Komunitas

PT UKM Kembangkan Netdigital, setelah Majalah Eksekutif dan MATRA

134

Majalah eksekutif yang terbit sejak 1979 sebagai majalah bisnis pertama yang dianugerahi Museum Rekord Indonesia (MURI) tidak terpengaruh dengan adanya rumors “senjakala media cetak.”

Fokus menjadi majalah bisnis dan gaya hidup di print (cetak) kalangan menengah atas, untuk seterusnya berkomitmen terus hadir di majalah edisi cetak yang bisa dibeli di toko buku terkemuka di seluruh Indonesia atau dibeli khusus lewat hotline, untuk kalangan luar negeri.

Penekanannya setelah bergabung menjadi satu di bawah bendera PT Usaha Konvergensi Media (UKM), majalah eksekutif dan MATRA mengembangkan majalah digital yang bisa dibeli di Higoapps dan Scoop dan akan mengembangkan lewat lapak lain.

Kedua media terkemuka dan fenomena itu akan terus muncul di edisi cetak (print) dan bisa dibeli lewat aplikasi e-magazine dengan hanya memotong pulsa telepon atau mekanisme kartu kredit, atau pembayaran e-money lain.

Jika majalah eksekutif mengembangkan diri dalam usaha konvergensi online di www.eksekutif.com dan eksekutif.id, kini majalah MATRA bisa di klik di www.matranews.id

Untuk holding media mainstream, PT UKM tetap mengembangkan Majalah Eksekutif dan MATRA yang utama. Maksud dari penggabungan usaha tersebut selain agar pengelolaannya lebih efisien juga dalam rangka menuju perubahan sebagai media di era Digital.

Saat ini PT UKM tengah mengembangkan dan melakukan bisnis riset untuk membangun transisi bisnis dari media cetak ke media start up.

“Targetnya di 2017 ini, kami melakukan akuisisi sebagai implementasi diversifikasi bisnis untuk bergerak di bidang media massa cetak,” ujar pria yang punya insting optimis masa depan, bahwa media cetak masih kelihatan bagus dan belum rapuh.

“Kami mengakuisi bisnis media cetak yang berkeinginan dengan multiplatform,” ujar S.S Budi Rahardjo, CEO PT Usaha Konvergensi Media (UKM).


Menurut Jojo, sapaan akrab Budi Rahardjo, PT UKM sendiri telah berhasil menjalankan roda bisnis riset, investigasi dan multimedia.

Sukses melakukan standarisasi, filterisasi, serta positioning menjadi startup yang kompetitif. Akan terus mengambil atau mengakuisisi beberapa media digital yang punya kekhususan dan mengajak pihak-pihak lain untuk segera berkolaborasi.

PT UKM yang berdiri sejak 2009 awalnya merupakan startup pembuatan website perusahaan dan marketplace, kini melebarkan sayap dan membentuk akselerasi dalam spektrum lebih detil.

“Tujuannya mengambil momentum pembuktian, bahwa startup asli Indonesia bisa menjadi bagian dari aplikasi yang berkibar di negeri sendiri,” papar Ketua Umum Asosiasi Media Digital Indonesia yang juga Ketua Forum Pimpinan Media Digital ini.

Sedang mengembangkan juga Humasapps, menurut wartawan senior yang socialpreneur ini, dia terus mengembangkan aplikasi mobile karya anak bangsa, dengan sistem canggih mengingat sebuah brand media bagi para humas dan profesi lain.

Kini ia mengembangkan aplikasi untuk generasi kekinian yakni NETDIGITAL

Memiliki tenaga IT profesional, PT UKM itu sendiri, berawal dari perusahaan forensik digital, literasi media dan kampanye online ini telah bekerjasama lama dengan lapakmedia semacam Higoapps atau Scoop, Scanie juga Wayangforce. Klik saja:Humasapps

Mengelola majalah MATRA Indonesia sejak 2009 dan sejak Januari 2017 ini dipercaya PT Alberta untuk pengelolaan majalah eksekutif yang terbit sejak 1979. Dengan tatakelola GCG guna mempertahankan hegemoni dan mematahkan resistensi, konsen konsentrasi di kanal media massa tradisional dan mainstream sebagai leverage bisnis.

Menyediakan informasi yang relevan serta menjaga gagasan tetap dapat mengalir bebas, pluralisme media dengan pengembangan quality content juga riset. Sebagai startup yang mengawinkan yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut. Untuk kaum kekinian, sudah dipersiapkan juga www.netdigital.id yang akan dilaunching dalam waktu dekat ini.

Lahir sebagai perusahaan yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk, perusahaan ini konsen beroperasi dalam bidang teknologi.

Dengan tim solid, memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif, kini sudah melaksanakan watchdog dan peringatan dini (early warning sysyem) terhadap penyimpangan yang terjadi di dunia maya dengan bekerjasama dengan Forum Pimpinan Media Digital (FPMDI) dan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) serta ragam komunitas digital.

“Secara berkala kita akan menjalin acara-acara komunitas digital dan humas, perusahaan ini menyiapkan data base lengkap dari jaringan jurnalis dan pelaku industri kreatif. Juga melakukan mentoring para usahawan kelas menengah yang ingin akses ke para pimpinan media konvergensi dari cetak, digital hingga tv digital,” kata Jojo, yang kini sering menjadi coach dan pembicara untuk urusan media digital serta menjadi motivator ini.

Jojo mengaku, diawali berbisnis penjualan teknologi dan alat-alat investigasi, kemudian program riset dan advokasi serta perlengkapan industri teknologi informasi (IT), strateginya adalah jeli melihat kebutuhan pasar, bahkan menciptakan pasar. Ada juga aplikasi yang dikembangkan PT UKM seperti Humasapps, jaringan media massa yang dibuat kluster. Database jurnalis ini bisa dilihat di Aplikasi Humas.

Memberi kesempatan individu dan organisasi sosial untuk berkomunikasi dengan jangkauan yang tak terbatas. Menyediakan solusi bagi konsumen hingga instansi dan birokrasi yang ingin memverifikasi sumber daya dari perusahaan media cetak hingga media digital hingga membantu jika ada yang ingin tahu berita itu hoax atau bukan.

Bisa disebut, memfokuskan diri pada bisnis forensik teknologi digital, juga membantu jika UKM butuh pengiriman data cepat dengan biaya murah, PT Usaha Konvergensi Media bisa disebut menjadi pionir startup media di bidang “forensik digital” di Tanah Air.

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas