Punya Mobil 1.500 CC atau 1.800 CC? Jangan Panik Dulu, Ini Aturan Pertalite Sebenarnya

Punya Mobil 1.500 CC atau 1.800 CC? Jangan Panik Dulu, Ini Aturan Pertalite Sebenarnya

MATRANEWS.id — MOBIL DI ATAS 1.400 CC TAK BOLEH BELI PERTALITE? JANGAN PANIK, INI FAKTA TERBARUNYA!

Jangan buru-buru percaya daftar mobil yang beredar di media sosial. Klaim kendaraan di atas 1.400 cc bakal ditolak saat mengisi Pertalite ternyata bukan aturan resmi. Tapi ada satu hal yang wajib dipastikan pemilik mobil sebelum datang ke SPBU.

JAKARTA — Pemilik mobil kembali dibuat penasaran oleh informasi yang beredar di media sosial. Sebuah narasi menyebut kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak lagi boleh membeli Pertalite, bahkan disebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026.

Nama-nama sejumlah model kendaraan pun ikut dicantumkan dalam informasi tersebut.

Benarkah demikian?

Jawabannya: tidak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengategorikan informasi mengenai larangan mobil bermesin di atas 1.400 cc membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 sebagai hoaks.

BUKAN SOAL 1.400 CC

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun juga menegaskan bahwa informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite tidak benar.

Artinya, sampai informasi resmi yang tersedia saat ini, tidak ada aturan yang secara otomatis melarang mobil membeli Pertalite hanya karena kapasitas mesinnya berada di atas 1.400 cc.

Kebijakan mengenai BBM merupakan kewenangan pemerintah dan regulator. Jika ada perubahan ketentuan, kebijakan tersebut harus melalui proses kajian dan keputusan resmi.

Jadi, bagi pemilik mobil 1.500 cc, 1.600 cc, 1.800 cc bahkan kapasitas mesin lebih besar, jangan langsung panik hanya karena melihat poster atau pesan berantai di WhatsApp dan media sosial.

TAPI ADA SATU HAL YANG WAJIB DIPERHATIKAN!

Meski isu larangan berdasarkan kapasitas mesin tersebut tidak benar, pemilik mobil yang menggunakan Pertalite tetap harus memperhatikan ketentuan Subsidi Tepat.

Berdasarkan informasi resmi Subsidi Tepat MyPertamina yang diakses pada 30 September 2026, pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat telah menerapkan QR Code Subsidi Tepat.

Jadi persoalannya bukan sekadar:

“Mobil saya berapa cc?”

Tetapi juga:

“Apakah kendaraan saya sudah terdaftar dan memiliki QR Code yang sesuai?”

Untuk mendaftarkan kendaraan, pemilik perlu menyiapkan antara lain KTP, STNK, serta foto kendaraan. Setelah data kendaraan dikirim, dilakukan proses pencocokan atau verifikasi.

SATU MOBIL, SATU QR CODE

Ini yang juga penting.

QR Code kendaraan bersifat pribadi dan digunakan untuk kendaraan yang telah didaftarkan. Ketentuan Subsidi Tepat menyebut QR Code tidak boleh digunakan oleh kendaraan lain dan tidak boleh dipertukarkan. Pelayanan BBM bersubsidi dilakukan apabila QR Code sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Dengan kata lain, jangan pinjam QR Code mobil lain hanya karena kendaraan sendiri belum terdaftar.

Pertamina juga menyatakan dapat melakukan pemblokiran QR Code apabila ditemukan penggunaan yang tidak sesuai ketentuan.

LALU, APA YANG HARUS DILAKUKAN PEMILIK MOBIL?

Bagi pemilik mobil yang masih menggunakan Pertalite, langkah paling aman adalah:

1. Cek status kendaraan.
Pastikan kendaraan sudah terdaftar dalam program Subsidi Tepat.

2. Pastikan QR Code sesuai.
Jangan menggunakan QR Code milik kendaraan lain.

3. Simpan QR Code dengan aman.
QR Code dapat digunakan saat transaksi BBM subsidi setelah kendaraan terverifikasi.

4. Jangan percaya daftar mobil dari pesan berantai.
Informasi mengenai merek, tipe atau kapasitas mesin yang disebut dilarang membeli Pertalite harus dicek terlebih dahulu melalui sumber resmi.

5. Ikuti pengumuman pemerintah dan Pertamina.
Jika terdapat perubahan aturan, rujukan utama adalah pengumuman resmi pemerintah, regulator terkait, dan Pertamina.

JADI, MOBIL 1.500 CC MASIH BOLEH BELI PERTALITE?

Jangan menyimpulkan hanya dari angka 1.500 cc.

Yang perlu ditegaskan adalah: klaim bahwa semua mobil di atas 1.400 cc otomatis dilarang membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 telah dinyatakan hoaks oleh Komdigi.

Pada saat yang sama, pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat memang memiliki mekanisme QR Code Subsidi Tepat yang harus diperhatikan pemilik kendaraan.

Jadi, sebelum ikut menyebarkan daftar “mobil yang tidak boleh beli Pertalite”, cek dulu sumbernya.

Sebab satu pesan berantai yang belum terverifikasi bisa membuat pemilik kendaraan panik—padahal aturan resminya belum mengatakan demikian.

Jangan sampai salah informasi. Cek QR Code-nya, cek sumbernya, baru percaya.

 

Exit mobile version