NasionalTokoh

Mata Najwa Format Baru

274

Najwa Shihab mengaku sedang bertransformasi dari televisi Metro TV ke media digital. Kini ia rutin live di medium semacam Facebook dan Instagram, secara regular muncul jam 20.00 WIB dalam setiap hari Rabu. Secara karyawan, Najwa mengaku sudah meninggalkan Metro TV setahun yang lalu. Namun, alumnus Fakultas Universitas Indonesia ini dikontrak hingga 30 September dan bisa diperpanjang kembali.

Maka, ketika tayangan Mata Najwa di Metro TV berakhir pada 30 Agustus 2017, banyak penggemarnya bertanya-tanya. Sempat ramai dibicarakan, putri ulama Quraish Shihab ini tak melanjutkan episode Mata Nadjwa usai wawancara Novel Baswedan, yang tayang pada 26 Juli 2017. Dalam wawancara tesebut, sang penyidik KPK secara blak-blakan mengungkapkan berbagai hal terkait penyerangan air keras yang mencederai matanya itu.

Beberapa jam sebelum episode itu tayang, media sosial — khususnya Twitter — diguncang oleh rumor bahwa episode wawancara khusus itu batal tayang karena tidak disetujui oleh pihak Metro TV. Akan tetapi, beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 20.00 WIB, Mata Najwa tetap muncul seperti biasanya setiap Rabu malam.

Siapa sangka, setelah episode itu, Mata Najwa tidak lagi memproduksi program. Pada Rabu berikutnya, 2 Agustus 2017, Mata Najwa tetap tayang di Metro TV namun hanya mengulang (re-run) episode lama. Padahal, Mata Najwa menjadi salah satu program unggulan Metro TV. Tayang pertama kali pada 26 November 2009, pelan tapi pasti Mata Najwa mulai mencuri perhatian pemirsa. Sudah tujuh tahun Mata Najwa mengudara.

Mata Nadjwa untuk episode perdana bertajuk “Dunia dalam Kotak Ajaib”, tayang pada 25 November 2009. Ujungnya wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017. Jadi, total sudah 511 episode Mata Najwa. Dari awalnya hanya berdurasi 30 menit, Mata Najwa lalu berkembang menjadi tayang selama 1 jam dan terakhir hingga 1,5 jam. Dari yang awalnya tayang pada 21.30 kemudian mundur ke jam yang terhitung prime time, pukul 20.00 WIB.

Komisi Penyiaran Indonesia pernah mendapuk Mata Najwa sebagai program talkshow terbaik. Indonesian Choice Award TV juga dua kali pernah menobatkan Mata Najwa sebagai “Program of the Year”. Rolling Stone Indonesia juga pernah menganugerahkan “Editors Choice Rolling Stone Talkshow of the Year”.

Salah satu andalan Mata Najwa adalah program Mata Najwa On Stage. Program ini menghadirkan Mata Najwa bukan hanya di luar ruangan tapi juga di luar kota. Sudah 18 kota dikunjungi oleh Mata Najwa, dari kota-kota di Jawa, luar Jawa bahkan hingga di Belanda.

Antusiasme penonton sangat tinggi. Sangat jamak acara Mata Najwa On Stage disesaki penonton, baik digelar di aula besar, stadion (GOR UNY) bahkan alun-alun (seperti di Purwokerto). Tiga kali Museum Rekor Indonesia (MURI) menganugerahkan gelar rekor penonton on stage terbanyak kepada Mata Najwa.

Najwa menjelaskan, tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.

Reporter TV yang sempat menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, sekitar 17 tahun berkarier menolak berkomentar terkait berbagai spekulasi yang muncul di balik berhentinya produksi Mata Najwa di Metro TV. Duta baca Indonesia 2016 yang kerap dipanggil Nana ini menyiapkan format baru. “Tidak membatasi tayang di televisi,” ujar perempuan kelahiran Makasar, 16 September 1977 ini.

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »