KomunitasNasional

Moeldoko: “KSP Susun Konsep Besar Talent Management Strategic.”

453Views

MATRANEWS.id — Tokoh militer Indonesia yang kini menjadi “kumendan” Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengaku KSP ingin menjaring orang-orang Indonesia yang ahli dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, olahraga, dan seni.

Saat ini KSP sedang menyusun konsep besar talent management strategic. “IYSF diharapkan dapat membantu dan bekerja sama dengan KSP,” ujar pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 saat menerima perwakilan Forum Pelajar Indonesia atau Indonesia Student & Youth Forum (IYSF) di Bina Graha, Jakarta. Senin, 23 Juli 2018.

Dikenal kapabel, profesional dan dekat dengan rakyat, Moeldoko minta anak muda jaga optimisme. “Pemerintahan saat ini, serius untuk mempersiapkan SDM khususnya anak muda dalam era persaingan global yang dikenal era revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Moeldoko yang disebut-sebut juga masuk “kantong Jokowi sebagai Cawapres” menyebut inovasi merupakan suatu dunia yang melibatkan anak muda serta perlu dikelola dengan baik.

Intinya, Kepala Staf Kepresidenan berpesan bahwa pada era saat ini, dengan sistem politik dan demokrasi di Indonesia, siapapun bisa menjadi apa yang mereka mau.

“Jangan jadi anak muda yang pesimistis!” Moeldoko memberi semangat IYSF, yang merupakan sebuah organisasi yang dimotori oleh pemuda, khususnya pelajar SMA yang bergerak dalam berbagai bidang, antara lain kewirausahaan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.

“Kami sudah memotori berbagai gerakan, sebagai contoh di Harvard University Amerika Serikat, kami membuat gerakan Indonesia Tempe Movement, dan gerakan ‘Indonesia Gaya Gue’ yang mengangkat isu nasionalisme”, kata Ketua IYSF, Dinnur Wirawan.

Sebagai informasi, gerakan IYSF memiliki 280 sekolah jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di kawasan 3T. IYSF mengadakan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk menyampaikan rencana kegiatan perayaan satu dekade pada tanggal 8 – 11 Agustus 2018, di Jakarta.

Moeldoko tertarik atas gerakan anak muda yang menjalankan cara sosialisasinya lewat sosial media. Mantan Wakil Gubernur Lemhanas itu berpesan bahwa anak muda perlu juga melakukan gerakan melawan maraknya berita palsu atau hoaks.

“Hoaks dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang kita miliki. Maraknya berita palsu saat ini jelas merupakan perbuatan adu domba, menebar kebencian, dan fitnah. Jari telunjuk ini dampaknya luar biasa,” tegas Panglima TNI 2013-2015 itu.

Sarankan Anak Muda Terjun ke Dunia Pertanian

Lebih jauh, Moeldoko juga menjelaskan kepada perwakilan IYSF mengenai persoalan dunia pertanian, serta permasalahan anak-anak muda yang semakin sedikit tertarik untuk terjun bertani.

“Padahal dunia pertanian itu dibagi menjadi dua, ada on farming dan off farming. Anak muda perlu ambil bagian pada bidang ini,” kata Moeldoko yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Moeldoko memaparkan, sistem on farming merupakan kegiatan terjun langsung budidaya tanaman pangan (jagung, kedelai, dan padi), dan holtikultura (buah-buahan dan sayur-sayuran), sedangkan off farming merupakan proses bagaimana menjual produk, pengelolaan tenaga kerja, serta pengembangan teknologi dan peralatan pertanian.

“Pilihlah salah satu, dan tekuni dengan baik dunia pertanian, agar ketahanan pangan kita terjaga,” ungkapnya.

Selain itu, Moeldoko juga menambahkan bahwa saat ini KSP sedang menyusun konsep besar talent management strategic. KSP ingin menjaring orang-orang Indonesia yang ahli dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, olahraga, dan seni. IYSF diharapkan dapat membantu dan bekerja sama dengan KSP.

baca juga: wawancara ekslusif Moeldoko – klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »