HukumKepolisian

Pojok Semanggi

Ini hanya sebagian tim Pojok Semanggi lintas angkatan.
1.14KViews

Kini, sering terdengar kode di antara jurnalis: “Yuk kita ngopi-ngopi di Pojok Semanggi”.

MATRANEWS.id — Satu tahun yang lalu. Persis di tengah ibukota. Ada sebuah lokasi kongkow, sebuah pertemuan informal yang sedang menjadi trending topik.

Jurnalis dengan ragam liputan, memperbincangkan. Tak hanya menjadi ajang kumpul Forum Wartawan Polri lintas angkatan, tapi juga jurnalis lintas sektoral.

Menjadi lokasi rehat yang strategis. Kumpul, bertukar informasi, setelah atau kemudian kembali “mengais” berita ke sudut ibukota.

Lokasinya samping jembatan Semanggi, Jakarta. Berada dalam kawasan Polda Metro Jaya.

Obrolan media mainstream, dari berbasis digital hingga media cetak dan televisi.

Tak jarang, presenter TV yang “kinyis-kinyis” atau reporter syantik, bergeletakan sekedar curhat macem-macam ke teman senasib.

Jadi, diskusi tak hanya yang “keras-keras” atau bicara polisi pengatur lalu lintas, hingga politisi sontoloyo.

Yang menarik, info-info, ketimpangan hingga obrolan dibalik berita menjadi bagian sisi lain.

Keakraban semakin nyata, interaksi terasa hadir di “kopi darat” bukan hanya di grup whatsapps “Warung Pojok Semanggi”

Walhasil, Pojok Semanggi semacam oase.

“Indonesia mini”, karena di sini beragam etnis manusia, bersatu, kompak. Beda aliran, namun tak menjadi ledakan atau letusan. Pemikiran kritis ke jalurnya, menuju satu Indonesia yang hebat dan maju.

Jurnalis yang tak berpihak dalam politik praktis, ya, pada kumpul di sini. Sekedar mempererat networking.

“Kita tetap harus mengkritis, hal-hal yang melenceng. Memantau, hingga memberi solusi jika di masyararakat ada jawabannya,” demikian komitmen mereka.

Tak hanya menjadi lokasi kongkow, Pojok Semanggi kini menjadi memajangnya ide dan gagasan, dalam sebuah talkshow. Seru juga. Membahas fenomena-fenomena aktual yang sama sekali baru.

Konteksnya, tak hanya menyangkut Polri, keamanan tapi juga bisa soal kehidupan intelektual yang membenahi warisan-warisan kebijakan itu, sehingga petanya menjadi jernih, transparan, tidak salah kaprah. Segala yang menjadi perangkat kehidupan, perkembangan zaman.

Itulah Pojok Semanggi sekarang.

Bukan saja sebagai Warung keren. Menjawab tantangan kehidupan yang aktual. Menghasilkan jawaban-jawaban yang relevan. Sehingga kini, sering terdengar kode di antara jurnalis: “Yuk kita ngopi-ngopi di Pojok Semanggi.”

Asyik! Mereka juga saling berinteraksi di sudut media sosial, yang bernama Warung Pojok Semanggi.  Mengucapkan Indonesia Unggul, 74 Tahun Indonesia.

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »