Kapal Induk AS “USS Gerald R. Ford” Muncul di Gurun China: Tiruan untuk Uji Rudal

Kapal Perang Raksasa Amerika Terlihat di Gurun Pasir China: Tiruan Kapal Induk USS Gerald R. Ford Menjadi Sorotan

USS Gerald R. Ford
Foto: (VIA REUTERS/U.S. NAVAL FORCES CENTRAL COMMAN)

MATRANEWS.id – Sebuah kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, menarik perhatian ketika muncul di Gurun Taklamakan di China.

Namun, jangan salah paham, itu bukan kapal asli; melainkan replika yang dibuat khusus untuk menguji rudal negara tersebut.

Temuan menarik ini berasal dari gambar satelit Planet Labs yang diambil pada 1 Januari 2024.

Gurun Taklamakan, terletak di Xinjiang, barat laut China, dilaporkan sebagai lokasi pelatihan untuk serangan rudal.

Dalam gambar tersebut, kapal tiruan USS Gerald R. Ford terlihat dengan panjang lebih dari 1.000 kaki atau sekitar 304 meter, lengkap dengan empat jalur ketapel yang ditandai di bagian deknya.

Menariknya, keberadaan kapal tiruan ini bukan hal baru.

The War Zone melaporkan bahwa model ini sudah mulai dibuat sejak November 2023.

Analisis citra satelit masa lalu oleh The War Zone menunjukkan bahwa garis besar kapal sudah tampak jauh sebelum bentuk fisiknya terlihat.

Tidak hanya USS Gerald R. Ford, tampaknya China juga fokus membuat tiruan atau target dari kapal perang AS lainnya.

Beberapa gambar satelit Planet Labs berhasil menangkap berbagai target, termasuk perusak Arleigh Burke, serta sistem yang dapat bergerak maju mundur pada November 2021 lalu.

Langkah China dalam membuat tiruan kapal induk AS dan target lainnya mungkin terkait dengan upayanya mengembangkan kekuatan rudal perang.

Pada Oktober 2023, Departemen Pertahanan melaporkan peningkatan signifikan jumlah rudal yang dimiliki China.

Jumlah rudal balistik jarak menengah, seperti DF-6, dilaporkan meningkat dari 200 unit menjadi 500 unit pada 2022.

Upaya China dalam mengembangkan kekuatan rudalnya menjadi sorotan internasional, dan langkah-langkah seperti pembuatan tiruan kapal perang menjadi bagian dari strategi mereka untuk memperkuat posisi mereka di ranah militer global.

Perkembangan ini akan terus dipantau dengan cermat oleh komunitas internasional dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan