Kepolisian

Bahaya Narkoba Jenis Flakka

41Views

“Informasi seperti pedang bermata dua. Saat berkelebihan justru banyak pihak ingin mencari tahu, namun jika tidak diberi informasi maka bandar dengan seenaknya bergerak memasarkan barang dagangan,” ujar Sultan Najamudin, Ketua LSM Desa Cegah Narkoba mengenai narkoba jenis flakka.

Narkoba ini, menurut pengamatan LSM Desa Cegah Narkoba perlu diwaspadai. Jangan sampai, setelah membuat heboh masyarakat di Indonesia, baru aparat bersikap atau para relawan anti narkoba bergerak.

Sultan Najamudin mengutip keterangan Kepala BNN Budi Waseso, bahwa Flakka yang menjadi pembahasan di media sosial.

Flakka, yang merupakan campuran berbentuk kristal putih, diyakini memiliki efek yang dahsyat. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh (kepalanya miring, nyaris kayang, dan susah berbicara) setelah mengonsumsi zat tersebut.

Narkotika jenis flakka yang ditemukan oleh BNN berbentuk serbuk.

Flakka mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin. Dopamin semacam neurotransmiter di otak, yang apabila jumlahnya berlebihan, akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri.

Efek sampingnya membuat penggunanya berperilaku seperti zombie bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan meninggal dunia.

Flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat. Zat ini memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin. Selain itu, flakka juga mengandung senyawa kimia berupa MDPV (Methylenedioxypyrovalerone).

Masih menurut info dari BNN, Flakka disebut memiliki potensi 100 kali lebih kuat daripada heroin. Ini adalah jenis narkoba baru yang sangat berbahaya.

Sebelumnya flakka digunakan sebagai obat-obatan. Hingga akhirnya ditemukan senyawa kimia berbahaya yang menyebabkan penggunanya berada dalam fase ilusi akut. Senyawa tersebut merangsang bagian otak yang mengatur hormon dopamin, serotonin dan mood.

Dalam sejumlah kasus, pengguna flakka merasa lebih kuat, percaya diri bahkan sampai-sampai ada yang menjadi gila. Seperti yang terjadi di Florida Selatan, Amerika Serikat, seorang pria merusak pintu kantor polisi saat dirinya masih dalam pengaruh Flakka.

Ada juga seorang gadis yang berlari di jalanan umum sambil berteriak bahwa dia adalah setan. Efek-efek tersebut yang dilihat orang seperti zombie.

Awalnya flakka diproduksi sebagai obat sintetis pada 2012. Obat ini kemudian dilarang penggunaanya karena para dokter menemukan zat yang sangat berbahaya pada obat ini.

Para dokter kemudian meningkatkan level yang sebelumnya terkategori obat sintetis menjadi narkoba paling berbahaya. Senyawa pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama.

Efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam. Namun dapat terjadi secara permanen pada otak. Bahkan tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga dapat menghancurkan otak karena akan berkeliaran lebih lama dari kokain.

Di Indonesia, zat yang terkandung dalam flakka saat ini tengah diteliti oleh BNN, Labfor Polri, BP POM, UI dan ITB.

Zat pada flakka juga telah diajukan ke Kementerian Kesehatan dan dimasukkan sebagai Golongan I dalam lampiran UU Narkotika.

“Kita harus antisipasi terhadap ancaman peredarannya, dan penyalahgunaan oleh penguna yang sudah addict, karena mereka akan cari barang ini,” ujar Sultan Najamudin, Ketua LSM Desa Cegah Narkoba mengingatkan.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas