Rabu, Agustus 21, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Trend

Masa Sekarang Adalah Miliknya Sang Pemberani, Inovatif dan Kreatif

Oleh: Asri Hadi

384Views
Asri Hadi (Redaktur Khusus Majalah Eksekutif)

Jangan lalai meluangkan waktu untuk belajar, menulis, meneliti, memberikan saran, konsultasi, dan terus belajar.

MATRANEWS.id — Tulisan ini, pernah dimuat di majalah HealthNews, mungkin 15 tahun lalu. Sekarang majalah itu sudah bermetamorfosis menjadi online digital terpercaya www.healthnews.co.id.

Agaknya, tulisan ini tidak lapuk oleh perkembangan jaman. Justru memberi ayat pembenaran, bahwa kita harus selalu siap dengan perubahan. Karena yang abadi, adalah perubahan itu sendiri.

Dulu orang itu, menyebut masa depan adalah milik sang pemberani, inovatif dan kreatif. Masa depan, terus bergerak menjadi masa sekarang.

Sekarang ini, orang sedang ramai bicara visi misi Pemimpin RI, kita sudah memasuki 2019, di tahun politik. Dimana kita sebentar lagi akan memilih pemimpin bangsa.

Apakah Anda sudah punya pilihan? atau masih menjadi massa mengambang dan fanatik, itu hanyalah dalam perjalanan waktu.

Sikap optimis demikian perlu. Ketika internet masih lambat, dalam rapat redaksi 15 tahun yang lalu, sudah dibahas bagaimana perkembangan internet di masa depan, termasuk dampaknya buat kita, termasuk dengan efek kesehatan untuk kita.

Waktu terus berjalan, internet itu sudah menjadi bagian dari hidup kita sekarang.

Para pebisnis UKM juga memakai internet dan kongkow bareng dengan rekannya, memantau saingan juga bisa lewat digital, yang berbasis internet.

Jangan lalai meluangkan waktu untuk belajar, menulis, meneliti, memberikan saran, konsultasi, dan terus belajar.

Tulisan ini, sempat juga dimuat di majalah bisnis, yang bernama majalah eksekutif. Majalah bisnis dan gaya hidup itu eksis hingga kini, berkat inovasi-inovasinya.

Banyak pihak sudah mengungkap, “Jangan seperti dinosaurus yang mati tertelan jaman karena tidak bisa beradaptasi dan tidak mau menerima masukan.”

Seringkali terlalu sering kita menjadi lebih ahli dalam menunjuk apa yang salah dari suatu pendapat, daripada yang benar. Karena kita terbiasa berusaha keras untuk bertingkah laku dengan cara yang konsisten dengan apa yang membuat kita merasa nyaman.

Ide-ide baru, inovasi baru dan kreativitas harus juga diuji, karena juga karena sesuatu yang baru tidak mau diuji, validitasnya.

Jurnalis atau dosen sering berinteraksi. Pertemuan demi pertemuan dalam organisasi bisnis. Ya, memang adanya banyak berisi ”wacana”, tidak banyak menghasilkan sesuatu yang konkret.

Kalau diungkapkan dalam momentum yang tepat, dengan cara yang juga tepat, biasanya sebagian besar dari mereka setuju. Bahwa, tindakan kecil namun penting (tapi tidak ditindak lanjuti sehingga terlupakan selamanya).

Bersiaplah mendengar sesuatu yang “pedas”. Jangan merasa sudah sangat berpengalaman atau memiliki CV/ MBA/ gelar/pengalaman/ pendidikan/latarbelakang/dll. Maka, di otak tidak mau menerima masukan dan situasi yang terus berkembang. Termasuk di era digital ini.

Ayo terus menggali ilmu.

Sukses suatu bisnis memerlukan tujuh ‘In’ dari eksekutif yang ada:
1. Insight (wawasan) tentang seperti apa masa depan nantinya
2. lntuisi untuk membuat keputusan yang benar
3. Inisiatif untuk bertindak efektif
4. Inovasi untuk mencipta secara berbeda
5. lntegritas untuk mengikuti dengan tekun dan dengan benar
6. lndividualitas untuk menerima kepemilikan
7. Interdependensi untuk menetapkan hal-hal di atas sebagai rekan dalam suatu tim

Organisasi bisnis (bahkan organisasi apapun) perlu serius mengembangkan sumber daya insaninya. Ini kunci mengoptimalkan potensi kreatif, daya inisiatif dan kepemimpinan. Sukses organisasi bisnis di masa depan, dimulai dari ikhtiar simultan pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hari ini.

Tak ada yang “terlalu dini” dalam urusan pengembangan kepemimpinan, karena dari kepemimpinan yang antisipatif, visoner, bisa dibangun sukses di masa depan.

Disraeli bilang, “Perubahan, adalah sesuatu yang konstan”. Namun hanya sedikit organisasi mapan yang sungguh-sungguh mengakui makna sesungguhnya pernyataan ini.

Di dalam arena bisnis, hanya sedikit model bisnis yang relevan pada saat ini, baik di tingkat lokal maupun global. Mungkin model yang paling sesuai adalah sebuah gyroskop yang berputar karena kemampuannya untuk tetap seimbang tanpa memperhatikan sudut dan arah.

Model semacam ini, sebagai contoh, memastikan bahwa planet yang kita diami menjaga keseimbangan sempurna dari jagad raya.

Di lain pihak tanggapan negatif pada suatu gyroskop merupakan suatu proyektil peluru terhadap keseimbangan dan terarah pada sasaran. Model semacam ini yang konstan, namun tetap bergerak, adalah penggambaran yang sempuma untuk penciptaan budaya wirausaha dalam suatu organisasi yang mapan. Dengan setiap arah strategis, seluruh perusahaan bergerak sembari mempertahankan keseimbangan.

Suatu organisasi harus secara penuh memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan sumber daya manusianya, dan pada gilirannya potensi kreativitas, inisiatif dan kepemimpinannya mencapai prestasi optimalnya. Organisasi yang ingin mencapai sukses besok akan mengembangkan kepemimpinan kewirausahaan pada hari ini.

baca juga: Referensi Bisnis Terpercaya — majalah eksekutif cetak /print — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »