EkonomiHukumNasional

*Pahlawan Ekonomi Perempuan Dunia Zaman Now

155Views

Oleh: Gugun Gumilar
IG: gugungumilar89

Ibu Sri Mulyani Indrawati, sudah tidak asing lagi bagi Indonesia.

Hampir tiap hari, pemberitaan dan sosoknya muncul di media massa Indonesia. Semenjak di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, era Presiden SBY sekarang ia menjabat sebagai Mentri Keuangan di Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Bahkan, di tingkat dunia, ia pernah menjadi orang nomor penting ke dua di dunia Pelaksana Bank Dunia. Seorang Ibu dari tiga orang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010-2016.

Sederet prestasi dunia yang ia raih semisal, Menteri Keuangan terbaik Asia yang dinobatkan oleh World Bank dan IMF, The most influential women in the world majalah Forbes 2008, dan Majalah Globe Asia 2007 wanita paling berpengaruh di Indonesia. Tahun 2016 tokoh berpengaruh di bidang Keuangan nomor 9 di dunia, dl.,

Saya berdialog dengan beliau tentang tantangan pemuda Indonesia yang akan dihadapi.

Sri Mulyani: “Indonesia itu Negara yang besar, di tangan pemuda pemudi Indonesia maju dan mundur bangsa ini.

Saya dulu berangkat tahun 80-90-an ke Amerika dengan modal “perih”, bisa kuliah mendapatkan beasiswa ke Amerika untuk program Master dan Doktor dibidang ekonomi karena ingin merubah masa depan saya, lingkungan saya, dan Negara saya.

Di sanalah pola fikir saya berubah, saya harus menjadi seorang pemimpin yang bisa merubah sistem dan bermanfaat bagi keluarga dan bangsa.

Dalam bidang ekonomi saya tekuni, karena passion saya di situ, karena kalau saya punya passion yang kuat dan mampu maka saya akan bisa untuk maju dengan penuh semangat.

Selain itu juga, jiwa empaty dan disiplin yang kuat seseorang akan berhasil mengejar mimpi apa yang ia inginkan.

Empaty dan disiplin, merupakan kunci terbangunnya hidup maju dalam segala bidang.

Kalau nilai nilai rasa empaty dan disipin sudah hilang dalam jiwa seseorang maka hilang lah rasa integritas dan semangat untuk membangun kekuatan motivasi diri. Indonesia akan maju tergantung para pemuda hari ini.

Maka itulah, sikap saling tolong menolong dan menghormati harus kita jaga, agar bangsa Indonesia bisa mampu maju dan terdepan……”

In the 21st century, where the new emerging global world offers the world’s young people a unique opportunity to share and learn together on their common destiny.

Young people find themselves interconnected.

As a result, young people do need to solve problems and makes progress. I believe that what we do in the near future will have an impact on the decades to come.

Encouraging young people to recognize that it is their moral obligation and duty to make a difference that will create positive changes.

baca juga: Majalah Eksekutif edisi Terbaru 2017

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »