Budaya

Bening Mata

Oleh: Gde Hariwangsa

Bening Mata

Di cahaya kedua biji mata,

ingin kutemukan sunya maha sunya

ruang tak bernama, penuh wangi mawar dan melati

di sini, angin lembut meniup wangi rambut tergerai,

angin laut berhembus menghantar suara Kekasih.

tapi siapakah Kau

yang hadir bersama cericit burung camar

berbaur gelombang samudra?

aku selalu gelisah mencariMU

o, Kau yang bermukim di jazirah sunyi,

ingin kuhantar cinta lewat mantra

yang kusimpan di mata ikan

mantra yang belum mampu kuucap, di hadapanMU

perkenankanlah.

Hartanto (Bali) — Denpasar

 

Bening Mata

“Di cahaya kedua biji mata,  ingin kutemukan sunya maha sunya

ruang tak bernama, penuh wangi mawar dan melati

di sini, angin lembut meniup wangi rambut tergerai,

angin laut berhembus menghantar suara Kekasih.

tapi siapakah Kau

yang hadir bersama cericit burung camar

berbaur gelombang samudra?

aku selalu gelisah mencariMU

o, Kau yang bermukim di jazirah sunyi,

ingin kuhantar cinta lewat mantra

yang kusimpan di mata ikan

mantra yang belum mampu kuucap, di hadapanMU

perkenankanlah.

Klik:  Spritual Mantra

Berita Menarik :  Launching Pisang Goreng Kalimantan A3
Konvergensi Majalah MATRA
Translate »