Ekonomi

Javaplant Kembali Gencar Beriklan di Media Massa?

21Views

MATRANEWS.id — Ada periode, perusahaan keluarga Java Plant ini rajin beriklan atau nge-brand di media massa. Terutama dalam konteks masuk ke pasar global. Boleh di dalam negeri bersaing, tetapi begitu masuk ke global harus menghimpun kekuatan bersama.

Lama tak ad kabar, perusahaan ekstrak herbal terbesar di negeri ini disebut ingin mengajarkan bagaimana mengolah jamu. Ingin membangun sebuah kesinambungan alias melanjutkan karya pendiri perusahaan.

Suatu kali, CEO PT Tri Rahardja (Javaplant), Junius Rahardjo menyebut negara kita berada di urutan 6-7. Padahal, Indonesia memiliki keragamaan jenis tanaman herbal yang tinggi.

Yang unik, minat masyarakat Indonesia sendiri untuk mengonsumsi ekstrak herbal masih rendah. Itulah kenapa Javaplant lebih banyak melepas produknya keluar negeri.

Namun, menembus pasar dunia tidak semudah membalikkan piring di atas meja mengingat India, China, dan Brasil sudah lebih dulu kesohor dengan produk serupa.

Permintaan tertinggi masih dipegang ekstrak Temulawak yang memang hanya tumbuh subur di Indonesia. Di negeri tetangga, Malaysia, ada namun baru skala kecil. Di Jepang, pun masih dalam tahap penelitian.

Permintaan ekstrak Tongkat Ali, yang berkhasiat meningkatkan gairah dan stamina pria dewasa, berada di posisi kedua. Khusus Temulawak, memiliki segudang manfaat, mulai dari kecantikan, makanan dan minuman kesehatan, dan lainnya. Javaplant juga memiliki keahlian membuat ekstrak kayu manis (cinnamon)

“Kami mudah mendapat bahan baku Temulawak karena tumbuh di sepanjang Pulau Jawa. Kami bekerjasama dengan para petani serta pengepul besar dan kecil dengan harga on the spot. Kami tidak ahli di perkebunan. Sementara, suplai Tongkat Ali berasal dari Kalimantan dan Cinnamon dari Kerinci, Jambi,” ujarnya.

Javaplant mengembangkan ekstrak Purwoceng yang berasal dari Wonosobo dan memiliki khasiat mirip dengan Tongkat Ali, yakni meningkatkan gairah dan stamina pria dewasa.

Pasalnya, herbal jenis ini sangat digemari masyarakat lokal maupun internasional. Jenis tersebut bahkan masuk dalam daftar konsumsi untuk gaya hidup pria dewasa.

Jika Korea ada Ginseng, di Indonesia ada Purwoceng. Malaysia pun kesohor dengan Tongkat Ali. Kemudian, Maroko memiliki Maca.

Javaplant terjun ke bisnis esktrak herbal, sehingga perusahaan ini disebut sebagai Raja Ekstrak Botani Indonesia. Perusahaan ini sister company PT Deltomed Laboratories.

Keunggulan Javaplant, salah satunya terletak pada teknologi mesin produksi yang belum tentu dimiliki kompetitor, yakni mesin ekstraksi dengan percolation system yang dapat menghasilkan ekstrak botani lebih cepat.

Javaplant, lebih dahulu dikenal sebagai produsen ekstrak herbal. Seperti, ekstrak kunyit untuk bahan bumbu, dan pewarna produk mi instan dan makanan bayi. Ekstrak jahe untuk bahan minuman sekaligus bahan bumbu. Serta beragam ekstrak lain bahan pencampur atau tambahan untuk obat-obatan dan kosmetika.

Perusahaan Javaplant, tidak bermain sendiri di bisnis ekstrak botani. Di sekelilingnya terdapat enam pemain yang cukup besar. Maka itulah, perusahan ini agresif berpromosi dan setiap ada pameran herbal Javaplant dipastikan selalu ikut.

Dan kini, Javaplant sedang agresif bila beriklan di media. Terutama, di media yang terkait erat dengan industri.

Kegiatan above the line ini, menurut Junius, cukup ampuh untuk menjaring pelanggan baru. Selain itu, Javaplant juga berusaha mengedukasi pasar dengan rajin mengunggah video yang mengandung aspek komersial, sosial, sampai technical ke YouTube.

Purwanto Rahardjo, Mulyo Rahardjo, dan Junius Rahardjo selalu inovatif untuk memenuhi pasar herbal di Tanah Air.

Keluarga Rahardjo yang dikenal sebagai pemegang merek jamu kuat Pilkita tergelitik untuk masuk ke pasar ekstrak herbal. Perusahaan ini memproduksi aneka ekstrak herbal, lalu memasarkan produknya ke berbagai produsen jamu.

Terserap Pasar Asing

Selain dari beberapa perusahaan multilevel marketing (MLM) dan industri herbal rumahan, Javaplant juga membidik pasar luar negeri.

Berkancah di pasar global, Javaplant mendapat pesanan berbagai peritel maupun perusahaan herbal di Amerika Serikat dan beberapa negara lain di seluruh dunia.

Setelah Amerika Serikat, setahun berikutnya Jepang berhasil ditembus. Menyusul kemudian negara-negara seperti Korea, Australia, Malaysia, dan lain-lain.

Saat ini, 60% dari total produksi Javaplant diserap oleh Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara di Asia Tenggara, sisanya baru di pasar domestik. Kemasan yang customized, jaminan uang kembali, jangka pembayaran, pembayaran dengan mata uang rupiah, dan late time delivery yang sangat pendek menjadikan bisnis perusahaan ini cepat berkembang.

Ciri khas lain dari produsen ekstrak botani ini adalah selalu terbuka pada siapa pun yang ingin datang ke pabriknya di Tawangmangu, Jawa Tengah. Lokasi pabriknya pun bukan asal pilih.

Junius punya alasan dipilihnya Tawangmangu, yaitu lokasi ini merupakan tujuan rekreasi, dan diharapkan dari para wisatawan yang rekreasi ke sana tertarik untuk mampir ke fasilitas produksi Javaplant. (*)


baca juga: majalah eksekutif terbaru — print– klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas