HukumNasional

Presiden Jokowi Ultimatum Kapolri, Soal Kasus Novel Baswedan

921Views

Presiden Jokowi bertanya ke Kapolri kelanjutan penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang hingga saat ini belum tuntas.

“Kasus itu, harus tuntas dan gamblang,” ujar Jokowi menanggapi penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan memerintahkan untuk segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap Novel Baswedan.

Menanggapi hal itu Kapolri mengatakan, Presiden memerintahkan agar dituntaskan sesegera mungkin.

“Itu perintah beliau, tapi tadi kami sudah sampaikan langkah-langkah yang kita lakukan, prinsipnya kami ingin agar sesegera mungkin, tapi kadang-kadang ada kendala,” terang Kapolri.

“Tidak ada jenderal polisi (yang terlibat) karena keterangan dari 3 orang ini mereka tidak ada hubungannya dengan perkara dugaan penganiayaan ini. Setelah dicek alibi mereka detail jam per jam, menit per menit, jadi saya kira sutradara yang hebat pun akan sulit membuat alibi-alibi seperti itu,” masih menurut Tito Karnavian.

Salah satu kendala yang dihadapi ialah belum ditemukannya sidik jari di tempat kejadian perkara.

Kapolri menjelaskan penyidik tidak bisa membaca sidik jari sebab barang bukti yang ditemukan dalam kondisi yang tidak ideal. “Saat menggunakan serbuk, disitu masih basah sehingga sidik jarinya jadi hilang dan serbuknya tidak bisa membaca sidik jarinya,” kata Tito Karnavian.

Tim Polri sudah mengajak KPK untuk ikut bergabung bersama tim penyidik Polda. KPK bisa ikut membantu tim penyidik di lapangan maupun tim analisis. Hingga saat ini kepolisian masih menunggu konfirmasi dari KPK ihwal tawaran membentuk tim gabungan. “Kami terbuka untuk itu,” katanya.

Kepolisian Republik Indonesia berhasil membuat sketsa wajah terduga penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sketsa yang selesai dibuat dua hari lalu itu didapat setelah mendengar keterangan seorang saksi yang melihat terduga sebelum peristiwa terjadi. “Diduga dia adalah pengendara sepeda motor penyerang,” kata Tito.

Menurut Tito Karnavian, saksi melihat ada sosok orang yang mencurigakan sebelum penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi. Sosok tersebut berdiri tidak jauh dari masjid tempat Novel salat subuh. Demi keamanan, Tito enggan menyebutkan sosok saksi tersebut.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

baca juga: Novel Baswedan Sebut Oknum

klik majalah MATRA edisi cetak terbaru : ? : pencet ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »