Komunitas

Menteri Rudiantara Ajak Asosiasi Media Digital Lakukan “Pemetaan Digital”

82

“Edukasi kepada masyarakat ini penting,” ujar Rudiantara yang berencana mengajak pengurus Asosiasi Media Digital bertemu, bersama-sama melakukan pemetaan terhadap penyebaran konten-konten. “Saya tunggu di kantor,” ajaknya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) dan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) untuk sama-sama menangkal konten negatif selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pria yang akrab dipanggil Chief RA ini, dalam Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang mengajak semua pihak melakukan kerjasama antara semua elemen bangsa bergerak memerangi konten negatif di media sosial.

“Maraknya konten negatif berupa berita bohong (hoax) maupun perundungan (bullying) di media sosial telah mencapai pada tahap mengkhawatirkan,” tutur Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada S.S Budi Rahardjo, Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) dan juga Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI).

“Pemerintah, masyarakat di semua segmen, hingga platform harus bergerak bersama,” jelasnya sambil mengajak anggota Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) memasuki langkah kongrit.

“Hulunya adalah literasi informasi sesuai amanah UU ITE no.19 tahun 2016. Sedangkan di sisi hilir ada pendekatan hard approach seperti pemblokiran situs dan sebagainya,” ungkap Rudiantara.

Masih menurut Rudiantara, Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak mau mengurusi perijinan untuk online digital. Juga tak punya kewenangan menyensor konten. Hanya bisa menganjurkan elemen seperti anggota Forum Pimpinan Media Digital dan Asosiasi Media Digital lebih memperbanyak konten-konten positif di internet.

Langkah ini, menurut Rudiantara, bertujuan untuk membuat konten negatif kehilangan tempat di internet. Sehingga nantinya akan berkurang dengan sendirinya.

“Edukasi kepada masyarakat ini penting,” ujar Rudiantara yang berencana mengajak pengurus Asosiasi Media Digital bertemu, bersama-sama melakukan pemetaan terhadap penyebaran konten-konten. “Saya tunggu di kantor,” ajaknya.

Rudiantara mengatakan, untuk medsos, Kominfo mengaku sudah kerjasama dengan Facebook, Google, Twitter, Telegram, WhatsApp, Blackberry Messenger (BBM), Instagram, Line, dan Bigo.

baca juga: Wartawan Minim Kesejahteraan

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas