Ekonomi

Barang Yang Paling Laris Di Bulan Ramadan

Oleh: S.S Budi Raharjo, MM

28.6KViews

MATRANEWS.id — Tulisan coach Petrus Suganda dalam mentoring di grup Digital Marketing WOV 2019 menjadi perhatian. Beliau adalah “suhu” saya dalam ilmu Digital Marketing atau pemasaran.

Dalam kelas diajarkan cara-cara dan upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam taktik marketing.

Kita diajarkan, bagaimana mengakses beragam para calon konsumen agar dapat melihat penawaran kita.

Membuka mata, bahwa dunia digital marketing, merupakan dunia yang berbeda dengan keadaan umum, yang biasa kita hadapi.

Era digital, adalah sesuatu “mahluk” atau keadaan baru yang perlu dipelajari. Yang kalau tidak dipelajari, bisnis kita akan rontok atau musnah tertelan jaman, seperti binatang dinosaurus.

Perubahan yang terjadi memerlukan pengembangan dari berbagai aspek. Termasuk layanan. Belajar dari kasus kebangkrutan Kodak, sebuah organisasi hendaknya selalu melakukan inovasi-inovasi.

Termasuk berani menjadi kanibal untuk produknya sendiri. Hal tersebut merupakan salah satu langkah proaktif sebelum pihak lain yang melakukan.

Dalam kasus Kodak, mereka merasa bahwa keahliannya dalam penyedia negatif film tidak akan tergerus oleh teknologi. Padahal sebaliknya, kehadiran kamera digital malah membuat Kodak harus gulung tikar.

Membentuk Ulang atau Menciptakan yang Baru

Saat ini hampir semua industri tengah bertarung menghadapi lawan-lawan baru yang masuk tanpa mengikuti pola yang dikenal masyarakat selama ini.

Runtuhnya perusahaan-perusahaan besar, dengan lawan-lawan baru yang langsung masuk ke rumah-rumah konsumen, dari pintu-pintu, secara online, melalui smartphone.

Itu semua dipelajari dalam ilmu digital marketing, agar calon customer tertarik pada penawaran setiap kampanye kita.

Ada yang namanya, seorang content marketer (pembuat konten) biasanya dapat membuat serangkaian postingan blog yang berfungsi untuk mengajak.

Social media marketer (pengelola sosial media) berfungsi membantu mempromosikan postingan blog melalui pos berbayar dan organik (tidak berbayar) di akun media sosial.

Kita juga harus mengerti yang namanya Search Engine Optimization (SEO).

Digital marketing bisa melalui Facebook, Twitter, LinkedIn hingga Google+.

Sekarang bagaimana bisnis Anda bisa masuk dalam laman satu di google. Ini penting diketahui.

Yang pasti, di jelang hari Lebaran ada catatan menarik untuk yang mau jualan. Tokopedia memberi referensi di https://seller.tokopedia.com/edu/barang-yang-laris-saat-bulan-puasa/

*1. Smartphone*
Dari data yang dilansir Google di tahun 2015, Smartphone mengalami pertumbuhan pencarian sebesar 17 persen pada bulan puasa.

Hal tersebut dapat diindikasikan bahwa masyarakat sangat berminat membeli telepon genggam baru untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Pasalnya, di bulan puasa, masyarakat mencari distraksi dari kejenuhan dengan mencari sumber hiburan seperti menonton video, membaca berita, bermain game, dan aktivitas lainnya yang bisa dilakukan dengan smartphone.

Kita bisa mencoba menjual ponsel cerdas dengan fitur kapasitas baterai besar, menyesuaikan peningkatan intensitas penggunaan smartphone menjelang bulan puasa.

*2. Power Bank*
Karena intensitas penggunaan yang tinggi, power bank menjadi pelengkap kebutuhan bermain smartphone sembari menunggu berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Ketika ngabuburit di luar rumah, power bank akan sangat dibutuhkan guna menjaga smartphone tetap hidup. Selain itu, powerbank juga banyak dicari karena perjalanan mudik memakan waktu lama, terlebih lagi jika tidak menggunakan mobil pribadi sehingga tidak bisa mengisi ulang daya smartphone tanpa power bank.

*3. Pakaian*
Berburu pakaian muslim adalah hal yang paling dinanti nantikan oleh kebanyakan orang dan akan dikenakan pada hari raya.

Ini adalah peluang anda untuk menjual berbagai pakaian muslim. Masih merujuk data resmi dari Google, peningkatan pencaharian sebesar 30 persen terhadap produk pakaian terjadi menjelang bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri.

Wajar apabila di hari raya nanti, masyarakat ingin mengenakan pakaian baru saat bertemu dengan sanak saudara yang telah lama berpisah dan tidak bertemu demi memberi impresi terbaik.

Berjualan pakaian saat menjelang bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri adalah salah satu langkah tepat. Produk fashion muslim seperti baju koko, hijab, peci, dan sebagainya dijamin akan laku keras menjelang bulan Puasa.

Namun yang perlu diperhatikan juga adalah para pesaing yang semakin banyak. Karena saat hari raya, sebagian besar orang memanfaatkan bisnis satu ini.

Kita harus mampu menyediakan wadah yang berbeda dari para pesaing. Karena jika tidak, kamu akan lebih sulit mendapatkan pembeli jika semua barang memiliki dropship atau reseller yang sama.

*4. Kue Kering*
Hari raya tidaklah lengkap tanpa kue kering khas Nusantara. Produk kue kering merupakan produk yang paling dicari dan pasti dibeli menjelang puasa.

Biasanya, kue kering seperti nastar, putri salju, sagu keju, kastengel, dijadikan sebagai camilan berbuka puasa.

*5. Kurma*
Buah yang berasal dari daratan Timur Tengah, kurma, adalah ikon dan camilan wajib di bulan suci Ramadhan.

Tanpa pikir panjang, masyarakat akan membeli banyak buah kurma menjelang bulan Ramadhan, sebagai stok cemilan berbuka dan bersantai.

*6. Peralatan Elektronik*
Selain untuk kebutuhan pokok, Tunjangan Hari Raya juga disisihkan untuk membeli peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, dan sebagainya.

Dari data yang dihimpun oleh Google, produk elektronik mengalami peningkatan pencaharian sebesar 24 persen menjelang bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

*7. Parcel*
Sudah menjadi budaya di Indonesia untuk memberikan parcel di hari-hari besar keagamaan, termasuk menjelang bulan puasa hingga Idul Fitri.

Parcel diberikan sebagai ucapan selamat dan syukur bagi yang menerima. Kebanyakan orang tidak membuat parcel sendiri, melainkan membeli parcel siap kirim.

*8. Peralatan Sholat*
Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan penuh berkah. Setiap umat muslim menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh, yang disempurnakan dengan ibadah Sholat.

Peralatan sholat seperti sarung, peci, dan sajadah adalah jenis paling lairs menjelang bulan Ramadhan, terlebih lagi di Indonesia.

*9. Sajian Makanan Hidangan Buka Puasa*

Ini adalah jalan paling aman jika kalian ingin membuka lapangan usaha pada bulan puasa. Bagaimana tidak, orang-orang akan selalu mencari takjil dan mengandalkan mereka pada saat buka puasa.

Inilah kesempatan kamu untuk menjual berbagai makanan-makanan dan minuman yang cocok untuk disajikan saat berbuka puasa.

*Contoh makanan makanan dan minuman yang cocok untuk semua kalangan:*
Gorengan, seperti martabak, tempe mendoan, tahu isi, bakwan, pisang goreng, dan lain-lain.

Minuman manis dan segar. Seperti kolak pisang, es sirup, es cendol, sup buah, dan lain sebagainya. Bisa juga kolak biji salak, bubur sumsum, lontong, bubur kacang hijau, lupis, puding, kolak pisang, kolak ubi, dan lain-lain.

Gimana?

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini —

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »