Hukum

Novel Kembali Mendapat Serangan Soal Taliban, Oknum Penyiram Air Keras Belum Tuntas

63.6KViews

MATRANEWS.id —  Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai halat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Foto semacam ini beredar media sosial, dan membuat kita yang melihatnya miris, kenapa hingga hari ini belum terungkap modus serta siapa dibalik penyiraman air keras itu.

Rina Imelda (Emil) berharap presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa suaminya.

Kini, Novel mendapat serangan buzzer politik terhadap KPK.

Soal kelompok polisi Taliban dan polisi India, Novel Baswedan menyebut skenario itu sengaja dibuat oleh oknum atau orang tentu untuk memecah belah internal KPK.

Novel disebut-sebut salah satu yang disebut sebagai kelompok polisi Taliban. Salah satu foto yang sering digunakan untuk membingkai Novel sebagai orang yang dekat dengan kelompok radikal adalah fotonya bersama dua perempuan menggunakan niqab.

Ada pula foto Yudi Purnomo ketua WP KPK misalnya, disebar dalam bentuk meme dengan ditambahi tulisan “Inikah Taliban di KPK? Yudi Purnomo Ketua WP KPK, Jidat Hitam, Jenggotan (Sekarang Dicukur) Dipanggil ‘Antum’” .

Istilah polisi India yang sebenarnya justru lekat pada polisi yang pemalas, lambat dan korup. Sebaliknya istilah Taliban justru melekat pada kelompok yang sedang berjuang.

baca juga: https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/matra-indonesia/sep-2017

baca juga: wawancara ekslusif majalah Matra Indonesia

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »