Selasa, September 17, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Hiburan KekinianNasional

Elek Yo Band di Java Jazz Festival 2018

487Views

Personil “elek Yo band” ini terlihat mengenakan pakai ciri khas kabinet kerja, yaitu berwarna putih. Sorak sorai penonton menyambut penampilan mereka. Meski keseharian sebagai pejabat, namun aksi panggung Elek Yo Band tidak kalah menarik.

Endah N Rhesa mengisi 20 menit pertama dengan sejumlah lagu nasional dan daerah, mulai dari Tanah Airku, Sirih Kuning, hingga Yamko Rambe Yamko.
Saat Yamko Rambe Yamko, Endah berinteraksi lebih banyak dengan mengajak penonton ikut bermain. Dia membagi para penonton menjadi dua dan meminta mereka berdendang ‘do do do’ dalam nada berbeda.

Kompak, para penonton mengikuti arahan Endah. Lagu daerah Papua ini pun dinyanyikan dengan gaya jenaka khas mereka. Para penonton ikut bernyanyi.

Suara Kepala Staf Khusus Pre¬siden Teten Masduki memulai pertunjukan dengan lagu milik Anji berjudul Dia. “Oh tuhan ku cinta dia,” lantunnya muncul dari balik panggung.

Elek Yo Band yang secara harfiah memiliki makna “jelek tidak apa-apa” berkolaborasi bersama Endah N Rhesa. Menjadikan panggung Java Jazz di hall 2 bergemuruh, Jumat (2/3/2018). Serasa, inilah penampilan yang paling ditunggu di Java Jazz Festival 2018.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki, memperkenalkan satu demi satu personel Elek Yo Band. Mantan Ketua ICW itu juga melempar berbagai candaan selama di panggung. Sebagaimana diketahui, Elek Yo Band terdiri dari para menteri anggota kabinet kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Ini penampilan kedua di depan public,” ujar Teten di depan panggung indoor Mitsubishi Stage yang dipenuhi penonton.

Setelah menyapa penonton, Elek Yo Band melanjutkan lagu Anji dengan versi full band. Perpaduan instrumen menjadi harmoni cukup indah.
Penonton nampak asik menikmati sambil ikut melantunkan lagu juga sibuk mengabadikan penampilan dengan gadget mereka. “Lagu-lagu yang kami bawakan untuk tiga generasi,” ujar Budi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Lagu pertama berjudul ‘Dia’ dari Anji yang menurut Budi cocok untuk generasi muda. Berikutnya, ‘Ku Tak Bisa’ dari Slank yang familiar bagi generasi yang kini berusia empat puluhan. “Ketiga, lagu bagi yang sudah sepuh-sepuh seperti saya, judulnya Juwita Malam,” ujar Budikarya yang tak peduli jika lagu-lagu yang dibawakan tidak bernuansa jazz.

Setelah lagu pertama, Elek Yo Band tampil dengan lagu Ku Tak Bisa milik Slank. Di lagu ketiga, Sri Mulyani tampil solo membawakan lagu Juwita Malam. Tak ayal hal ini langsung disambut meriah oleh para penonton, yang tanpa dikomando turut bernyanyi bersama. Sri Mulyani menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Slank itu dengan penghayatan. Kemampuan vokalnya langsung mendapat sambutan riuh penonton.

Menteri yang awalnya pengamat ekonomi ini, tampak hafal keseluruhan lirik, sembari beberapa kali berbagi mikrofon dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia tampil berbeda, dengan mengenakan topi yang dipakai terbalik. Ia juga menambahkan syal, dan membuat tampilannya dengan kemeja putih tampak tak terlalu formal. Pada akhir penampilan, Sri mengayunkan tangan kanannya seakan menunjukkan selebrasi. Penampilan apik tersebut pun mendapat sambutan riuh penonton.

Bukan saja vokalis perempuan dengan suara termerdu yaitu Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menikmati pagelaran malam itu. Triawan Munaf, keyboardis juga. Ayah dari penyanyi dan aktris Sherina Munaf, yang merupakan Kepala Badan Ekonomi Kreatif duduk sebagai keyboardis. Mungkin karena memang dia adalah musisi sesungguhnya, mantan pentolan grup rock progresif Giant Step beberapa dekade silam.

Pengatur tempo diisi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Ia menggebuk drum dengan mantap tanpa kikuk. Hanif bernyanyi lantang. Budi Karya Sumadi, gitaris/vokalis. Posisi gitaris diisi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain sebagai gitaris, ia juga akan membantu Sri Mulyani dalam mengisi vokal.

Menteri Luar Negeri IRetno Marsudi yang berdiri di samping Teten Masduki, tampak percaya diri menyanyikan lagu tersebut. Beberapa kali, ia mengarahkan mikrofon ke arah penonton. Demikian juga Menteri Ketenagakerjaan ini menjadi personel paling baru untuk band bentukan para menteri ini. Pria berkacamata ini menempati posisi gitaris.

“Musik adalah bagian kami, hidup kami kan kerja, kerja, kerja. Jadi musik untuk bersenang-senang,” sahut Hanif Dakari, Menteri Ketenagakerjaan, lengkap dengan gitarnya yang berwarna merah menyala. Usai membawakan Juwita Malam karya Ismail Marzuki penonton terus bersorak mengiringi penampilan Elek Yo Band.

Elek Yo Band sejatinya dijadwalkan hanya membawa tiga lagu, namun para penonton meminta kepada mereka untuk membawakan satu lagu lagi. Permintaan itu disambut baik oleh para menteri, yang langsung membawakan lagu Bento. Elek Yo Band pun menampilkan aksi panggung dengan 4 lagu.
Setiap lagu pun mencuri perhatian penonton dengan turut serta melantunkan lagu.

Suasana pun langsung berubah menjadi meriah. Sri Mulyani di akhir lagi sedikit merubah lirik lagu gubahan Iwan Fals tersebut. “Elek Yo Band, asyik,” kata Sri Mulyani.

Elek Yo Band menutup penampilan dengan lagu Bento yang dipopulerkan oleh Iwan Fals. Tepuk tangan kembali membahana di Hall B1 Jakarta International Expo Kemayoran usai para menteri itu tampil. Hanif dan Teten terlihat membungkukkan tubuh, disusul para menteri yang lain.

Para penonton kembali berteriak untuk meminta mereka kembali tampil. “Napas kami sudah habis,” teriak Teten sembari berjalan ke belakang panggung. Perkataan Teten ini disambut gelak tawa oleh para penonton.

Chairman Java Festival Production Peter Gontha sempat berkelakar saat menjawab sejumlah pertanyaan terkait tarif band tersebut untuk menggung di festival jazz terbesar di Indonesia itu.

“Kalau ditanya kami bayar mereka, kayaknya mereka [yang] mesti bayar kami,” kata Peter sambil tertawa dalam temu media jelang Java Jazz Festival 2018.

Peter mengaku tak memberi ‘karpet merah’ pada Elek Yo Band agar bisa tampil di JJF 2018. Elek Yo Band tidak akan tampil jika tidak bagus, namun Peter menilai Elek Yo Band cukup “mantap”.

—-

BNI Sponsornya –

Kehadiran Elek Yo Band mendorong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengabadikan band yang beranggotakan para menteri dan pejabat tinggi pada Kabinet Kerja ini ke dalam salah satu produk perbankannya.

Bank pelat merah ini menerbitkan uang elektronik berbasis isi ulang atau BNI TapCash edisi terbatas Elek Yo Band.
Peluncuran Tap Cash edisi terbatas Elek Yo Band ditandai dengan penyerahan Mock Up TapCash tersebut dari Direktur Utama BNI Achmad Baiquni kepada
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di sela-sela Elek Yo Band manggung.

Terbitnya Kartu BNI TapCash merupakan salah satu bentuk nyata BNI mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang diusung Bank Indonesia (BI).
Hingga akhir Januari 2018, BNI telah mencetak dan mendistribusikan lebih dari 3 juta kartu TapCash. Kartu-kartu itu digunakan lebih dari 3 juta transaksi per bulan dengan volume transaksi per bulannya sekitar Rp30 miliar.

BNI TapCash merupakan uang elektronik pengganti uang tunai yang dapat diisi ulang, dapat digunakan untuk pembayaran pada merchant-merchant kerja sama BNI.

Kelebihan BNI TapCash antara lain kecepatan transaksi kurang dari 1 detik, tanpa minimum transaksi, dan dapat di-top up hingga Rp1.000.000.
Jaringan merchant BNI TapCash sudah tersebar di Jabodetabek dan di luar Jabodetabek.

Untuk area Jabodetabek, masyarakat dapat menggunakan BNI TapCash untuk fasilitas Bus TransJakarta, Kereta Commuter Line Jabodetabek, membayar parkir E-Parkir Reska, membayar tol di Gerbang Tol Dalam Kota Jabodetabek, Tol Jakarta-Tangerang, Tol Meruya-Ulujami, Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Tol Bogor Selatan (BORR), berbelanja di Alfamart dan Lawson, dan di merchant lainnya.

Di luar area Jabodetabek, BNI TapCash berlaku untuk transaksi pembayaran Bus Trans Semarang, Bus Trans Jogja, Alfamart, Indomart, dan Gerbang Tol Jawa Barat, Bali-Mandara, Semarang, Surabaya, Medan, dan lainnya.

Pengecekan dan pengirisian saldo BNI TapCash dapat dilakukan melalui aplikasi TapCash Go, ATM Tunai dan Non-Tunai BNI, dan Mesin Electronic Data Capture (EDC) di Kantor Cabang BNI atau Merchant Akseptasi TapCash.

————————–

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »