Politik

Sudirman Said: “Masyarakat Jawa Tengah, Antusias Membutuhkan Pembaruan.”

87

Pria kelahiran di Brebes, Jawa Tengah 16 April 1963 ini memang dikenal sebagai tokoh antikorupsi, pekerja rehabilitasi kawasan bencana, eksekutif di industri minyak dan gas, serta direktur utama perusahaan senjata nasional.

Sudirman Said mengakui, dirinya termasuk polos dalam dunia politik. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mulai diperbincangkan di media, setelah kemarin menjadi tim sukses Anies Sandi.

“Masyarakat Jawa Tengah, Antusias Membutuhkan Pembaruan, saya tidak mencari pekerjaan, tapi ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” ujar pria yang sedang menggarap acara di kota kelahiranya Brebes, Jawa Tengah.

Dari berbagai pertemuan dengan berbagai lapisan masyarakat seperti tokoh politik, ulama, akademisi, dan tokoh-tokoh media.

“Kesan yang saya tangkap adalah, mereka antusias serta membutuhkan pembaruan,” kata Sudirman Said, pria yang dikenal akrab dengan kalangan kampus dan jurnalis ini.

Sepulang umroh, pria ini memang diusung Gerindra untuk menjadi Gubernur Jateng 2018.

Pilgub Jateng 2018.

“Demokrasi yang baik memang butuh pilar parpol yang kuat, oleh karena itu saya tidak mempertimbangkan untuk masuk dari jalur independen,” kata alumnus Sekolah Tinggi Akutansi negara (STAN) itu.

Sudirman Said hanya ingin berbuat yang terbaik di negeri ini.

Dinilai berhasil saat diminta menangani Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias, 2005-2007.

Master Bidang Administrasi Bisnis dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, 1994, sesungguhnya, sempat ditawari menjadi Duta Besar oleh Presiden Jokowi, dan ia menolak tawaran itu.

Ketika dikonfirmasi soal Duta Besar, Sudirman Said hanya tersenyum.

Dia malah asyik menjelaskan pengalamannya ketika membentuk Satuan Anti Korupsi (SAK) ini bertugas mendidik semua pemangku kepentingan di Aceh dan Nias pasca Tsunami. Sudirman menjelaskan bahwa BRR telah membatalkan tender proyek bermasalah senilai 157 miliar rupiah.

Begitulah, Sudirman Said. Santun. Orangnya teliti dan disiplin.

Ini yang selalu Sudirman Said tunjukkan saat masih kecil, di sekolah, kuliah, hingga bekerja.

Berbeda dengan aktivis lainnya. Ia berpenampilan rapi dan bukan aktivis jalanan. Ia lebih banyak menyoal transparansi keuangan sebuah lembaga atau instansi. Menjadi aktivis korupsi dimulai mendirikan beberapa organisasi anti korupsi, seperti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) (2000).

Lembaga ini menuntut perilaku yang bersih dalam mengelola keuangan negara dan perusahaan. Berkat aktif di dunia ini, Sudirman juga diminta untuk mengelola perusahaan. Beberapa perusahaan yang dikelola berkaitan pertambangan, energi, minyak, dan gas.

Ia lebih banyak mendapat tugas untuk membenahi budaya korupsi, dan meningkatan produktivitas, dan keuntunngan bisnis melalui pengelohan keuangan yang bersih. Sikap tersebut dilaksanakan tidak hanya di corporate, tapi juga di instansi pemerintah.

Sosok yang mengaku tidak bisa diam, termuat di wawancara majalah MATRA edisi November 2017 lalu.

Tertarik?

majalah MATRA edisi cetak

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas