Hukum

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): “Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan”

Terungkap Geser Menggeser Jabatan di BPOM & "Relawan Presiden"

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"
Views

 

Banyak rekan yang bertanya ke saya : “Apakah saya stres berpekara dalam gugatan melawan Kepala BPOM?”

MATRANEWS.id — Menunggu Putusan Kasasi, Sapari Berharap Putusan Sesuai hati Nurani Majelis Hakim MA.

Menggugat Kepala BPOM dengan senyum. Terakhir, muncul juga berita di 2020 ini, fakta dan kebenaran sudah terungkap. Hakim telah mengambil putusan.

Didapat “jalan tengah” untuk kasus yang menyita dan perhatian masyarakat kesehatan ini.  Itu lead berita di beberapa online.

Benarkah demikian?  Majalah MATRA segera mengkonfirmasi hal ini ke Sapari.

Pria yang selama ini mengaku dizolimi, dipecat tanpa alasan oleh BPOM dan tak mendapat gaji sejak November 2018 sampai Januari 2020, saat ini.

“Terus terang saja, saya melakukan ini demi mencari “keadilan” dan kebenaran.  Demi martabat anak istri, melawan kesewenang-wenangan pimpinan yang tidak menghormati Lembaga PTUN di bangsa kita,” ujar Sapari, masih dengan senyum, mengklarifikasi.

“Saya  menggugat Kepala Badan POM (BPOM) Dr. Penny Kusumastuty Lukito. Karena, saya telah ‘disingkirkan’ secara paksa.  Beliau telah mencopot atau memecat saya selaku Kepala BB-POM tanpa alasan yang jelas.”

Menghentikan gaji Sapari hingga 11 bulan lamanya sejak November 2018 sampai hari ini, 2020. “Saya difitnah, untuk bisa dilengserkan,” papar Sapari panjang lebar.

Setahun tak digaji, dalam perbincangan dengan media massa di awal tahun 2020 Sapari tidak memahami, aturan dari mana yang tidak membolehkan gaji PNS ditahan hingga ditahan setahun lebih.

Berita Menarik :  Mahfud MD: "Yang Dulu Galak Menjatuhkan Pak Harto karena KKN, Sekarang Jadi Koruptor atau Pendukungnya.".

Banyak rekan yang bertanya ke saya : “Apakah saya stress berpekara dalam gugatan melawan Kepala BPOM?”

Saya katakan dengan cepat dan spontan, “Tidak.”  Bahkan, saya merasa banyak mendapat pelajaran di hidup ini.  Banyak  mengerti arti sahabat,  dan semakin yakin,  bahwa kebenaran pasti menemui jalannya.

Terima kasih atas doa, dukungan dan suportnya semua, rekan sejawat/seprofesi/Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Juga kepada mantan pejabat/ASN BPOM serta seluruh media cetak dan elektronik di seluruh Indonesia.

Pada Gugatan pertama, Majelis Hakim PTUN mengabulkan gugatan saya seluruhnya.  PTUN sudah memutuskan, mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Kepala BPOM RI Nomor KP 05.02.1.242.09.18.4592 tanggal 19 September 2018.

PTUN juga sudah mewajibkan kepada Tergugat untuk merehabilitasi Penggugat berupa pemulihan hak Penggugat dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya.

Dan terakhir,  menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Tapi, apa yang terjadi?

Saya justru dipensiunkan oleh Kepala BPOM melalui SK Pensiun TMT yang diterima Sapari 1 hari setelah putusan PTUN, yakni tanggal 9 Mei 2019 lalu.

Saya dipensiunkan oleh Kepala BPOM melalui SK Pensiun TMT tertanggal 1 Oktober 2018, dengan Pertimbangan Teknis (Pertek) dari BKN tanggal 20 Maret 2019 padahal berkas kelengkapan belum terpenuhi atau belum lengkap, bahkan ada indikasi manipulasi persyaratan kelengkapan berkas pensiun.

Dengan selalu berdoa kepada Tuhan, saya  kembali menggugat putusan “aneh” dan “janggal” itu. Kepala BPOM diwakili oleh 15 orang kuasa hukumnya. Saya tetap yakin, “Smiling is powefull medicine.”

Berita Menarik :  Ada Hoax dan Bukan Hoax, ICSF Yang Lebih Tahu

Saya melewati hari-hari dengan penuh ucapan syukur. Terus optimis menjalani proses ini semua dengan: Senyum.

Kalau, yang menzolimi saya?  Ah, saya tidak mau masuk dalam konteks menghakimi. Silahkan dilihat sendiri.

“Sudah saya ungkap semua di pengadilan,” ujar Sapari.

Di pengadilan memang sempat disebut-sebut, bahwa misteri ini berawal dari PT Natural Spritit (D’Natural) yang beralamat di Jalan l. Dr Soetomo No. 75 Surabaya, menggunakan “jalur atas” dan membawa-bawa nama Relawan Presiden.

Sekedar Catatan, BBPOM Kota Surabaya melakukan sidak

Kasus di D’Natural Healthy Store and Resto yang berada di Jalan Dr Soetomo, yang diduga memiliki produk tanpa izin edar pada Selasa, 13 Maret 2018 dengan didampingi pihak kepolisian Polda Jatim.

Sapari mengaku, termasuk aparat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang komit, sebagai ujung tombak penegakan hukum terhadap kejahatan di bidang obat dan makanan.

Aparat bergerak atas informasi masyarakat yang merasa resah atas produk yang dijual bebas tersebut belum memiliki izin edar.

Ketika melakukan pengecekan kebenaran informasi di lokasi, ternyata setelah dilakukan pengecekan ada 99 item dengan 2806 jumlah produk yang dijual tanpa izin edar. Total produk senilai mencapai Rp 110 juta rupiah.

Penindakan ini sebagai pencegahan peredaran kosmetik dan makanan yang memang belum memiliki izin pun dilakukan.

Hasil sitaan ini, dikonsultasikan dengan pihak kepolisian untuk penindakan lebih lanjut. Sedangkan, untuk pangan akan dikenakan Undang-undang pangan nomor 18 tahun 2012 pasal 142. Untuk kosmetika tanpa izin edar Undang-undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 197.

Berita Menarik :  Sssst, Ini Kode Rahasia!

Di tempat yang sama, Siti Amanah, Kepala Seksi Penyidikan BBPOM di Surabaya juga menjelaskan bahwa tahun 2014 lalu BBPOM sudah melakukan pembinaan pada D’Natural Healthy and Store. Saat itu BPOM menemukan 17 item produk tanpa izin edar.

“Sudah kami lakukan pembinaan, waktu itu ada 17 item yang tanpa izin edar, sekarang bertambah jadi 99 item. Kita dapat informasi dari masyarakat bahwa, di sini menjual tanpa izin edar. Kita ke lokasi rumah makan dan storenya, cek di belakang ditemukan banyak produk impor tapi tidak berizin,” terang Siti.

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"

Sapari (Mantan Kepala BB-POM Surabaya): "Saya Difitnah, Untuk Bisa Dilengserkan"

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »