0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
EkonomiHiburanKomunitasNasional

Jakarta Security Food Summit ke 4 KADIN

38Views

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyelenggarakan acara Jakarta Security Food Summit ke 4 di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC). Ramai dihadiri anggota Kadin dan dikunjungi petani, peternak, dan nelayan.

Acara yang digelar guna mempertemukan pemangku kepentingan dengan para pelaku usaha. Secara resmi dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Wapres RI mengatakan masalah pertanian adalah masalah semua umat dalam arti kata masalah dunia. Itulah yang menjadi tantangan bagi kita semua dalam ketahanan pangan. Dunia harus membuat revolusi baru dalam masalah pertanian dalam menangani masalah ketahanan pangan.

Dengan riset yang dilakukan oleh pemerintah karena petani tidak mungkin juga membuat riset. Dengan tujuan pendapatan petani harus meningkat. Peningkatan infrastruktur harus dicari peluang peluang untuk kesejahteraan para petani.

Sementara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P Roeslani mengatakan, untuk mencapai ketahanan pangan, tentunya perhatian harus diberikan kepada para petani dengan mensejahterakan mereka. “Upaya Indonesia mencapai ketahanan pangan, mesti disokong oleh kesejahteraan petani yang baik pula,” ujar Rosan.

Berlangsung pada 8-9 Maret 2018 di JCC Senayan, Jakarta dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian, Ketua DPR, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan.

Sementara seusai acara Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, Ms berharap semoga swasembada pangan, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan, akan tercapai dalam waktu yang tidak lama.

Acara yang diinisiasi oleh para pelaku usaha tersebut merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta memenuhi sebagian kebutuhan pangan dunia.

Dari sekian yang berpameran, ada konter DMPA. Yang merupakan salah satu pilar manajemen penanggulangan kebakaran terintegrasi yang berdiri sejak 2015.

“Pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi sangat penting mengingat tingkat interaksi mereka dengan lahan hutan,” ujar Agustinus Rheza, dari APP Sinar Mas berbicara panjang lebar mengenai Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Madu ini, salah satu perwujudan dari kebijakan konservasi hutan APP adalah pelibatan masyarakat ada dan lokal secara konstruktif,” ujar Supari, petani andalan memberi kesaksian mengenai agroforestry di 10 desa Jambi.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas