Gaya Hidup

Istana Berkabut di Medan Perburuan

Istana Berkabut di Medan Perburuan
697Views

Menikmati hobi berburu ternyata memiliki sisi lain yang kadang sulit diterima nalar. Tak sedikiti diantara para pemburu anggota Perbakin (Persatuan Petembak Indonesia) yang mengalami kejadian aneh saat berada di hutan saat berburu. Kisah di luar nalar yang mereka alami bukan cerita buatan. Mereka benar-benar mengalami kejadian tersebut selama berada di hutan perburuan.

Salah satu pemburu yang pernah mengalami kejadian mistis di hutan perburuan adalah Jemmy Djajadiningrat. Pentolan Perbakin Purwakarta, Jawa Barat ini, merupakan seorang senior hunter yang kenyang akan pengalaman seru selama berburu. Hobi berburunya sudah ia lakukan sejak masih kecil. “Cuma dulu kan pakai senapan angin saja,” ujarnya kepada MatraNews.

Di kalangan pemburu, pria ini dikenal memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan gerombolan babi hutan. Menurut Mantan kepala cabang Bank BCA ini, babi hutan merupakan hewan pengerat yantg memiliki perilaku konstan.

“Artinya, mereka kalau keluar sarang untuk mencari makan setiap hari pasti melalui jalan yang sama. Begitu juga saat pulang ke sarang dari tempat mereka mencari makan, melalui jalan yang sering mereka lalui pula,” ujarnya.

Maka itu, tak terlalu sulit bagi Jemmy untuk mendapatkan hewan buruan dalam jumlah banyak. Cukup dengan melihat jejak kaki babi hutan, ia tahu di mana gerombolan babi hutan berada.

Jemmy juga termasuk pemburu yang memiliki nyali luar biasa. Ia berani melakukan perburuan babi hutan seorang diri di tengah hutan saat tengah malam. Lelaki murah senyum ini mengaku mengalami cukup banyak kejadian-kejadian aneh di luar nalar.

Berita Menarik :  Etiket Jika Ditraktir, ke Kafe & Pub

Salah satunya adalah saat berburu di salah hutan di Jawa Barat. Seperti biasa, usai menyiapkan perlengkapan dan senjata berburu, Jemmy mulai menyusuri hutan untuk mencari tahu dimana lokasi yang banyak terdapat babi hutan.

“Nah, waktu berburu di Jawa Barat, saya mengalami kejadian aneh luar biasa. Saya sering mengalami hal-hal mistis, tapi yang satu ini sangat beda,” Jemmy mulai mengisahkan pengalaman mistisnya.

Saat itu baru sekitar jam 9 malam. Karena berburu dengan jalan kaki, maka pemburu ini membuat tempat duduk yang diikatkan di batang pohon pada ketinggian sekitar 5 meter. Tujuannya agar bisa memantau keberadaan babi hutan yang lewat. Hingga tengah malam, tak ada satu pun babi hutan yang lewat. Jemmy juga penasaran. Tak seperti biasanya.

Bahkan hingga menjelang pukul 02.00 dini hari, tak ada satu pun hewan buruan melintas. Justru di saat itulah tiba-tiba Jemmy menyaksikan pemandangan yang aneh. Dari kejauhan ia melihat seperti ada bangunan berwarna putih. Bentuknya mirip istana yang dikelilingi kabut.

Di bangunan itu tampak ada aktivitas orang-orang sedang berbaris dan jalan ke sana kemari di sekitar bangunan. Kabut putih yang menyelimuti istana itu juga terlihat nyata di mata Jemmy. Sesekali Jemmy mengusap matanya, khawatir hanya pandangan semu saja.

“Tapi berulang kali saya usap mata, penampakan itu masih terlihat dengan jelas. Cukup lama saya melihat, hampir menjelang subuh masih terlihat,” ujar Jemmy.

Berita Menarik :  Anies Baswedan ke Bahcesehir Universiteti Istanbul

Padahal, sebelum ada penampakan ini, ia hanya melihat pepohonan dan perbukitan sejauh mata memandang. Jemmy mengaku sempat merinding. Tapi karena sudah terbiasa mengalami kejadian-kejadian aneh macam ini, nyali pria ini tetap kuat.

“Saya berusaha untuk tetap tenang. Nggak perlu lari, karena itu sudah biasa saya alami,” tuturnya kepada MatraNews.

Bayangan Berkelebat

Pemburu lain yang juga mengalami kejadian mistis adalah Andi Muhammad Fachrul Alamri. Wakil Sekretaris Umum III, Bidang Berburu, Pengprov Perbakin Sulawesi Selatan ini juga mengaku sering mengalami kejadian aneh selama menjalani hobi berburu.

Istana Berkabut di Medan Perburuan

Andi Muhammad Fachrul Alamri

Kepada MatraNews, pria ini berkisah, pada saat ngeblor (mencari keberadaan hewan buruan dengan lampu sorot berburkuran besar – Red), tiba-tiba lampu sorot padam. Pada saat yang bersamaan ia dan teman-teman pemburu lainnya melihat bayangan putih terbang.

“Bayangan itu berkelabat tak jauh dari tempat kami berdiri. Karena tak ingin ada kejadian aneh, kami pun memutuskan untuk segera kembali ke basecamp saat itu juga,” tutur Fachrul

Tak satu pun hewan buruan yang mereka dapatkan malam itu. Kami menginap di rumah penduduk sebagai basecamp.

“Nah, pada pagi harinya saya bangun tidur pukul 6. Usai sarapan dan siapkan perbekalan untuk kembali berburu, kami ajak anak-anak yang ada di rumah tersebut. Saat menyusuri hutan, saya melihat rombongan rusa sekitar 20 ekor yang sedang jalan di pinggir hutan,” sambung pemburu ini.

Berita Menarik :  Riset: "Kita Berpotensi Jadi Gemuk, Jika Ada di Sekeliling Orang Gemuk".

Fachrul coba sandarkan senjata saya di pohon dan spontan ingin menembak. Salah satu target sudah masuk pada teleskop senapannya, seekor rusa dewasa jantan yang berada pada posisi paling belakang.

“Tiba-tiba saya merasakan berat tak berdaya dan bengong. Badan saya masih terasa berat dan dalam hitungan detik rombongan hewan sudah pergi jauh,” katanya.

Pemburu ini tak tahu penyebab dirinya mendadak tak berdaya. Padahal, hewn buruan cukup banyak di depan mata. Siangnya, ia baru mendapat cerita dari sesepuh desa yang berada tak jauh dari hutan tersebut.

Konon, kata warga setempat, di atas gunung di loksi sekitar hutan perburuan itu ada tempat warga setiap Jumat sore mereka membawa sesajen. Katanya, untuk penunggu gunung itu. Orang setempat menyebutnya Gunung Pangka Laeng, lokasinya berada di wilayah Kabupaten Maros.

Kisah mistik lainnya yang pernah Fachrul alami adalah saat pemburu ini sudah berhadapan dengan hewan buruan di jarak 5 meter. Saat itu, ia dalam posisi sudah siap membidik, tapi senjata di tangannya mendadak tidak bisa meletus.

“Pernah juga saya ketinggalan dengan rombongan saya dan saya salah arah. Padahal, posisi saya tadinya tidak terlaluh jauh dengan pentunjuk jalan di depn saya, kira kira 2-3 meter di depan saya. Tapi tiba-tiba kok hilang.. entah lah,” ujar Fachrul menutup obrolan dengan MatraNews. (A. Kholis)

Konvergensi Majalah MATRA

Tinggalkan Balasan

Translate »