Hiburan KekinianKepolisianTrend

Prostitusi Artis Harga Fantastis

Daftar Harga Booking Artis

Prostitusi Artis Harga FantastisArtis-artis cantik
Views

MATRANEWS.id– Polisi lagi-lagi mengungkap kasus mucikari prostitusi online.  Kok di Jawa Timur? Bagaimana dengan Polda lain?

Kita tentu masih ingat,  ada kasus juga awal tahun lalu. Sang artis itu meng-unggah status sedang berada di Surabaya, Jawa Timur, diketahui lewat unggahan Instagram stories-nya.

Perempuan cantik itu, menginformasikan kepada netizen sedang berada di Surabaya. “Hello Surabaya. Menjemput rezeki di awal 2019. See u at Townsquare Surabaya,” tulisnya.

Tak lama kemudian, muncul berita artis VA ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (5/1) siang karena kasus prostitusi online. Perempuan berusia 27 tahun itu disebut sedang melayani pria di kamar hotel.

Eng-ing-eng. Dulu, VA sekarang PA.  Disebut sebagai artis yang  masuk dalam prostitusi online. JIka VA dulu, Rp 80 juta, kiniRp 13 juta yang diamankan tim penyidik yang disebut sebagai uang muka.

Untuk tarif booking VA disebut Rp 80 juta. Sementara untuk AS dibanderol dengan harga Rp 25 juta sekali kencan.

Tidak sekali ini saja, artis beberapa nama artis terseret dalam dugaan “prostitusi online”, meski mereka masih dianggap sebagai korban.

Sebenarnya para artis itu, yang tertangkap tangan ketika sedang berada di kamar bersama dengan seorang pria hidung belang. Ujungnya, “Saya hanya korban,” ujarnya.

Ini merupakan puncak gunung es. Ada beberapa kasus lain, dari FNJ yang merupakan artis pendatang baru, terjerat dalam kasus prostitusi online. Dia tertangkap sekamar dengan tersangka korupsi  kepala daerah, Wawan.

Ada juga AA. Aktris yang tertangkap polisi di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan. Dia diamankan bersama Robby Abbas yang menjadi mucikari dari jaringan prostitusi artis saat itu.

Dari model hingga pedangdut yang melejit dengan singlenya berjudul Klepek-Klepek. Semua namanya masuk dalam jaringan prostitusi artis di Indonesia. Bayarannya, jutaan rupiah sekali “pukul.”

Tentu Anda masih ingat ketika NM, model seksi yang sempat berjilbab itu pernah diamankan dalam sebuah penggerebekan di sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Tarif yang dipasang Rp 50 – 120 juta per short time atau 3 jam. Untuk NM Rp 65 juta.

PR yang merupakan finalis Miss Indonesia 2014 juga pernah ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan pihak Kepolisian bersama dengan NM di sebuah hotel mewah di Jakarta Pusat.

Polisi menyamar sebagai pelanggan jasa esek-esek, untuk PR Rp 50 juta.

Artis AA sempat menjadi artis yang beken di 2015, karena disebut-sebut memasang tarif Rp 80 juta sekali kencan dengan pembayaran di awal sebesar Rp 7 juta.

Model TM juga masuk daftar artis prostitusi yang dibongkar mucikari artis, RA.

RA membeberkan identitas artis yang dia bina dan ditawarkan kepada pengusaha, politisi dan pejabat. Hanya mengenalkan, si calo mendapat honor 5 juta dan si artis 20 juta.

SB yang dikenal sebagai artis dangdut, memasang tarif 35 juta.

Asri Hadi, sebagai pengamat sosial kembali melihat, fakta seperti sebagai fenomena umum.  Tak menarik-menarik amat. Hanya bedanya, ini seorang artis, karena ingin memenuhi kebutuhan gaya hidup.

Masih menurut Asri Hadi, yang juga pengamat masalah narkoba ini,  fenomena artis dan model cantik memiliki gaya hidup yang tak biasa, sudah sering diungkap seperti majalah matra . Sehingga artis dan model cantik mencari pekerjaan sampingan menjadi pekerja seks komersial.

Harga artis beredar di grup BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook (FB). “Online hanya bagian dari strategi marketing,” ujar Asri Hadi yang menyebut tak perlu menghakimi artis atau bukan, karena setiap profesi bisa saja itu terjadi.

Intinya, “Mereka sang artis dan model butuh uang tambahan. Mereka lebih mencari materi yang ketimbang kenikmatan sesaat karena ada pergeseran orientasi kapital. Ekonomi sulit cenderung memilih jalan lain untuk mendapatkan uang.”

Asri Hadi menyebut beberapa artis yang tobat atau tak mau terjebak di lingkaran prostitusi secara mendalam, juga sempat dibahas oleh Majalah  Trend Pria, ketika itu.

“Di situ tertulis, mereka ada yang mengaku malah lebih nyaman jadi istri simpanan atau nikah siri. Tulis lagi dong, dengan pola investigasi. Menarik itu,” ujar pria yang juga dosen ini.

Para publik figur dan calon artis ini diduga mengambil jalan pintas dengan terjun ke dunia prostitusi demi memenuhi hasrat gaya hidupnya yang glamor dan hedonisme.

Calon artis ini diduga tak tahan dengan gaya hidup hedonis yang kemudian memilih jalan pintas ke dunia prostitusi.

Maka, kasus prostitusi yang melibatkan model artis ini pun mengundang perhatian masyarakat, karena kerap membanderol dengan harga fantastis, bisa sampai ratusan juta. Beda dengan “emak-emak” yang jual jasa seks di MiChat, harganya hanya Rp 250 ribu.

Asri Hadi mengamati ujung dari kasus-kasus prostitusi yang dibongkar sampai ke pengadilan dalam dalam hal prostitusi online, masyarakat mencatat belum diungkap siapa sang pemakai. Belum dipaparkan, siapa  pengguna artis itu,  diungkap detilnya,  karena mereka adalah orang-orang pemilik uang, kadang pejabat juga.

“Nah, ini tugas media mengungkap nih,” ujar Asri Hadi yang menyimpan banyak nama-nama para pemakai artis, dari pengusaha,  pejabat hingga mantan pejabat. Mereka masih aman-aman saja.  Karena yang tertangkap, “Adalah mereka yang apes saja. Ha-ha-ha. Sejatinya semua terjadi, karena ada supply and demand.”

Prostitusi Artis Harga Fantastis
Asri Hadi, Pengamat Sosial

Asri Hadi (pengamat sosial) memaparkan, para publik figur dan calon artis ini diduga mengambil jalan pintas dengan terjun ke dunia prostitusi demi memenuhi hasrat gaya hidupnya yang glamor dan hedonisme.  Dan realitasnya,  nama artis yang terungkap, ujungnya mereka masih dianggap sebagai korban.

Prostitusi Artis Harga FantastisProstitusi Artis Harga Fantastis

Prostitusi Artis Harga Fantastis

baca juga: majalah Matra edisi cetak — klik ini

Prostitusi Artis Harga FantastisProstitusi Artis Harga Fantastis

Prostitusi Artis Harga FantastisProstitusi Artis Harga Fantastis

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »