Infrastruktur kritis meliputi hal yang dinamakan multiple sektor; ICT (Telco),Energy (ESDM), Transportasi,Perbankan,Kesehatan,Pertahanan dan Keamanan Nasional.

“Sebagai lembaga yang berfungsi dalam hal koordinator keamanan siber, BSSN memiliki cakupan luas dan global/Universe. Dalam arti kata, BSSN tidak bisa memprioritaskan satu hal prioritas, namun BSSN melakukan semua hal secara simultan,paralel, yang harus juga disegerakan.” ujar Asep Chaerudin.

Ada sebuah pergeseran paradigma dalam hal sistem pertahanan dan keamanan negara, dimana sistem alutsista negara mulai ditujukan secara khusus, baik di tubuh TNI,Polri maupun instansi lainnya dalam pemberdayaan kekuatan alutista secara menyeluruh, baik kekuatan armada maupun personil.

“Keamanan siber ini merupakan sebuah keamanan kasat mata.Bisa saja tiap saat atau tiap detik keamanannya bisa diserang. Untuk itu setiap saat kita dituntut selalu siap dan tidak bisa lengah,” ujar Asep menjelaskan.

Dalam peningkatan masalah siber, BSSN mengajak cyber army atau dengan kata lain seluruh orang atau seluruh komponen yang memiliki kemampuan teknologi (IT) turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan siber negara. “

Dan inilah yang menjadi tugas BSSN mencoba mendekati seseorang atau individu sebagai anak bangsa atau anggota institusi sama sama bisa bekerja sama dalam menjaga keamanan bangsa.” tambah Asep

Simposium CIIP – ID Summit 2018 merupakan simposium ke 3 sejak pertama kali diselenggara kan tahun 2016. Merupakan acara yang diselenggarakan Kominfo bekerjasama dengan Xynexis International.

“Simposium CIIP summit 2018, terselenggara bertujuan untuk menciptakan koordinasi di kalangan stakeholder pelaku industri berbasic ICT dengan pihak pemerintah.” ujar Eva Noor, CEO PT Xynexis International selaku penyelenggara simposium CIIP-ID Summit 2018 di Bali (20/9/2018)

@BengAryanto

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas