BudayaKomunitas

Rosita Endra, Bunda Pendidikan Sarolangun 2017-2022

271Views

MATRANEWS.id – “Lumayan sibuk, menjalankan tugas sebagai Bunda PAUD, dan saya harap PAUD Sarolangun semakin maju dan berkembang,” kata Hj Rosita Endra, yang merupakan istri Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra.

“Tingkatkan kualitas anak-anak PAUD dengan menanamkan karakternya, akhlaknya, disiplinnya, baru kita tambah kecerdasannya,” demikian kata Sita, yang kembali dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sarolangun periode 2017-2022.

Alumnus SMA Negeri 29 Jakarta itu mengaku, sedang sibuk memajukan pendidikan PAUD ke depannya, dan meningkatkan kualitas pendidikan PAUD bagi anak-anak usia dini.

Rosita Endra yang kini tinggal di Kabupaten Sarolangun, kabupaten di provinsi Jambi dengan luas wilayahnya 6.174 km² mengatakan, sedang banyak mengurusi pendidikan PAUD di Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Sebagai konsennya di daerah yang mengalami pemekaran, Sita mengaku, antara lain, memajukan PAUD yang harus dibarengi dengan kualitas pengelola PAUD serta para guru PAUD selaku tenaga pendidik yang paling banyak bersentuhan dengan anak-anak usia dini.

“Kepseknya harus S1 PAUD, sesuai aturannya. Tapi kalau gurunya SMA boleh-boleh saja, namun kita harap pengelola PAUD dalam merekrut guru jangan hanya karena tidak ada kerjaan, tapi memang memiliki jiwa pendidik,” kata Sita.

Sita mengaku komit, meningkatkan pendidikan PAUD tersebut, ke depan dirinya akan melakukan rapat internal serta membuat tim kerja dan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sarolangun, agar lembaga PAUD di Sarolangun yang jumlah lebih dari 500 itu memang berkualitas.

“Kita akan rapat bentuk tim kerja, agar bisa membantu jalannya proses PAUD itu. Dan kita dapat pelajaran dari Yogya kemarin bahwa disana, satu RW satu PAUD, dan juga kita bisa lakukan. Makanya kita akan koordinasi dengan Diknas untuk meningkatkan mutu PAUD,” jelasnya.

Dengan meningkatnya mutu PAUD, baik lembaga dan juga tenaga pendidiknya, maka kualitas anak-anak PAUD juga akan meningkat. Namun, dirinya lebih fokus untuk meningkatkan karakter anak-anak PAUD yang berakhlak dan bertaqwa.

“Sesuai Perpres Nomor 87 tahun 2017, bahwa penguatan pendidikan karakter harus ditingkatkan dan itu yang akan kita lakukan, para guru PAUD disarankan ajarkan anak dengan baik,” pungkasnya sembari menyebut, keluarga sebagai lingkungan terkecil yang mendidik anak, memiliki peran vital untuk mengawal mentalitas dan perilaku yang baik.

Masih menurut Sita, meskipun gempuran modernisasi telah mengurat nadi pada berbagai bidang kehidupan dan mempengaruhi gaya hidup, keluarga berfungsi sebagai pemegang rambu-rambu sosial supaya generasi muda tetap mampu membedakan mana yang bisa diteladani, dan mana yang tak perlu diikuti.

“Keluarga sebagai lingkungan terkecil yang mendidik anak, memiliki peran vital untuk mengawal mentalitas dan perilaku yang baik.”

baca juga: Majalah MATRA cetak (print) edisi terbaru- klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »