HukumNasional

Eggi Sudjana Siapkan Diri Menjadi Cawapres Prabowo

122

Jika untuk maju sebagai anggota legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jakarta 2 di pemilihan legilatif 2019 mendatang, pria yang satu ini mengaku menyiapkan antara Rp 7 sampai Rp 10 miliar. Saat ini, anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 masuk dalam bursa cawapres yang direkomendasikan PA 212.

“Satu surprise buat saya, karena saya enggak pernah mikirin itu, tahu-tahu dicalonkan, walaupun dengan (nama-nama cawapres) yang lain,” kata Eggi. “Poinnya adalah segala sesuatu peristiwa tidak mungkin terjadi tanpa izin Allah, jadi ini izin Allah. Izin Allah ini akan terus bergelinding menjadi kenyataan, jika Allah sendiri memang berkendak kepada saya,” sambungnya.

Eggi di media sosial disebut akan berdampingan dengan Prabowo Subianto sebagai capres yang diusung oleh Partai Gerindra. Politikus PAN ini menyebut memang Gerindra dan PAN bisa mengusung Capres dan Cawapres.

Berikut nama-nama capres-cawapres rekomendasi Rakornas PA 212:

Rekomendasi capres:

1. Habib Rizieq Syihab
2. Prabowo Subianto
3. Tuan Guru Bajang
4. Yusril Ihza Mahendra
5. Zulkifli Hasan

Rekomendasi cawapres:

1. Ahmad Heryawan
2. Hidayat Nur Wahid
3. Yusri Ihza Mahendra
4. Anies Matta
5. Zulkifli Hasan
6. Eggi Sudjana
7. Ustadz Bachtiar Nasir
8. Prabowo Subianto
9. Anies Baswedan.

Dr. Eggi Sudjana, S.H, M.Si yang dikenal sebagai seorang aktivis Indonesia dan kerap akrab dipanggil Bang Eggi ini pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2013 namun kandas ketika mengikuti verifikasi di KPU Jawa Barat.

Pada tahun 2013, ia kembali mencalonkan kembali dirinya sebagai calon kepala daerah, kali ini pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2013 dan lolos sebagai calon gubernur Jawa Timur 2013-2018. Pria yang merupakan Presiden Perkumpulan Pengusaha Muslim Indonesia (PPMI) terlibat dalam tim sukses Prabowo Subianto dalam pertarungan Pilpres 2014 lalu, yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PKB, Golkar, dan Demokrat itu.

Ketika Prabowo kalah dalam Pilpres 2014, Sudjana menjadi salah satu tim kuasa hukum di Mahkamah Konstitusi. Ia bersama sepuluh pengacara lain, yang tergabung dalam Tim Pembela Merah Putih, datang mewakili gugatan Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi.

Pengacara Eggi Sudjana pernah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar, karena menyebarkan ujaran kebencian terkait agama tertentu. Eggi dilaporkan dengan tuduhan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdadarkan suku, agama, ras, dan antargolongan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat 2 dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Eggi Sudjana menilai keberadaan Ali Mochtar Ngabalin yang diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) tak akan memiliki dampak signifikan terhadap hubungan baik Istana dengan Ormas Islam. Eggi menilai keputusan Ngabalin bergabung KSP merupakan keputusan individu dan tidak ada restu dari ormas Islam terutama yang tergabung dalam kelompok bela Islam 212.

klik ini:
https://www.myedisi.com/matra/2837

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas