Selasa, Agustus 20, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Komunitas

Perubahan Zaman, Hanya Kasih Yang Tak Lekang Oleh Zaman Baru

691Views

Untuk menjadi sukses di zaman sekarang, kembali pada formula: Sulit, Langka, Berguna.

Hanya Kasih Yang Tak Lekang Oleh Zaman Baru. Karena perubahan akan terus terjadi.

Hal ini pernah dipaparkan oleh S.S Budi Rahardjo ketika yang bersangkutan menjadi Ketua panitia sebuah acara oleh Jurnalis Kristiani, mereka kumpul-kumpul sesama orang media seiman.

Perbincangan antara lain, bahwa yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Bagi yang tak mengikuti perubahan, akan tertelan jaman, demikian juga media massa.

Dan kini, kembali diingatkan oleh Presiden Jokowi. Pemaparannya ini mendapat sambutan meriah dari relawan yang memenuhi auditorium SICC.

Konteks berani yang dimaksud oleh Jokowi adalah berani untuk menjadi pelopor perubahan dalam birokrasi agar semakin lebih baik.

“Oleh sebab itu butuh menteri-menteri yang berani! Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!” tegas Jokowi, yang berjanji membabat habis orang-orang yang intoleransi atas keberagaman agama.

Dalam kaitan perubahan itu sendiri, kita masih ingat soal tulisan bahwa di zaman dulu, orang menciptakan kapak untuk menebang pohon, tombak untuk memburu binatang yang akan dimakan, pisau untuk memudahkan memotong binatang.

Kala itu, semua fokus penemuan adalah perpanjangan “fisik” kita. Dapat menumbangkan pohon yang dulunya belum bisa, sekarang bisa. Memburu binatang dengan lebih mudah. Perpanjangan tangan dan kaki kita.

Begitupun penemuan sepeda, untuk menggantikan kaki yang berjalan jauh melelahkan. Panah, pisau, meriam, mobil, kapal, semuanya adalah ekstensi “physical need” kita. Hubungan eksternal diri kita ke alam.

Di zaman sekarang, kita memiliki handphone yang bisa terhubung ke teman di Jerman dengan langsung, terhubung dengan 500 teman lain dengan Facebook, memahami informasi yang kalau dicetak bisa sepuluh gudang dan dilipat dimasukkan dalam harddisk kita.

Kebutuhan untuk membuat laporan keuangan dengan cepat dalam proses komputer. Semua ini adalah perpanjangan “mental” kita, hubungan internal diri kita dengan dunia luar. Bukan kebutuhan fisik lagi.

Perubahan ini membuat orang yang kuat seperti Hercules dulu sangat berharga, sekarang orang genius seperti Steve Jobs yang sukses. Dari fisikal ke mental. Perubahan dari kebutuhan fisik eksternal kita, menjadi kebutuhan mental internal kita.

Perubahan lain adalah dari ukuran atau fisik, menuju nilai.

Dulu yang hebat adalah Piramida Mesir, Great Wall China, sekarang menuju pada penemuan DNA, google, amazon, Facebook, Wall Street, saham, yang tidak kelihatan fisiknya.

Ukuran besar bukan lagi menjadi hal terpenting. Kekuatan mata uang dollar, yang bukan lagi fisik, menjadi kekuatan terbesar dunia. Dari ukuran dan kemegahan, menjadi nilai.

Dari simple, menjadi kompleks. Dulu samurai adalah senjata sederhana yang terhebat, sekarang bom bisa dalam bentuk apa saja dengan kemampuan membunuh beribu kali lipat.

Segala hal baru adalah kompleks. Zaman batu membuat alat pembunuh hewan dari lempengan batu, dikerjakan satu orang.

Sekarang sebuah mouse komputer dikerjakan oleh kompleksitas puluhan/ratusan pabrik (penimba minyak supaya jadi plastik, pembuat per, teknologi digital dan seterusnya).

Di zaman kerajaan Romawi, konon Raja memiliki 650 tukang masak untuk menyiapkan makanan kerajaan.

Sekarang ketika Anda pesan di Mc Donald, satu hamburger adalah kombinasi karya jauh lebih dari 650 orang diseluruh dunia. Kompleks, tapi kelihatannya sederhana, dan tetap relatif murah.

Perubahan zaman membuat perpanjangan tubuh menjadi perpanjangan mental, besar menjadi nilai, dan simple menjadi kompleks.

Yang terpenting menciptakan produk atau service yang mempunyai nilai besar, sulit dan kompleks, dan lebih memuhi kebutuhan mental kita.

Dan untuk menjadi sukses di zaman sekarang, kembali pada formula: Sulit, Langka, Berguna.

Buatlah kompetensi Anda untuk mengerjakan hal-hal yang sulit, langka, dan memberi value besar bagi banyak orang. Selamat menikmati zaman baru.

Salam sukses untuk kita semua. Khususnya kepada teman seiman. Jangan hanya berkumpul setahun sekali dong.(*)

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »