Gaya HidupBudaya

Daun Kelor Penghancur Guna-guna Hingga Ilmu Hitam?

Daun Kelor
Views

Pagi itu, tangan Imam Wahyudi tak henti-hentinya memadatkan tanah yang dituang ke dalam pot tanaman berukuran besar. Sebatang tanaman kelor sudah menancap di empat pot berdiameter 50 cm. Pot-pot itu ia letakkan tak jauh dari gazebo yang berada di depan rumahnya.

Tanaman-tanaman kelor setinggi semeter itu ia sirami beberapa kali, sembari terus memadatkan tanah dengan tangan kirinya. Di depan rumahnya, sebenarnya sudah ada beberapa tanaman lain yang ditanam dalam pot. Lelaki ini menempatkan tanaman barunya itu di posisi “strategis” di depan rumahnya, dengan menggeser beberapa tanaman hias yang sudah ada sebelumnya.

Rupanya, bukan hanya Imam yang menanam kelor. Beberapa tetangganya juga melakukan hal yang sama. Parmanti, tak jauh dari rumah Imam Wahyudi juga sudah menanam pohon ini sejak beberapa hari sebelumnya.

Hasil penelusuran Matranews.id, di beberapa kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat, menanam pohon kelor tampaknya sedang menjadi tren. Umumnya mereka menanam dalam pot dan diletakkan di depan rumah.

Apa sebenarnya yang terjdi di balik fenomena ini?

“Katanya sih tanaman ditakuti sama jin atau setan. Orang-orang di sini bilang begitu, makanya saya tanam juga,” tutur Imam kepada Matranews.id.

“Ya katanya memang seperti itu, biar kita nggak digangguin jin atau setan,” ucap Parmanti yang bertenagga dengan Imam.

Sebenarnya “manfaat” tanaman kelor sudah lama diperbicangkan masyarakat. Namun, tren menanam pohon ini kadang pasang surut, tergantung “isu” yang berhembus di tengah masyarakat.

Dipercaya Membuang Ajimat

Di sebagian kalangan masyarakat di Jawa, tanaman kelor juga sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah. Menurut kepercayaan, campuran tersebut dimaksudkan untuk membuang ajimat yang masih melekat pada jasadnya.

Manfaat lain dari tanaman kelor, masih menurut kepercayaan tertentu, bisa sebagai penangkal kekuatan magis, ilmu hitam atau guna-guna, serta ajimat kesaktian.

Caranya, cukup dengan mengibas-ibaskan setangkai daun kelor ke bagian muka korban. Bisa juga air rendaman tanaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Kelor terkadang juga dijuluki “si kayu gaib”, terutama galihnya (inti kayu kelor yang keras, coklat tua hingga hitam). Adakalanya kayu galih kelor yang biasanya langka itu “dipuja-puja” oleh kalangan dukun di Jawa.

Konon, kekuatan magis yang tersimpan di dalamnya mampu menangkis energi (kekuatan) negatif dari ilmu hitam maupun serangan fisik. Namun ada juga yang justru memanfaatkan galih kelor sebagai bahan suvenir yang laku diperdagangkan. Semisal dibuat kerajinan anting-anting dengan bentuk dan ukuran bervariasi.

Konon, bersama bahan-bahan lain, seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan lainnya, kelor bisa dibuat bedak pupur untuk sarana mengobati orang kurang waras. Mereka yang suka ngomong sendiri, ngomel-ngomel sendiri, melucu sendiri, dan tertawa sendiri. Begitu pun orang yang kesurupan akan kembali “waras”.

 

Daun Kelor Penghancur Guna-guna Hingga Ilmu Hitam?

Pengobatan Non Medis

Menurut para ahli pengobatan non medis dari Yayasan Healing, di Riau, seperti yang dirilis dalam situsnya, daun kelor terbukti dapat digunakan untuk mengatasi penyakit non medis. Seperti kesurupan, kena santet atau sihir dan lainnya.

Untuk mengobati kesurupan, remaslah daun kelor dibacakan ayat kursi 3 atau 7 kali ditiupkan diremasan daun kelor dan dibalurkan di semua persendian pasien dan dimasukkan kemulut pasien Insya Allah akan menyedot semua kekuatan jin yang menyurupi pasien.

Daun kelor juga dipercaya mampu menetralkan segala macam bentuk susuk, gangguan jiwa, ilmu metafisik/kesaktian, tenaga dalam, santet, tenung, guna-guna.

Daun kelor muda ditumbuk, diberi sedikit air yang sudah diruqyah lalu dibalurkan ditempat susuk berada, atau dibuat mandi dengan menumbuk halus daun kelor lalu dimasukkan kedalam baskom, setelah itu bacakan ayat-ayat pembatal sihir lalu dibuat mandi selama minimal 7 hari berturut-turut.

Baca juga : Ucapan Menteri Kesehatan Zhang Wen Kang, Kontroversial

Tehnik lainnya adalah Didihkan air panas lalu matikan apinya, setelah itu masukkan daun kelor dan tutup  sampai dingin sendiri lalu tiriskan, air sari daun kelor lalu dibacakan ayat-ayat ruqyah lalu diminum setiap pagi,siang dan malam hari.

Tak hanya itu, oleh sebagian masyarakat daun ini juga dipercaya mampu menyembuhkan segala bentuk sakit kulit akibat santet atau sihir. Keampuhan daun ini sudah banyak terpubliksi di berbagai media sosial.

Fenomena di Luar Negeri

Lain Indonesia, lain pula fenomena yang terjadi di negara luar. Di beberapa negara, seperti India, manfaat daun kelor sudah diakui oleh peneliti-peneliti di sana.

Bahkan, di India, buah kelor dimasak kari dan diawetkan dalam kaleng untuk dijual di supermarket. Apalagi kalau menilik nilai gizinya, tanaman kelor tidak bisa dipandang sebelah mata. Soalnya, daun kelor memiliki kadar vitamin A dan C cukup tinggi.

Demikian yang pernah dilaporkan Michael D. Benge, dari Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC, pada tahun 1987. Selain itu, daun kelor juga dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe). Juga sebagai sumber fosfor yang baik.

Begitu pula buah mudanya bersifat sukulen (berkadar air tinggi) dan tinggi kandungan proteinnya. Sementara, biji buahnya yang tua dan kering menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 35 – 40%.

Komposisi asam lemaknya meliputi, asam oleat, asam linoleat, asam eikosanoat, asam palmitat, asam stearat, asam arakhidat, dan lainnya. Kalau daun dan buah mudanya dapat langsung disayur, biji kelor tua bisa untuk bahan baku pembuatan obat dan kosmetika.

Begitu pun minyak pelumas yang biasa digunakan oleh tukang arloji, juga bisa diproduksi dari biji kelor. Pemanfaatannya sebagai tanaman obat pun bukan hal baru. Daun kelor ditumbuk halus bisa ditorehkan pada luka untuk mempercepat penyembuhan.

Jika dua fenomena ini benar adanya, dapat disimpulkan, tanaman kelor memiliki manfaat dua sisi: sisi mistis dan sisi kandungan gizi. Silakan Anda percaya yang mana. (A. Kholis)

Konvergensi Majalah MATRA
Abdul Kholis
the authorAbdul Kholis

Tinggalkan Balasan

Translate »