Gaya HidupHukum

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

Aktivis LSM Bersama & RIDMA Foundation ini memperingatkan Aparat Terkait.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis FlakkaPimpinan Media Digital Indonesia yang juga aktivis anti narkoba
Views

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh (kepalanya miring, nyaris kayang, dan susah berbicara) setelah mengonsumsi zat tersebut.

MATRANEWS.id –Polisi baru saja menangkap penyalahguna narkoba jenis cocain, yang biasa digunakan kalangan atas.  Jika sekarang artis yang ketangkap memakai cocain, beberapa waktu lalu, ada pengusaha anak konglomerat yang ketangkap memakai cocain juga.

Tiba-tiba, beritanya senyap. Sang tokoh itu tak diproses hukum.

“Informasi seperti pedang bermata dua,” demikian rilis RIDMA Foudation. Tapi, sejatinya untuk membuat efek jera, hukum jangan hanya tajam ke bawah.

Maksudnya, saat informasi berkelebihan justru banyak pihak ingin mencari tahu, namun jika tidak diberi informasi. Maka, Bandar dengan seenaknya bergerak memasarkan barang dagangan.

Ibaratnya kalau mau membersihkan lantai kotor, jangan memakai sapu kotor. Ya, harus dengan sapu bersih.

Jangan sampai, bandarnya ada di penjara sebagai tahanan, tapi masih bisa mengedarkan.  Presiden Jokowi sempat kesal, dengan kejadian semacam ini.  Institusi BNN dan Kehakiman, belum berhasil membongkar jaringan narkoba dalam penjara.

“Narkoba beredar dari bandar yang berada dalam penjara, bukan cerita halusinasi,” demikian rilis RIDMA Foundation,  dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka
Jurnalis Peduli Bahaya Narkoba

RIDMA Foundation bekerjasama dengan Asosiasi Media Digital Indonesia mengajak jurnalis yang peduli untuk mengatasi masalah narkoba untuk menjadi bagian dan jaringan anti narkoba.

“Kita awasi juga, jangan sampai ada oknum petugas imigrasi, polisi dan BNN bermain dalam masalah narkoba,” masih dalam rilis yang dikemukakan RIDMA Foundation, dengan  tanda tangan S.S Budi Rahardjo selaku Ketua Umum.

Berita Menarik :  Tiga Pilar Solusi, Atasi Kejahatan Meresahkan Masyarakat.

“Ada yang perlu diantisipasi juga, yakni penyelundupan dan adanya bandar narkoba jenis baru yang bernama Flakka,” ujar Asri Hadi, dari LSM Bersama, dalam jumpa pers yang sama.

“Kita harus antisipasi terhadap ancaman peredarannya, dan penyalahgunaan oleh penguna yang sudah addict, karena mereka akan cari barang ini,” ujar Asri Hadi, jurnalis dan dosen yang merupakan aktivis anti Narkoba ini mengingatkan.

Bahwa “Flakka” menjadi barang dagangan yang dicari pemakai narkoba kalangan jetset, sementara bandar merasa aman, karena aparat belum begitu memahami.

Akan berbahaya jika kemudian peredaran membesar dan menjadi akut, kemudian menular ke kalangan menengah.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

“Jangan sampai, setelah membuat heboh masyarakat di Indonesia, baru aparat bersikap atau para relawan anti narkoba bergerak,” ujar Asri Hadi memberi ilustratif.

Asri Hadi memperingatkan, bahwa Flakka sudah beredar di Indonesia dan bandarnya sudah ada yang tertangkap. Hanya saja, karena situasi, jenis narkoba ini tidak menjadi prioritas untuk ditangkal dan kurang dipahami, demikian bahayanya.

“Flakka”, merupakan campuran berbentuk kristal putih, diyakini memiliki efek yang dahsyat.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh (kepalanya miring, nyaris kayang, dan susah berbicara) setelah mengonsumsi zat tersebut.

Narkotika jenis flakka yang ditemukan oleh BNN berbentuk serbuk.

Flakka mengandung bahan senyawa aktif kimia alpha-PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin.

Berita Menarik :  SBY: "Ibu Ani Mengalami Blood Cancer atau Kanker Darah."

Dopamin semacam neurotransmiter di otak, yang apabila jumlahnya berlebihan, akan menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri.

Efek sampingnya membuat penggunanya berperilaku seperti zombie bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan meninggal dunia.

Flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat. Zat ini memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin. Selain itu, flakka juga mengandung senyawa kimia berupa MDPV (Methylenedioxypyrovalerone).

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

Masih menurut info dari media sosial, Flakka disebut memiliki potensi 100 kali lebih kuat daripada heroin. Ini adalah jenis narkoba baru yang sangat berbahaya.

Sebelumnya flakka digunakan sebagai obat-obatan. Hingga akhirnya ditemukan senyawa kimia berbahaya yang menyebabkan penggunanya berada dalam fase ilusi akut. Senyawa tersebut merangsang bagian otak yang mengatur hormon dopamin, serotonin dan mood.

Dalam sejumlah kasus, pengguna flakka merasa lebih kuat, percaya diri bahkan sampai-sampai ada yang menjadi gila.

Ada kasus di Florida Selatan, Amerika Serikat, seorang pria merusak pintu kantor polisi saat dirinya masih dalam pengaruh Flakka.

Demikian juga seorang gadis yang berlari di jalanan umum sambil berteriak bahwa dia adalah setan. Efek-efek tersebut yang dilihat orang seperti zombie.

Awalnya flakka diproduksi sebagai obat sintetis pada 2012. Obat ini kemudian dilarang penggunaanya karena para dokter menemukan zat yang sangat berbahaya pada obat ini.

Para dokter kemudian meningkatkan level yang sebelumnya terkategori obat sintetis menjadi narkoba paling berbahaya. Senyawa pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama.

Berita Menarik :  CBA Merilis, Indikasi Dugaan Pertamina Bermain Mega Proyek Kapal Tangker

Efek seperti sakau yang ditimbulkan flakka hanya berlangsung beberapa jam. Namun dapat terjadi secara permanen pada otak. Bahkan tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga dapat menghancurkan otak karena akan berkeliaran lebih lama dari kokain.

Di Indonesia, zat yang terkandung dalam flakka saat ini tengah diteliti oleh BNN, Labfor Polri, BP POM, UI dan ITB.

Zat pada flakka juga telah diajukan ke Kementerian Kesehatan dan dimasukkan sebagai Golongan I dalam lampiran UU Narkotika.

“Kita harus antisipasi terhadap ancaman peredarannya, dan penyalahgunaan oleh penguna yang sudah addict, karena mereka akan cari barang ini,” ujar Asri Hadi, jurnalis dan dosen yang merupakan aktivis anti Narkoba ini mengingatkan.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

“Kita harus antisipasi terhadap ancaman peredarannya, dan penyalahgunaan oleh penguna yang sudah addict, karena mereka akan cari barang ini,” ujar Asri Hadi, jurnalis dan dosen yang merupakan aktivis anti Narkoba ini mengingatkan.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka
Komitmen Berantas Narkoba — Asri Hadi bersama Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari dan S.S Budi Rahardjo, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

 

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

 

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

Flakka memiliki zat aktif berupa fentanyl derifat. Zat ini memiliki potensi 10.000 kali lebih kuat dibanding morfin. Selain itu, flakka juga mengandung senyawa kimia berupa MDPV (Methylenedioxypyrovalerone).

Heboh Artis Tertangkap Memakai Cocain, Waspada Juga Bahaya Narkoba Jenis Flakka

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »