Pelindo Berkontribusi Bagi Kemajuan Pariwisata

Oleh: Lufhty Mutty (Komisaris PT. Pelindo)

MATRANEWS.id — Pelindo berkontribusi bagi kemajuan pariwisata. Dalam Catatan Pinggir Lufhty Mutty. Penulis adalah Komisaris PT. Pelindo.

Desa Adat Penglipuran kembali menggelar PENGLIPURAN VILLAGE FESTIVAL.

Tema yang diusung kali ini adalah Bamboo Paradise Green Investment for Future Generation. Ini adalah festival tahunan yg ke 10.

Acara ini turut hadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Bali, Bupati Bangli dan Dirut PT. Pelindo.

Acaranya berlangsung di kawasan hutan bambu yang telah direvitalisasi melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pelindo Peduli.

Desa Adat Penglipuran adalah Desa Binaan PT. Pelindo sejak 2017. Dan telah dinobatkan sebagai salah satu Desa Wisata terbaik dunia versi The United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung kepada Kelian Desa Adat Penglipuran di Samarkhand, Uzbekistan pada bulan Oktober yang lalu.

Hal ini membuktikan bahwa kehadiran PT. Pelindo di Desa Adat Penglipuran telah memberi manfaat dalam konteks pengembangan destinasi wisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Diharapkan kiranya apa yang dicapai oleh Desa Adat Penglipuran, dapat menjadi contoh dalam pengembangan pariwisata kita ke depan.

Yakni dengan tetap menjaga kelestarian alam, memelihara budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, dan terus melestarikan eksotisme keindahan alam.

Sebelumnya, di tahun 2021, desa ini juga telah menerima Penghargaan Lingkungan, Kalpataru.

Apa yang dicapai oleh Desa Adat Penglipuran adalah bukti bahwa PT. Pelindo terus berinovasi dan ber-evolusi.

Tidak sekedar mengejar keuntungan untuk kemajuan dan kebesaran Pelindo semata, tetapi lebih dari itu, PT. Pelindo telah menjadi perusahaan yang lebih peduli dengan pertumbuhan berkelanjutan.

Yang kehadirannya juga dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Kehadiran PT. Pelindo di Penglipuran mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekitar 700%. Dari 123.000 kunjungan thn 2016 menjadi 830.000 hingga Oktober 2023.

Dengan nilai nominal kontribusi terhadap PAD Kab. Bangli dari Rp 2,2 M thn 2016 meningkat menjadi Rp 23 M tahun 2023. Mengalami peningkatan hampir 1000%.

Hebatnya, 100% kontribusi PAD dari Desa Adat Penglipuran itu, dikembalikan ke penglipuran. Bahkan ditambah dengan berbagai pembangunan infrastruktur lainnya dari APBD Kab. Bangli.

Tinggalkan Balasan