KomunitasTokoh

Figur Calon Gubernur Sumbar Periode 2020-2025

Tips Donny Moenek Agar Sumatera Barat Maju Melesat

1.43KViews
Konvergensi Majalah MATRA

MATRANEWS.id — Perhelatan Pilkada Gubernur Sumbar yang tinggal setahun lagi, menguak tokoh-tokoh anak bangsa untuk mencari kandidat yang terbaik.

Keluarga Besar Forum Minang Maimbau (FMM) menghadirkan dua tokoh, yang disebut-sebut memiliki kans kuat di tengah masyarakat Minang saat ini.

Adapun sosok itu adalah: Donny Moenek — yang pada kesehariannya menjabat Sekretaris Jenderal DPD RI dan juga Mulyadi, yang merupakan anggota DPR RI.

Kandidat Gubernur itu, hadir di sebuah acara diskusi, silaturahim, dan halal bihalal Keluarga Besar Forum Minang Maimbau (FMM) yang bertempat di Hotel Mercure Cikini, Jln. Cikini Raya no 66, Jakarta Pusat. (Sabtu, 6 Juli 2019)

Acara didahului dengan tausyiah Halal Bihalal dari Buya H.Mas’ud Abidin. Setelah laporan Ketua Panitia, Firdaus HB, maka dibuka acara secara resmi oleh Pembina FMM DR.Fahmi Idris.

Dalam kesempatan ini, para undangan juga menyimak paparan Rencana Pengembangan Geopark Ranah Minang yang disajikan oleh Ketua Team Ahli Geopark Ranah Minang Dr.Ir.Febrin Anas Ismail.

Menariknya, terkuatklah tentang figur Calon Gubernur Sumbar yang diharapkan untuk Periode 2020-2025.

Buya Mas’oed Abidin mengatakan, bahwa pentingnya mencari pemimpin yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik, serta pemimpin yang mampu menyatukan masyarakatnya.

Semantara itu, Ketua Panitia Firdaus AB menyebutkan, bahwa FMM tak mendukung seseorang kandidat gubernur saja, “Namun kami ingin mendukung pemikirannya bagaimana membangun Sumbar ke depan.”

Firdaus AB menegaskan, “Kami mendesak juga agar pemerintah serius merespon keinginan masyarakat ranah dan rantau.”

Masih dalam acara itu, pembina Minang Maimbau DR. Fahmi Idris menekankan agar semua pihak sekarang memikirkan kemajuan Sumbar, “Kita perhatikan perkembangan generasi Minang. Kita ada, karena kita berpikir.”

Fahmi Idris yang juga sosok senior Minang, ia menjelaskan sudah biasa untuk rakyat Minang selalu berpikir dan berdemokrasi. Kalah menang itu biasa, dalam masyarakat kita.

“Kita masyarakat egaliter, memberi penghargaan karena moral dan akhlak seseorang,” ujar Fahmi Idris.

Selebihnya kita nilai semua orang sama saja. Tak ada lebih tak ada yang kurang. Semoga gubernur yang akan datang terpilih, “Mampu memberikan kontribusi Sumbar.”

Menjadi seru, tatkala dua bakal calon kuat Gubernur Sumbar 2020-2025 yang hadir, yakni Donny Moenek dan Mulyadi secara bergantian memaparkan pandangannya terhadap pembangunan Sumatera Barat ke depan.

Anggota DPR RI Mulyadi yang tampil pertama mengajak agar masyarakat cerdas memilih figur gubernur dan wakil gubernur yang tepat untuk masa 2020 sampai dengan 2025.

“Saran saya pada FMM mestinya kita berangkat dulu dari membaca tantangan Sumbar lima tahun ke depan,” ujar Mulyadi.

Masih menurut Mulyadi, sebaiknya kita mencari kriteria sosok pemimpin yang mampu menjawab tantangan itu. Sehingga tampak personal mana yang cocok nantinya.

Kita juga harus tahu apa yang berhasil dan tidak berhasil dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Apa kendala mereka tak bisa melakukan itu,” Mulyadi menegaskan.

Donny Moenek yang mendapatkan giliran kedua, mempresentasikan pemikirannya membangun Sumbar yakni dengan menciptakan peluang dari keterbatasan fiskal kita.

“Ada empat hal pokok yang perlu dikuasai gubernur mendatang untuk berinovasi, berkreasi mencari solusi agar Sumatera Barat dapat lebih melesat maju,” ujar Donny Moenek.

Pria yang pernah menjabat Pj Gubernur Sumatera Barat ini menegaskan, kunci agar Sumatera Barat melesat maju, “Yang pertama adalah melakukan kerjasama pemerintah dengan badan usaha.”

Selanjutnya pria yang juga merupakan dosen IPDN ini mengatakan, untuk yang kedua, perbesar struktur APBN Nasional dengan membangun komunikasi yang baik.

Ketiga, masih dalam penjelasan Donny Moenek adalah kita perlu membentuk Badan Usaha Bersama antar Daerah, dan selanjutnya terus menggali sumber-sumber pembiayaan lainnya.

Sekjend DPD RI ini lantas menutup presentasinya, dengan menegaskan bahwa tidak boleh ada sekat.

Maksudnya adalah, “Gubernur ke depan adalah untuk semua. Bukan kelompok tertentu. One for all, all for one. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita semua bersatu bahu membahu membangun Sumbar. Basamo mangko manjadi.”

Diskusi berakhir dengan kesepakatan akan membentuk Tim yang akan menggelar pertemuan diskusi dengan sejumlah tokoh dengan skala yang lebih besar lagi di Kota Padang sesegera mungkin.

Turut hadir dalam pertemuan silaturahmi urang awak; Elly Kasim, Refrizal, Hermanto, Fauzi Bahar, Fasli Djalal, Guspardi Gaus, Aqua Dwipayana, dan Darul Siska.

baca juga: majalah Matra edisi cetak — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »