Please assign a menu to the primary menu location under menu

Senin, Desember 16, 2019
EkonomiGaya HidupKomunitas

“Orang Pintar” Tak Berani Teropong Ibu Kota Baru

303Views

MATRANEWS.id — Mungkin Anda sering mendengar istilah “orang pintar”.

Manusia berjuluk “orang pintar” ini biasanya dipercaya memiliki kemampuan membaca alam pikiran orang lain, atau bahkan meramalkan nasib sebagian orang di masa depan.

Dalam berbagai ensiklopedi yang beraroma supranatural, “orang pintar” atau yang juga bisa disebut “dukun”.

Ini adalah sebuah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan supranatural.

Dengan “kelebihan”-nya itu, menyebabkan dia dianggap dapat memahami hal tidak kasat mata serta mampu berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib, yang dipergunakan untuk membantu menyelesaikan masalah.

Tentu saja, hal semacam ini hanya berlaku bagi yang mempercayai dan cendeerung menyenangi dunia mistik.

Namun bagi yang tidak percaya atau tak peduli, semua dianggap bohong belaka.

Di kalangan yang tak mempercayai, kerap muncul ungkapan: “disebut orang pintar, karena yang datang itu orang bodoh” atau statemen lainnya yang membuat kikuk orang-orang yang berprofesi di dunia ini.

Bagi yang menyukai dunia mistis, mereka banyak tahu soal perilaku dan cara kerja para “orang pintar” ini.

Konon, tak semua “orang pintar” membaca kondisi seseorang atau wilayah tertentu, terutama yang berada di seberang pulau. Laut seolah menjadi menjadi “pembatas” wilayah kekuasaan ilmu gaibnya.

Banyak netizen  mengomentari sisi mistis Kota Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, calon Ibu Kota Negara RI yang baru.

Takut Ada Yang Tersinggung

Bisa disimpulkan, para “orang pintar” dianggap memiliki wilayah masing-masing.

“Mungkin supaya tidak berebut lahan,” ujar Sarmono, warga Kota Depok yang mengaku menyukai dunia supranatural.

Pria paruh baya ini mengaku kerap dimintai bantuan orang lain untuk kondisi alam pikiran yang menurutnya sedang “diganggu” oleh makhluk tak kasat mata.

Itu sebabnya, sering beredar candaan, “Kalau mau aman dari kejaran ilmu gaib dukun, pindah aja ke pulau lain. Ilmunya engga bisa ngejar,” tambah Sarmono sambil, tertawa.

Ibarat pesawat yang terbang antar wilayah, setelah melewati wilayah  kekuasaan Air Traffic Controller (ATC) di mana pesawat itu take off, petugas ATC akan menyerahkan panduannya ke ATC di wilayah pesawat tersebut akan landing. ATC yang pertama sudah tak mampu memonitor pesawat lagi.

Rupanya, ini pula yang menyebabkan tak semua “orang pintar” mau mengomentari sisi mistis Kota Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, calon Ibu Kota Negara RI yang baru.

Kota ini dikabarkan di berbagai media, merupakan wilayah yang penuh misteri dan dipenuhi cerita mistik, bahkan horor.

“Kalau soal itu, biar orang-orang di sana aja yang bicara. Saya cukup di sini aja,” ujarnya.

Saat ditanya alasannya, pria berkumis ini hanya menjawab,” Jawabannya bisa panjang, takut ada yang tersinggung,” tambahnya.

Sarmono hanya mengatakan, hampir di semua wilayah ada mistisnya. Hanya kadarnya saja yang beda. “Di manapun daerahnya ada lingkaran mistisnya,” ungkapnya menutup obrolan dengan MATRA Indonesia. (*)

baca juga: majalah matra edisi cetak – klik ini

 

klik juga: marketplace pria sejati — klik www.majalahmatra.com

 

Tinggalkan Balasan

Translate »