Selasa, Agustus 20, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
EkonomiGaya HidupTokoh

Sultan Najamuddin, Disebut Sebagai Anak Desa Yang Bersaing Di Kancah Global.

806Views

MATRANEWS.id — “Makasih semua atas doa dan ucapannya,” ujar Sultan Bachtiar Najamuddin, yang tak lain adalah cucu pendiri Bengkulu.

Ia berujar dalam konteks ucapan terima kasih dirinya terpilih menjadi anggota DPD-RI,  periode 2019-2024.

Sang kakek, Sultan Yakoeb Bachtiar, tokoh sentral terbentuknya Provinsi Bengkulu.

“Ngurus bisnis,” pria yang sempat menjadi Wakil Gubernur Bengkulu ini,  ketika ditanya kesibukannya, sebelum menjadi Wakill Rakyat yang akan dilantik, sebagai Dewan Pimpinan Daerah dari Bengkulu.

Pria kelahiran 11 Mei 1979 di Anggut, Bengkulu Selatan ini, memang merupakan pekerja keras sejak kecil.

Adik kandung mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin itu selalu berprestasi menjadi juara kelas.

Selama SMA sudah menunjukkan kepiawaiannya berorganisasi dengan menjadi empat kali Ketua OSIS. Merantau ke Jakarta, bersama sang kakak Agusrin M Najamudin dia berjuang, bertahan hidup sekaligus mengejar takdir.

Berbagai jenis usaha dia jalani. Tidur di masjid bukan hal baru lagi selama dia berjuang di Jakarta.

Sultan pernah menjadi penjual makanan dan tukang AC keliling.

Berkat kegigihannya, Sultan akhirnya menjadi pengusaha sukses yang menangani usaha bertaraf nasional dan internasional.

Pemimpin Perusahaan Majalah HealthNews, yang merupakan bagian dari United Nations On Drug and Crime (UNODC-Badan Dunia PBB), kerja sembari kuliah.

Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan program master di bidang social dan politik.

Belum genap 30 tahun Sultan menjadi anggota DPD. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Hubungan Antar Lembaga DPD RI.

Posisi ini, terbilang cukup prestisius karena mewakili Indonesia di dunia internasional, hampir separoh negara di dunia ini sudah didatanginya.

Ada sumber menyebutkan,  dalam diri Sultan, mengalir darah dari berbagai suku. Ada darah Rejang, Padang dan Selatan. Sang kakek adalah keturunan langsung kerajaan Pagaruyung Padang. Sementara saudara kakeknya banyak yang berdarah Rejang.

Meskipun asli putra daerah, Sultan tidak canggung berkomunikasi dan bertindak layaknya masyarakat Jawa.

Bahkan banyak orang dari suku Jawa menilai Sultan lebih Jawa dari orang Jawa. Maklum saja karena sejak kecil dia bergaul dengan masyarakat Jawa.

Anak angkat ayahnya semuanya warga tranmigrasi. Sementara kakaknya beristrikan orang Jawa bahkan dari golongan ningrat Jawa.

Pengusaha multitalenta ini, ramai diberitakan di media sosial, sedang sibuk mengembangkan media berbasis digital.

Diantara bisnisnya yang lain, Sultan juga seperti generasi muda milenial yang berhasil mengisi celah usaha dan menjadi sukses diminati pasar.

Ketua Umum Desa Cegah Narkoba ini disebut-sebut, sedang menyiapkan bisnis digital, urusan kesehatan dikaitkan dengan Financial tecnology (Fintech).

“Masih off record dulu,” ujar anak besa berkelas dunia, yang bisa disebut menjadi Global Leader.

Sangat populer di kalangan aktivis dan pengusaha di tingkat nasional dan masyarakat Bengkulu sebagai pemimpin muda, cerdas, bersih dan berpengalaman yang banyak membawa perubahan di Bengkulu.

Ia membuat sejumlah gebrakan dalam menata Bengkulu.  Karena itu ia pun disebut-disebut sebagai salah satu pemimpin emas masa depan Indonesia.

Bungsu atau Bung Sultan, demikian sapaannya, berhasil menyelesaikan program-programnya seperti pendidikan gratis dan akses teknologi dan IT; program pangan, nelayan dan pertanian unggul; pembangunan jalan kampung dan akses ekonomi kerakyatan murah di setiap desa dan kecamatan di propinsi Bengkulu.

Lulusan ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Indonesia ini, pernah menempuh short course program leadership di berbagai kampus dunia seperti Georgetown University Washington DC, University of London (SOAS), London dan Leiden University, Belanda.

Dibidang bisnis ia CEO sebuah perusahaan induk bernama PT. Asa Karya Group yang bergerak mechanical electrical, otomotif, Persenjataan, alat keamanan, bahan peledak, pertambangan, kehutanan, perkebunan hingga property baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pendiri and Ketua Dewan Pembina Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia bersama tokoh-tokoh pemuda dalam dan luar negeri,   mencoba mengangkat dan mendorong anak-anak muda Indonesia bersaing di kancah global.

Motto hidup yang sering ia ungkapkan,  “Kita harus terus bersyukur, Tuhan selalu berikan yang terbaik untuk kita semua,”  Sultan berujar dengan santun.

 

baca juga: Wawancara Sultan di majalah Eksekutif edisi cetak

 

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »