Berita  

Keberhasilan SOina di Special Olympics World Games 2023 Menjadi Harapan Bangsa

Special Olympics Indonesia Persiapkan Delegasi Berkekuatan 25 Atlet untuk Bertanding di Berlin

Ketua Umum PP Soina Warsito Ellwein, kemeja putih, memimpin acara jumpa pers untuk menjelaskan kesiapan dan target serta misi delegasi Indonesia ke SOWG Berlin Juni 2023 | Kredit foto: Banyu Aji/Soina
Ketua Umum PP Soina Warsito Ellwein, kemeja putih, memimpin acara jumpa pers untuk menjelaskan kesiapan dan target serta misi delegasi Indonesia ke SOWG Berlin Juni 2023 | Kredit foto: Banyu Aji/Soina

MATRANEWS.ID – Special Olympics Indonesia (SOina) sedang menyiapkan delegasi berkekuatan 25 orang untuk mengikuti Special Olympics World Games, di Berlin, 12-25 Juni 2023. Para atlit akan bertanding 7 cabang olahraga sesuai dengan jatah yang ditetapkan International Olympics.

Rombongan akan berangkat dari Jakarta dengan dipimpin oleh Sujarwanto Dwiatmoko pada tanggal 11 Juni. Selain mematok target dapat meraih 9 emas, delegasi Indonesia juga berniat membidik kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Special Olympics World Games 2031 mendatang.

“Kami akan datang dengan mengusung slogan Akulah Bintang Dunia,” ujar Ketua Pengurus Pusat Warsito Ellwein, kepada wartawan dalam jumpa pers, di Jakarta, Rabu, 15/3/2023.

Slogan itu dimaksudkan untuk memberi kebanggaan kepada para atlit bertalenta khusus atau disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuannya di panggung dunia. Persiapan panjang setahun terakhir menjadi dasar kepercayaan diri seluruh anggota delegasi.

Lebih jauh Warsito mengatakan bahwa target besar itu merupakan tanda keseriusan usaha-usaha memperjuangkan kesempatan kepada anak-anak bertalenta khusus mengembangkan bakatnya. Dalam hal ini, fokus utama SOina di bidang pemenuhan hak berolahraga.

Menjawab pertanyaan seorang wartawan soal rencana usai berpartisipasi di SOWG Berlin, Warsito

Special Olympics mengembangkan beragam cabang olahraga untuk atlit bertalenta khusus. Di Indonesia ragam olahraga ini diakui negara lewat UU dilakukan sesuai dengan kondisi disabilitas fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik seseorang.

Tinggalkan Balasan