Rabu, Agustus 21, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Hiburan Kekinian

Musik Jazz dari Masa ke Masa

Oleh: A. Kholis (Griya Menulis)

629Views

Bersama S.S Budi Rahardjo CEO Majalah eksekutif yang Pemred Majalah MATRA, sesama Pecinta Jazz
Dewi Gontha (Direktur Utama PT Java Festival Production /JFP dan Peter Gontha bersama pihak sponsor.

MATRANEWS.id — Bicara musik, memang tak ada habisnya. Dari tahun ke tahun, kreativitas para pekerja seni di bidang musik acap menampilkan “gaya” karya terbarunya.

Musik dangdut bisa dikatakan memiliki corak yang terbanyak di bandingkan dengan genre musik lainnya.

Lihat saja, selain dangdut asli seperti yang dibawakan oleh Rhoma Irama, dalam perkembangannya muncul rockdut (musik dangsut bergaya rock), dangdut ritmix, hingga dangdut koplo.

Di genre musik pop, terbilang ‘normal-normal’ saja, tak terlalu ada perubahan gaya yang menyolok.

Yang berubah hanya soal syairnya saja: ada yang melankolis dan ada yang biasa. Namun, naik turun pamor genre musik-musik tersebut akan seiring dengan tren yang sedang terjadi.

Media televisi, memiliki peran sangat penting dalam menaikan dan menurunkan pamor tersebut.

Namun ada satu jenis musik yang sejak zaman dulu hingga sekarang memiliki corak yang seolah tak berubah: begitu-begitu saja. Itulah musik jazz.

Sekalipun gelaran musik ini sering dilakukan, namun penikmat musik genre ini (khususnya di Indonesia) juga tak mengalami fluktuasi. Kelas menengah ke atas adalah komunitas penikmat setia musik ini.

Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia musik jazz digelar di pinggiran pasar tradisional atau pinggiran kali.

Tak pernah juga musik jazz digunakan sebagai hiburan selama kampanye Pilpres ataupun Pileg. Musik ini secara ekslusif digelar di dalam hotel atau di gedung-gedung tertentu.

Itulah tentang kedudukan musik jazz yang pada awal kelahirannya dianggap sebagai musik rendah, musiknya kaum hitam yang hina di daratan Amerika, namun kemudian tumbuh menjadi musik bermutu tinggi. Banyak digaet oleh jenis musik lainnya dalam upaya menambah nilai seninya.

Bahkan akhirnya jazz digunakan sebagai sarana bergengsi, karena orang merasa takut dikatakan ketinggalan zaman hanya disebabkan karena tidak mengetahui atau menyukai musik jazz.

Jazz akhirnya dianggap sebagai musiknya kaum elite. Tentu saja bagi yang suka.

Sambut Festival Java Jazz ke 15

Bagi penikmat yang fanatik, tentu tak rela jika keberadaan musik jazz tak bergaung di Indonesia.

Untuk itu, sejak tahun 2005 para penggemar musik ini berupaya untuk ‘melestarikannya’ melalui event Java Jazz Festival.

Festival yang diprakasai oleh pengusaha dan penggemar jazz Peter F Gontha, secara konsisten diselenggarakan setiap tahun pada bulan Maret. Menghadirkan musisi-musisi jazz kelas dunia yang kepiawaiannya sudah tidak diragukan lagi.

Di tahun pertama festival ini sudah bisa menghadirkan musisi jazz legendaris: James Brown. Musisi lainnya seperti Incognito, Earth Wind and Fire Experience Featuring Al Mckay All Stars dan musisi kelas dunia lainnya.

Sudah pasti gelaran festival Jazz berlangsung 1.2.3 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu festival jazz tahunan termegah, Java Jazz Festival (JJF) akan kembali memanjakan telinga pecinta musik dengan skema berbeda dan menari.

Perayaan 15 tahun eksistensi, mengusung tema Broadway dan misi “Music Unites Us All”.

JJF 2019 rencananya akan menambah lini musisi dan memperluas genre usia.

Sebelum menuju puncak festival, JJF 2019 akan menggelar agenda praacara, yakni Java Jazz on the Move pada Januari 2019 di sekitar Jakarta dan Tangerang.

Untuk menikmati Jazz on the Move, pengunjung dapat leluasa memasuki acara tersebut tanpa dipungut biaya dan menikmati cuplikan pendek dari artis-artis yang akan tampil di JJF.

Dewi Gontha, Direktur Utama PT Java Festival Production mengemukakan, bahwa pada JJF 2019 diharapkan dapat mempersatukan berbagai kalangan melalui festival musik.

Untuk pembelian tiket resmi, Anda bisa langsung menyambangi alamat website Java Jazz Festival di www.javajazzfestival.com.

Harus diakui, setiap tahun musisi-musisi yang hadir semakin bertambah dan berkualitas. Demikian juga dengan jumlah penonton penikmat musik jazz semakin bertambah dan bahkan ada diantaranya penggemar baru.

Tidak ketinggalan musisi-musisi jazz anak negeri yang turut memeriahkan festival ini, bahkan mereka bisa satu panggung dengan musisi jazz idolanya dari luar negeri. Salam jazz!

baca juga: majalah MATRA cetak (print) edisi terbaru — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »