Ngurus Keuangan Ibarat Main Bola Sepak

catatan Pinggir Benny ButarButar Tentang Bagya Mulyanto

  • sumber: majalah Pajak

MATRANEWS.id — Ibadah Besar: Insan Normal Bekerja Profesional Sekaligus Beribadah

Bekerja dan beribadah adalah dua hal yang mungkin terlihat berbeda bagi sebagian orang. Namun, bagi Bagya Mulyanto, Direktur Keuangan Perum Bulog, kedua hal ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Bagi Bagya, bekerja di BUMN yang bertanggung jawab dalam menyediakan bahan pangan untuk masyarakat adalah ibadah yang besar.

Bagya Mulyanto merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman.

Dia merasa bersyukur bisa berkontribusi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok, terutama beras, untuk masyarakat.

Bagi Bagya, kebutuhan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar, dan dia merasa bangga bisa berkontribusi dalam memastikan beras selalu tersedia bagi masyarakat.

Peran Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan sangatlah strategis. Selain beras, Bulog juga bertugas menjaga ketersediaan jagung dan kedelai. Jagung digunakan sebagai pakan ternak, sementara kedelai menjadi bahan utama dalam pembuatan tempe.

Stabilitas harga untuk kedua komoditas ini harus dijaga agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Selain tugas pokok dalam menjaga pasokan pangan, Bagya juga menjalankan tugas untuk menjaga kesehatan perusahaan, salah satunya dari sisi keuangan.

Bagya menekankan bahwa perkembangan kinerja keuangan perusahaan harus tetap positif dan baik agar perusahaan dapat mencapai laba yang diharapkan.

Bagya juga mengingatkan bahwa Bulog berperan sebagai wajib pungut dalam hal perpajakan.

Ia meyakini bahwa pajak adalah bagian dari ibadah dan merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Ia menekankan pentingnya tertib dalam membayar pajak dan mengikuti kebijakan perpajakan yang berlaku.

Masa kecil Bagya di sebuah desa memberikan pengalaman berharga baginya. Di sana, ia belajar banyak dari alam dan menjadi terbiasa dengan disiplin dan kerja keras. Semangat itulah yang ia bawa dalam menjalani karier profesionalnya, termasuk di Bulog.

Bagya Mulyanto menggambarkan kunci suksesnya dengan sederhana: disiplin dan jujur.

Ia berprinsip untuk bekerja secara normal, artinya bekerja di siang hari dan beristirahat di malam hari. Bagya berusaha mengelola waktu dengan baik dan sesuai aturan, serta memastikan bahwa segala tugasnya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam pandangan Bagya, bekerja dan beribadah adalah satu kesatuan yang harmonis.

Dia meyakini bahwa melalui pekerjaan yang baik, ia bisa menjalankan ibadah dengan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan pangan pokok yang dibutuhkan oleh semua orang.

Semangat ini menjadi pendorong bagi Bagya Mulyanto dalam menjalankan tugasnya sebagai Direktur Keuangan Perum Bulog, dan ia berharap bahwa perusahaan ini akan terus memberikan berkah bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan